Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INTENSITAS SERANGAN DAN POLA SEBARAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella) DI KABUPATEN ACEH UTARA

View through CrossRef
Hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) merupakan salah satu hama utama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil kakao hingga 80% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intensitas serangan dan pola sebaran hama penggerek buah kakao pada perkebunan kakao di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di tiga kecamatan, yaitu Nisam Antara, Matangkuli, dan Tanah Luas, menggunakan metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada 10% dari total populasi tanaman per petak, dengan 20 buah kakao sebagai sampel per pohon setiap minggu selama empat minggu. Intensitas serangan dihitung berdasarkan skor kategori kerusakan (0–3), sedangkan pola sebaran ditentukan menggunakan nisbah ragam terhadap rata-rata (S²/m), indeks pengerombolan Lloyd (m̅/x̅), serta koefisien Green (Cx). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan berkisar 10,50–19,50% di Nisam Antara (kategori ringan), 34,75–44,25% di Matangkuli (kategori sedang), dan 50,50–63,50% di Tanah Luas (kategori berat). Intensitas serangan masing-masing berkisar 4,58–9,42%, 19,25–28,02%, dan 29,58–39,67%. Berdasarkan ketiga parameter pola sebaran, hama penggerek buah kakao menunjukkan pola sebaran mengelompok (aggregated) di seluruh lokasi pengamatan. Tingginya intensitas serangan dan pola pengerombolan hama diduga berkaitan erat dengan kondisi kebun yang tidak terawat, kurangnya pemangkasan, serta terbatasnya penerapan pengendalian hayati. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengendalian hama terpadu untuk menekan serangan hama dan meningkatkan produktivitas tanaman kakao.
Title: INTENSITAS SERANGAN DAN POLA SEBARAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella) DI KABUPATEN ACEH UTARA
Description:
Hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) merupakan salah satu hama utama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil kakao hingga 80% di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intensitas serangan dan pola sebaran hama penggerek buah kakao pada perkebunan kakao di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di tiga kecamatan, yaitu Nisam Antara, Matangkuli, dan Tanah Luas, menggunakan metode purposive sampling.
Pengamatan dilakukan pada 10% dari total populasi tanaman per petak, dengan 20 buah kakao sebagai sampel per pohon setiap minggu selama empat minggu.
Intensitas serangan dihitung berdasarkan skor kategori kerusakan (0–3), sedangkan pola sebaran ditentukan menggunakan nisbah ragam terhadap rata-rata (S²/m), indeks pengerombolan Lloyd (m̅/x̅), serta koefisien Green (Cx).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan berkisar 10,50–19,50% di Nisam Antara (kategori ringan), 34,75–44,25% di Matangkuli (kategori sedang), dan 50,50–63,50% di Tanah Luas (kategori berat).
Intensitas serangan masing-masing berkisar 4,58–9,42%, 19,25–28,02%, dan 29,58–39,67%.
Berdasarkan ketiga parameter pola sebaran, hama penggerek buah kakao menunjukkan pola sebaran mengelompok (aggregated) di seluruh lokasi pengamatan.
Tingginya intensitas serangan dan pola pengerombolan hama diduga berkaitan erat dengan kondisi kebun yang tidak terawat, kurangnya pemangkasan, serta terbatasnya penerapan pengendalian hayati.
Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengendalian hama terpadu untuk menekan serangan hama dan meningkatkan produktivitas tanaman kakao.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN KAKAO DI KABUPATEN NAGEKEO, PROVINSI NTT
HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN KAKAO DI KABUPATEN NAGEKEO, PROVINSI NTT
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan satu komoditas strategis pendukung perekonomian di Nagekeo. Tanaman kakao yang tua dan kurang produktif, pemeliharaan yang kurang intensif sert...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
<p>ABSTRACT<br />Effort has been made to improve sugarcane productivity, but it often confronted by pests. Pests in sugarcane caused a loss of about 10% sugar productio...
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
Analisis Pemasaran Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur”. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pola saluran pemasaran, biaya pemasaran d...

Back to Top