Javascript must be enabled to continue!
ARABICIZATION LEXICOLOGY IN THE QUR’AN
View through CrossRef
This study discusses the lexicology of Arabicization in the Qur’an by highlighting the presence of loanwords derived from various foreign languages such as Hebrew, Syriac, Persian, Greek, and Latin, which subsequently underwent processes of adaptation into Arabic. This Arabicization can be observed in the names of prophets and figures, place names and tribes, terms related to the Day of Judgment, as well as various names of objects, animals, plants, and other terms. The presence of loanwords reflects the socio-cultural interaction of the Arab community with other civilizations in the pre-Islamic era and at the same time demonstrates the universal nature of the Qur’an. This research aims to analyze the forms and processes of Arabicization in the Qur’an and to compile them in the form of a lexicon (dictionary) in order to facilitate cross-linguistic and cross-cultural understanding. The method employed is a qualitative study based on library research, particularly lexicology, lexicography, and semantics, integrated with a hermeneutical approach to Qur`anic exegesisis. Content analysis techniques are applied through the stages of problem formulation, theoretical framework construction, data collection, classification, and lexicon compilation. The findings indicate that the findings reveal that several Arabicized lexical items in the Qur’an that have become systematically integrated into the Arabic language without diminishing the authenticity of the Qur’an as a “Qur’ān ‘arabiyy.” These findings affirm that the language of the Qur’an is dynamic and inclusive, enriching linguistic heritage while deepening the interpretation of the Qur’anic text.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji leksikologi arabisasi dalam Al-Qur’an dengan menyoroti keberadaan kata-kata serapan yang berasal dari berbagai bahasa asing, seperti Ibrani, Suryani, Persia, Yunani, dan Latin, yang telah mengalami proses adaptasi ke dalam bahasa Arab. Fenomena ini dapat diamati pada nama-nama para nabi dan tokoh, nama tempat dan suku, istilah-istilah yang berkaitan dengan hari kiamat, serta berbagai penamaan benda, hewan, dan tumbuhan. Keberadaan kata-kata serapan tersebut mencerminkan interaksi sosial-budaya masyarakat Arab dengan peradaban lain pada masa pra-Islam, sekaligus menunjukkan dimensi universal pesan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan proses arabisasi dalam Al-Qur’an serta menyusunnya dalam bentuk leksikon guna memfasilitasi pemahaman lintas bahasa dan lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan memanfaatkan perspektif linguistik, khususnya leksikologi, leksikografi, dan semantik, yang dipadukan dengan pendekatan hermeneutik dalam penafsiran Al-Qur’an. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan kosakata yang mengalami arabisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah kosakata yang mengalami arabisasi dalam Al-Qur’an telah terintegrasi secara sistematis ke dalam bahasa Arab tanpa mengurangi kedudukannya sebagai Qur’ān ‘arabiyy. Temuan ini mengindikasikan bahwa bahasa Al-Qur’an memiliki tingkat adaptabilitas linguistik yang turut memperkaya khazanah leksikalnya, sekaligus mendukung pendalaman pemaknaan terhadap teks Al-Qur’an.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Title: ARABICIZATION LEXICOLOGY IN THE QUR’AN
Description:
This study discusses the lexicology of Arabicization in the Qur’an by highlighting the presence of loanwords derived from various foreign languages such as Hebrew, Syriac, Persian, Greek, and Latin, which subsequently underwent processes of adaptation into Arabic.
This Arabicization can be observed in the names of prophets and figures, place names and tribes, terms related to the Day of Judgment, as well as various names of objects, animals, plants, and other terms.
The presence of loanwords reflects the socio-cultural interaction of the Arab community with other civilizations in the pre-Islamic era and at the same time demonstrates the universal nature of the Qur’an.
This research aims to analyze the forms and processes of Arabicization in the Qur’an and to compile them in the form of a lexicon (dictionary) in order to facilitate cross-linguistic and cross-cultural understanding.
The method employed is a qualitative study based on library research, particularly lexicology, lexicography, and semantics, integrated with a hermeneutical approach to Qur`anic exegesisis.
Content analysis techniques are applied through the stages of problem formulation, theoretical framework construction, data collection, classification, and lexicon compilation.
The findings indicate that the findings reveal that several Arabicized lexical items in the Qur’an that have become systematically integrated into the Arabic language without diminishing the authenticity of the Qur’an as a “Qur’ān ‘arabiyy.
” These findings affirm that the language of the Qur’an is dynamic and inclusive, enriching linguistic heritage while deepening the interpretation of the Qur’anic text.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji leksikologi arabisasi dalam Al-Qur’an dengan menyoroti keberadaan kata-kata serapan yang berasal dari berbagai bahasa asing, seperti Ibrani, Suryani, Persia, Yunani, dan Latin, yang telah mengalami proses adaptasi ke dalam bahasa Arab.
Fenomena ini dapat diamati pada nama-nama para nabi dan tokoh, nama tempat dan suku, istilah-istilah yang berkaitan dengan hari kiamat, serta berbagai penamaan benda, hewan, dan tumbuhan.
Keberadaan kata-kata serapan tersebut mencerminkan interaksi sosial-budaya masyarakat Arab dengan peradaban lain pada masa pra-Islam, sekaligus menunjukkan dimensi universal pesan Al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan proses arabisasi dalam Al-Qur’an serta menyusunnya dalam bentuk leksikon guna memfasilitasi pemahaman lintas bahasa dan lintas budaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan memanfaatkan perspektif linguistik, khususnya leksikologi, leksikografi, dan semantik, yang dipadukan dengan pendekatan hermeneutik dalam penafsiran Al-Qur’an.
Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan kosakata yang mengalami arabisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah kosakata yang mengalami arabisasi dalam Al-Qur’an telah terintegrasi secara sistematis ke dalam bahasa Arab tanpa mengurangi kedudukannya sebagai Qur’ān ‘arabiyy.
Temuan ini mengindikasikan bahwa bahasa Al-Qur’an memiliki tingkat adaptabilitas linguistik yang turut memperkaya khazanah leksikalnya, sekaligus mendukung pendalaman pemaknaan terhadap teks Al-Qur’an.
Related Results
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Maqasıdu’l Qur’an as a Contemporary Approach rnSince its revelation, the Qur’an has left enduring religious, political, historical, and social marks on humanity and continues to do...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Implementasi Program Turjuman Al-Qur’an dalam Membentuk Akhlak Kepada Allah Swt pada Kelompok Akhwat di SMP IT Anni’mah Bandung
Implementasi Program Turjuman Al-Qur’an dalam Membentuk Akhlak Kepada Allah Swt pada Kelompok Akhwat di SMP IT Anni’mah Bandung
Abstract. The most important character that must be taught to someone is character to Allah Swt. The Turjuman Al-Qur'an program is a Qur'anic learning that can be used to make it e...
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Seeing the high level of Qur'an illiteracy survivors in the village of Sakinah and the very limited number of teaching staff to read the Qur'an, it is necessary to have a Qur'an il...

