Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rekonstruksi Literatur Sistem Politik dan Negara Ibnu Taimiyah

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran politik Ibnu Taimiyah dalam sejarah politik Islam dan implikasinya terhadap pemikiran politik Islam saat ini. khususnya setting sosial yang membentuk dasar pemikiran Ibnu Taimiyah tentang sistem politik dan negara yang ditawarkan Ibnu Taimiyah, dan apakah teorinya masih relevan dengan kondisi sosial politik saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, adapun pendekatan yang digunakan ialah hitoris-kritis-filosofis, selanjutnya sumber data dalam penelitian adalah data primer dan skunder. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisi kesimpulan dari penelitian ini munjukkan bahwa Ibnu Taimiyah dengan keberaniannya menghapus/menolak sistem kepemimpinan khilafah dan imamah, dengan tesisnya bahwa rezim yang dijunjung tinggi oleh nabi adalah rezim nubuwwah dan bukan imamah, sedangkan imamah baru yang ada setelah nabi wafat menunjukkan bahwa ia memiliki ide-ide revolusioner dan pembaharuan. Dia tidak ingin orang hanya menjadi objek di suatu negara, tetapi dia ingin orang menjadi subjek negara. Bagi Ibnu Taimiyah, mekanisme/sistem pengangkatan kepala negara tidak terlalu penting, yang penting orang yang menduduki jabatan itu harus benar-benar amanah dan adil. Ibnu Taimiyah mensyaratkan dua hal bagi seorang kepala negara, yaitu memiliki kualifikasi kekuatan (al-quwwah) dan integritas (al-amanat). Kekuatan dan integritas diperoleh melalui mubaya'ah (sumpah setia) yang diberikan oleh ahl al-Syawkah
Title: Rekonstruksi Literatur Sistem Politik dan Negara Ibnu Taimiyah
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran politik Ibnu Taimiyah dalam sejarah politik Islam dan implikasinya terhadap pemikiran politik Islam saat ini.
khususnya setting sosial yang membentuk dasar pemikiran Ibnu Taimiyah tentang sistem politik dan negara yang ditawarkan Ibnu Taimiyah, dan apakah teorinya masih relevan dengan kondisi sosial politik saat ini.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, adapun pendekatan yang digunakan ialah hitoris-kritis-filosofis, selanjutnya sumber data dalam penelitian adalah data primer dan skunder.
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisi kesimpulan dari penelitian ini munjukkan bahwa Ibnu Taimiyah dengan keberaniannya menghapus/menolak sistem kepemimpinan khilafah dan imamah, dengan tesisnya bahwa rezim yang dijunjung tinggi oleh nabi adalah rezim nubuwwah dan bukan imamah, sedangkan imamah baru yang ada setelah nabi wafat menunjukkan bahwa ia memiliki ide-ide revolusioner dan pembaharuan.
Dia tidak ingin orang hanya menjadi objek di suatu negara, tetapi dia ingin orang menjadi subjek negara.
Bagi Ibnu Taimiyah, mekanisme/sistem pengangkatan kepala negara tidak terlalu penting, yang penting orang yang menduduki jabatan itu harus benar-benar amanah dan adil.
Ibnu Taimiyah mensyaratkan dua hal bagi seorang kepala negara, yaitu memiliki kualifikasi kekuatan (al-quwwah) dan integritas (al-amanat).
Kekuatan dan integritas diperoleh melalui mubaya'ah (sumpah setia) yang diberikan oleh ahl al-Syawkah.

Related Results

Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Abstract: The results of this study are; 1) Ibn Taymiyyah adheres to tauhid uluhiyah because rububiyyah has included it. Ibn Taimiyah divided the concept of Tauhid into three parts...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
Pendidikan Islam Menurut Ibnu Taimiyah
Pendidikan Islam Menurut Ibnu Taimiyah
Islamic education is one of the fields of Islamic studies that has received a lot of attention from scientists. Why is this because its role is very, very strategic in efforts to i...
Pendidikan Anti Korupsi dalam Perspektif Ibnu Taimiyah
Pendidikan Anti Korupsi dalam Perspektif Ibnu Taimiyah
Studi tentang konsep korupsi ini menyajikan analisa pemikiran ahli pemikir Islam abad pertengahan yang bernama Ibnu Taimiyah. Dalam kajian ini pemikiran Ibnu Taimiyah tentang Pendi...
ANISHA-HTN
ANISHA-HTN
NAMA:ANISHANIM :10200120233KELAS :HTN-FMATA KULIAH:HUKUM TATA NEGARAHUKUM TATA NEGARAA.Pengertian Hukum tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kek...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
PARTAI POLITIK DAN PEMILIHAN UMUM (PEMILU)1. Partai PolitikA. Sejarah Partai Politik di Indonesia.Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Pada mulanya perke...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
Sumber politik pendidikan pancasila
Sumber politik pendidikan pancasila
Sistem politik Indonesia dewasa ini sedang mengalami proses demokratisasi yang membawa berbagai konsekuensi tidak hanya terhadap dinamika kehidupan politik nasional, melainkan juga...

Back to Top