Javascript must be enabled to continue!
Empowerment of Msme Actors in Lontar Village Through Packaging Skills to Increase The Selling Value of Products
View through CrossRef
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy; however, many MSME products remain less competitive due to inadequate packaging quality, as commonly found in Lontar Village, Surabaya, where packaging tends to be simple, minimally informative, and lacking clear product identity, which negatively affects consumer perception and market competitiveness. This study aims to empower MSME actors in Lontar Village by enhancing their knowledge and skills in designing and implementing professional, functional, and market-oriented product packaging to increase product selling value. The activity employed a participatory workshop and mentoring approach involving ten MSME actors selected through purposive sampling, with data collected through observation, documentation, and evaluation of packaging conditions before and after the activity and analyzed using a qualitative descriptive method. The results indicate an improvement in participants’ understanding of packaging as a strategic marketing tool, along with enhancements in visual design, completeness of packaging information, material suitability, and overall packaging functionality, demonstrating that the training and mentoring process effectively strengthened both technical skills and strategic awareness of packaging in shaping product image and competitiveness. These findings suggest that practical and contextual packaging empowerment programs can enhance MSME readiness to compete in local and modern markets and serve as a strategic entry point for sustainable MSME development policies.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia; namun, banyak produk UMKM yang masih kurang kompetitif akibat kualitas kemasan yang belum memadai, sebagaimana ditemukan di Kelurahan Lontar, Surabaya, di mana kemasan produk cenderung sederhana, minim informasi, dan tidak memiliki identitas produk yang jelas sehingga berdampak pada rendahnya persepsi konsumen serta daya saing produk di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM di Kelurahan Lontar melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang serta menerapkan kemasan produk yang profesional, fungsional, dan berorientasi pasar guna meningkatkan nilai jual produk. Kegiatan ini menggunakan pendekatan workshop partisipatif dan pendampingan yang melibatkan sepuluh pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi kondisi kemasan sebelum dan sesudah kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kemasan sebagai alat pemasaran strategis, disertai peningkatan pada desain visual, kelengkapan informasi kemasan, kesesuaian bahan, serta fungsi kemasan secara keseluruhan, yang menunjukkan bahwa proses pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat keterampilan teknis sekaligus kesadaran strategis mengenai pentingnya kemasan dalam membentuk citra dan daya saing produk. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan kemasan yang praktis dan kontekstual dapat meningkatkan kesiapan UMKM untuk bersaing di pasar lokal maupun modern serta menjadi titik masuk strategis bagi kebijakan pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Title: Empowerment of Msme Actors in Lontar Village Through Packaging Skills to Increase The Selling Value of Products
Description:
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy; however, many MSME products remain less competitive due to inadequate packaging quality, as commonly found in Lontar Village, Surabaya, where packaging tends to be simple, minimally informative, and lacking clear product identity, which negatively affects consumer perception and market competitiveness.
This study aims to empower MSME actors in Lontar Village by enhancing their knowledge and skills in designing and implementing professional, functional, and market-oriented product packaging to increase product selling value.
The activity employed a participatory workshop and mentoring approach involving ten MSME actors selected through purposive sampling, with data collected through observation, documentation, and evaluation of packaging conditions before and after the activity and analyzed using a qualitative descriptive method.
The results indicate an improvement in participants’ understanding of packaging as a strategic marketing tool, along with enhancements in visual design, completeness of packaging information, material suitability, and overall packaging functionality, demonstrating that the training and mentoring process effectively strengthened both technical skills and strategic awareness of packaging in shaping product image and competitiveness.
These findings suggest that practical and contextual packaging empowerment programs can enhance MSME readiness to compete in local and modern markets and serve as a strategic entry point for sustainable MSME development policies.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia; namun, banyak produk UMKM yang masih kurang kompetitif akibat kualitas kemasan yang belum memadai, sebagaimana ditemukan di Kelurahan Lontar, Surabaya, di mana kemasan produk cenderung sederhana, minim informasi, dan tidak memiliki identitas produk yang jelas sehingga berdampak pada rendahnya persepsi konsumen serta daya saing produk di pasar.
Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM di Kelurahan Lontar melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang serta menerapkan kemasan produk yang profesional, fungsional, dan berorientasi pasar guna meningkatkan nilai jual produk.
Kegiatan ini menggunakan pendekatan workshop partisipatif dan pendampingan yang melibatkan sepuluh pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi kondisi kemasan sebelum dan sesudah kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kemasan sebagai alat pemasaran strategis, disertai peningkatan pada desain visual, kelengkapan informasi kemasan, kesesuaian bahan, serta fungsi kemasan secara keseluruhan, yang menunjukkan bahwa proses pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat keterampilan teknis sekaligus kesadaran strategis mengenai pentingnya kemasan dalam membentuk citra dan daya saing produk.
Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan kemasan yang praktis dan kontekstual dapat meningkatkan kesiapan UMKM untuk bersaing di pasar lokal maupun modern serta menjadi titik masuk strategis bagi kebijakan pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Related Results
Nilai Edukasi dalam Lontar Anggastyaprana
Nilai Edukasi dalam Lontar Anggastyaprana
Lontar merupakan salah satu peninggalan yang sarat dengan nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan dan disebarluaskan sehingga dapat dijadikan pedoman hidup baik dalam kehidupan b...
Klantgestuurd voorraadbeleid en empowerment
Klantgestuurd voorraadbeleid en empowerment
Central to this dissertation are client driven housing management from housing associations in The Netherlands and the empowerment effects this management has on its tenants. The c...
Strategies Managing Smart Packaging For Food Application
Strategies Managing Smart Packaging For Food Application
Abstract Background: Traditional packaging will be shifting to innovative packaging due to significantly growing to new trend following increasing consumers awareness correlated wi...
Preservation and Conservation of Lontar Gedong Kirtya Liefrinck-Van Der Tuuk Singaraja Bali
Preservation and Conservation of Lontar Gedong Kirtya Liefrinck-Van Der Tuuk Singaraja Bali
Background of study: Lontar used as a writing tool before people know the paper. One of the world famous lontar library collections is the Lontar Gedong Kirtya Museum. Gedong Kirty...
Penguatan Harga Pokok Produksi melalui Pendampingan Keuangan: UMKM Keripik Samiler di Desa Wonosunyo
Penguatan Harga Pokok Produksi melalui Pendampingan Keuangan: UMKM Keripik Samiler di Desa Wonosunyo
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in improving the community’s economy. However, many MSME actors still face difficulties in managing business fin...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
Perlindungan Transformasi Karya Cipta Lontar Dalam Bentuk Digitalisasi
Perlindungan Transformasi Karya Cipta Lontar Dalam Bentuk Digitalisasi
The purpose of this study to examine the protection of transformation of lontar copyrighted works in the form of digitalization and the mechanism of legalizing the transformation o...
KOSAKATA TOPONIMI KOTA PANGKALPINANG
KOSAKATA TOPONIMI KOTA PANGKALPINANG
This research focussed on vocabulary study relates to the name of place/region or toponimy of Pangkalpinang district. This study used descriptive method. The data collected through...

