Javascript must be enabled to continue!
Penginterpretasian Hasil Inspeksi Keandalan Bangunan Gedung
View through CrossRef
Pemeriksaan keandalan bangunan gedung wajib dilaksanakan untuk seluruh bangunan gedung sesuai peraturan perUndang-undangan yang berlaku. Pemeriksaan keandalan bangunan gedung dilakukan untuk empat kriteria: keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K). Hasil pemeriksaan harus dapat ditampilkan dengan cara yang memudahkan pengambil keputusan membuat kesimpulan. Kondisi andal untuk seluruh kriteria mungkin sulit dicapai karena alasan kebutuhan dan kemampuan pemilik gedung. Penulis mengusulkan sebuah model penilaian terhadap hasil pemeriksaan keandalan bangunan gedung dengan menggabungkan dua metoda. Metoda dikotomi untuk penilaian kriteria keselamatan dan metoda skor untuk ketiga kriteria lainnya. Tulisan ini menyampaikan model penilaian metoda skor dengan bobot kepentingan dianalisis dengan metoda Analytic Hierarchy Process (AHP). Bobot kepentingan kriteria atau subkriteria ditentukan untuk fungsi gedung kantor, mall, dan hotel. Bangunan disebut andal bila memenuhi dua persyaratan penilaian, (1) memenuhi seluruh kriteria keselamatan diberi skor P, dan (2) skor kriteria kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan, Ss, Sn, Sm lebih besar dari 60. Hasil analisis AHP pada level kriteria diperoleh bobot tertinggi rata-rata 51% untuk kriteria kenyamanan, disusul kriteria kesehatan 29% dan terakhir kriteria kemudahan dengan bobot 20%. Bobot level subkriteria menghasilkan bobot absolut dengan peringkat tertinggi untuk gedung fungsi kantor dan hotel pada subkriteria kenyamanan udara di dalam gedung sebesar 20%, sedangkan untuk fungsi mall diberikan pada subkriteria kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang sebesar 20%.
Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Title: Penginterpretasian Hasil Inspeksi Keandalan Bangunan Gedung
Description:
Pemeriksaan keandalan bangunan gedung wajib dilaksanakan untuk seluruh bangunan gedung sesuai peraturan perUndang-undangan yang berlaku.
Pemeriksaan keandalan bangunan gedung dilakukan untuk empat kriteria: keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K).
Hasil pemeriksaan harus dapat ditampilkan dengan cara yang memudahkan pengambil keputusan membuat kesimpulan.
Kondisi andal untuk seluruh kriteria mungkin sulit dicapai karena alasan kebutuhan dan kemampuan pemilik gedung.
Penulis mengusulkan sebuah model penilaian terhadap hasil pemeriksaan keandalan bangunan gedung dengan menggabungkan dua metoda.
Metoda dikotomi untuk penilaian kriteria keselamatan dan metoda skor untuk ketiga kriteria lainnya.
Tulisan ini menyampaikan model penilaian metoda skor dengan bobot kepentingan dianalisis dengan metoda Analytic Hierarchy Process (AHP).
Bobot kepentingan kriteria atau subkriteria ditentukan untuk fungsi gedung kantor, mall, dan hotel.
Bangunan disebut andal bila memenuhi dua persyaratan penilaian, (1) memenuhi seluruh kriteria keselamatan diberi skor P, dan (2) skor kriteria kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan, Ss, Sn, Sm lebih besar dari 60.
Hasil analisis AHP pada level kriteria diperoleh bobot tertinggi rata-rata 51% untuk kriteria kenyamanan, disusul kriteria kesehatan 29% dan terakhir kriteria kemudahan dengan bobot 20%.
Bobot level subkriteria menghasilkan bobot absolut dengan peringkat tertinggi untuk gedung fungsi kantor dan hotel pada subkriteria kenyamanan udara di dalam gedung sebesar 20%, sedangkan untuk fungsi mall diberikan pada subkriteria kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang sebesar 20%.
Related Results
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI ASET INFRASTRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI ASET INFRASTRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Aset infrastruktur bangunan gedung di lingkungan kampus berperan penting sebagai sarana penunjang kegiatan akademik maupun non akademik. Universitas Palangka Raya sebagai penyeleng...
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
Since 2011, Indonesia has been committed to reducing greenhouse gas emissions, one of which is by implementing green buildings in office buildings. The aim of implementing green bu...
ANALISIS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: THE ROYAL IDI HOTEL)
ANALISIS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: THE ROYAL IDI HOTEL)
Pemeliharaan bangunan gedung merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan dimana pemeliharaan dapat meningkatkan umur pakai dari bangunan tesebut. Di Indonesia peraturan tentan...
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa di negara Indonesia menjadi suatu hal yang sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Indonesia terletak dalam wilayah gempa d...
ASPEK KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG PADA SMP NEGERI 7 MENGWI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
ASPEK KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG PADA SMP NEGERI 7 MENGWI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
Bangunan gedung, khususnya fasilitas pendidikan seperti SMP Negeri 7 Mengwi, wajib memenuhi persyaratan teknis yang mencakup standar tata bangunan dan keandalan. Penelitian ini ber...
APLIKASI PELAYANAN JASA QUALITY CONTROL DAN INSPEKSI PADA PT. ABC BERBASIS WEB
APLIKASI PELAYANAN JASA QUALITY CONTROL DAN INSPEKSI PADA PT. ABC BERBASIS WEB
ABCadalah salah satu perusahaan swasta yang berbentuk Perseroan Terbatas(PT) dalam bidang pelayanan jasa quality control dan inspeksi. Dalam memberikan pelayanan jasa qualit...
ANALISIS KEANDALAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG MENARA BRI PEKANBARU
ANALISIS KEANDALAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG MENARA BRI PEKANBARU
Kebakaran merupakan hal yang sering terjadi terutama untuk bangunan yangmemiliki lantai yang tinggi, sehingga sangat perlu memiliki sistem proteksikebakaran yang andal untuk sebuah...
PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG RAMAYANA MALL SORONG
PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG RAMAYANA MALL SORONG
Kebakaran adalah peristiwa yang menyebabkan banyak kerugian. Kebakaran di gedung bertingkat akan menimbulkan banyak kerugian. Beberapa peristiwa kebakaran di gedung komersial berla...

