Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Periode Frekuensi Transfusi Darah dengan Kualitas Hidup pada Pasien Thalassemia Remaja di RSUD Al-Ihsan Tahun 2023
View through CrossRef
Abstract. Thalassemia is an inherited blood disorder that falls under the group of hemoglobinopathies. Thalassemia patients must undergo lifelong blood transfusions. This condition can impair the quality of life due to both the disease itself and its treatments. Quality of life is defined as an individual’s assessment of their position in life in relation to the context of their cultural background and value system. The aim of this study was to determine the relationship between the frequency of blood transfusions and the quality of life in adolescent thalassemia patients. The research used an analytical observational method with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using random sampling techniques on adolescent thalassemia patients at RSUD Al-Ihsan who met the inclusion criteria, with a total sample size of 57 patients. Data was collected through the completion of the PedsQL questionnaire, which assesses quality of life by evaluating physical, social, emotional, and school functioning in thalassemia patients. Data analysis was performed using the fisher’s exact test. The univariate analysis results showed that most respondents (51%) received blood transfusions every 2-4 weeks, and the overall quality of life, assessed through physical, emotional, social, and school functioning, had a mean score indicating a low quality of life. The study findings revealed a significant relationship between the frequency of blood transfusions and the quality of life in adolescent thalassemia patients (p = 0.003). Frequent blood transfusions in adolescent thalassemia patients can lead to hemosiderosis, which limits their ability to lead a normal life. The emotional functioning of patients can also be disrupted, leading to feelings of sadness, anger, and worry. This psychological strain is often caused by the dependence on a strict blood transfusion schedule.
Abstrak. Thalassemia merupakan kelainan darah bawaan yang termasuk dalam kelompok hemoglobinopati. Pasien Thalassemia harus menerima transfusi darah sepanjang hidupnya. Thalassemia dapat mengganggu kualitas hidup karena penyakitnya sendiri dan efek terapinya. Kualitas hidup didefinisikan sebagai penilaian seseorang terhadap posisinya dalam hidupnya terkait dengan konteks budaya dan sistem nilai mereka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara periode frekuensi transfusi darah dengan kualitas hidup pada pasien thalassemia remaja. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling pada penderita thalassemia remaja di RSUD Al-Ihsan yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner PedsQL yang menilai kulitas hidup dengan melihat fungsi fisik, sosial, emosi, dan sekolah untuk menilai kualitas hidup anak thalassemia. Analisis data dilakukan menggunakan fisher’s exact test. Hasil analisis univariat menunjukkan Sebagian responden (51%) menerima transfusi darah setiap 2–4 minggu sekali, dan kualitas hidup yang dinilai dengan fungsi fisik, emosi, sosial, dan sekolah secara keseluruhan memiliki skor yang menunjukkan kualitas hidup yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan periode frekuensi transfusi darah dengan kualitas hidup pada pasien thalassemia remaja (p=0,003). Frekuensi transfusi darah yang tinggi pada pasien thalassemia remaja dapat menyebabkan hemosiderosis yang membatasi kemampuan pasien untuk menjalani kehidupan normal. Fungsi emosional pasien juga akan terganggu, merasa sedih, marah, dan khawatir. Tekanan psikologis ini sering kali disebabkan oleh ketergantungan pada jadwal transfusi darah yang padat.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Periode Frekuensi Transfusi Darah dengan Kualitas Hidup pada Pasien Thalassemia Remaja di RSUD Al-Ihsan Tahun 2023
Description:
Abstract.
Thalassemia is an inherited blood disorder that falls under the group of hemoglobinopathies.
Thalassemia patients must undergo lifelong blood transfusions.
This condition can impair the quality of life due to both the disease itself and its treatments.
Quality of life is defined as an individual’s assessment of their position in life in relation to the context of their cultural background and value system.
The aim of this study was to determine the relationship between the frequency of blood transfusions and the quality of life in adolescent thalassemia patients.
The research used an analytical observational method with a cross-sectional approach.
Sampling was conducted using random sampling techniques on adolescent thalassemia patients at RSUD Al-Ihsan who met the inclusion criteria, with a total sample size of 57 patients.
Data was collected through the completion of the PedsQL questionnaire, which assesses quality of life by evaluating physical, social, emotional, and school functioning in thalassemia patients.
Data analysis was performed using the fisher’s exact test.
The univariate analysis results showed that most respondents (51%) received blood transfusions every 2-4 weeks, and the overall quality of life, assessed through physical, emotional, social, and school functioning, had a mean score indicating a low quality of life.
The study findings revealed a significant relationship between the frequency of blood transfusions and the quality of life in adolescent thalassemia patients (p = 0.
003).
Frequent blood transfusions in adolescent thalassemia patients can lead to hemosiderosis, which limits their ability to lead a normal life.
The emotional functioning of patients can also be disrupted, leading to feelings of sadness, anger, and worry.
This psychological strain is often caused by the dependence on a strict blood transfusion schedule.
Abstrak.
Thalassemia merupakan kelainan darah bawaan yang termasuk dalam kelompok hemoglobinopati.
Pasien Thalassemia harus menerima transfusi darah sepanjang hidupnya.
Thalassemia dapat mengganggu kualitas hidup karena penyakitnya sendiri dan efek terapinya.
Kualitas hidup didefinisikan sebagai penilaian seseorang terhadap posisinya dalam hidupnya terkait dengan konteks budaya dan sistem nilai mereka.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara periode frekuensi transfusi darah dengan kualitas hidup pada pasien thalassemia remaja.
Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling pada penderita thalassemia remaja di RSUD Al-Ihsan yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang.
Pengambilan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner PedsQL yang menilai kulitas hidup dengan melihat fungsi fisik, sosial, emosi, dan sekolah untuk menilai kualitas hidup anak thalassemia.
Analisis data dilakukan menggunakan fisher’s exact test.
Hasil analisis univariat menunjukkan Sebagian responden (51%) menerima transfusi darah setiap 2–4 minggu sekali, dan kualitas hidup yang dinilai dengan fungsi fisik, emosi, sosial, dan sekolah secara keseluruhan memiliki skor yang menunjukkan kualitas hidup yang rendah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan periode frekuensi transfusi darah dengan kualitas hidup pada pasien thalassemia remaja (p=0,003).
Frekuensi transfusi darah yang tinggi pada pasien thalassemia remaja dapat menyebabkan hemosiderosis yang membatasi kemampuan pasien untuk menjalani kehidupan normal.
Fungsi emosional pasien juga akan terganggu, merasa sedih, marah, dan khawatir.
Tekanan psikologis ini sering kali disebabkan oleh ketergantungan pada jadwal transfusi darah yang padat.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Aspek Teknis Transfusi Darah
Aspek Teknis Transfusi Darah
Keberhasilan transfusi darah ditentukan oleh banyak faktor antara lain faktor pasien, faktor produk darah dan faktor teknis dalam memberikan transfusi darah. Ketiga faktor tersebut...
Latar Belakang Penyakit pada Penggunaan Transfusi Komponen Darah pada Anak
Latar Belakang Penyakit pada Penggunaan Transfusi Komponen Darah pada Anak
Latar belakang.Aplikasi transfusi darah dalam klinis sehari-hari dapat sebagai terapi pengganti maupun suportif. Sesuai pertimbangan risiko dan manfaat tranfusi komponen darah sepe...
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Penderita Talasemia Anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2019
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Penderita Talasemia Anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2019
Talasemia merupakan penyakit genetik dan kronis yang dapat menyebabkan anemia berat sehingga mengganggu kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan fakto...
Pengaruh Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi dengan Kadar Ferritin pada Pasien Thalassemia di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2021/2022
Pengaruh Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi dengan Kadar Ferritin pada Pasien Thalassemia di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2021/2022
Abstract. Thalassemia is a hereditary blood disorder that is commonly found in the world. One of the reasons for the decreased quality of life of patients is the high level of seru...
Perbandingan Pemeriksaan Skrining Antibodi (Indirect Coombs Test) dengan Direct Coombs Test pada Pasien dengan Riwayat Transfusi Darah Berulang
Perbandingan Pemeriksaan Skrining Antibodi (Indirect Coombs Test) dengan Direct Coombs Test pada Pasien dengan Riwayat Transfusi Darah Berulang
Transfusi darah berulang dapat meningkatkan risiko alloimunisasi dan autoimunisasi, yang menyebabkan terbentuknya alloantibodi dan autoantibodi. Keberadaan antibodi tersebut dapat ...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...

