Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KOJA

View through CrossRef
Abstract Background: Globally, it is estimated that 15–20% of all births, or >20 million newborns annually, are low birth weight infants. Low- and middle-income countries account for a disproportionate burden of LBW. Objective: The aim of this study was to determine the associated risk factors of LBW in Koja Hospital Method: This study used a cross-sectional study. The sample consisted of 233 respondents from 4,169 total population of mothers giving birth at the Koja Regional General Hospital in 2019. The dependent variable was LBW and the independent variables were anemia, chronic energy deficiency (CED), maternal age, and pregnancy distance. The sampling technique was systematic random sampling. Data analysis used a Chi-Square Test. Result: The prevalence was 48.1% for LBW. The factors associated with LBW in Koja Hospital were age and CED (p value= 0.009 and 0.001). Anemia and pregnancy spacing was no significant relationship with LBW in Koja Hospital (p value=0.308 and 0.544). Conclusion: There was a significant relationship between CED and the age of maternal and LBW in Koja Hospital. Mothers who experience CED during pregnancy can improve and maintain nutritional intake and increase the amount of consumption, especially to consume of energy-containing foods.    Keywords: LBW, age of maternal, chronic energy deficiency, anemia.   Abstrak Latar belakang: Secara global, estimasi sebanyak 15-20% kelahiran, atau >20 juta bayi baru lahir mengalami BBLR. Negara dengan pendapatan rendah dan sedang bertanggung jawab terhadap bebean BBLR yang tidak proporsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Koja tahun 2018 Metode: Desain studi yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 233 responden dengan total populasi sebanyak 4.169. Variabel dependen adalah BBLR dan variabel independent adalah anemia, KEK, usia ibu, dan jarak kehamilan. Sapel dipilih secara sistematik acak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Prevelanse BBLR pada penelitian ini sebanyak 48,1%. Ada hubungan yang bermakna antara KEK dan usia ibu dengan kejadian BBLR di RSUD Koja (p value= 0.009 and 0.001). Anemia dan jarak kehamilan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di RSUD Koja (p value=0.308 and 0.544). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara KEK dan usia ibu dengan kejadian BBLR. Disarankan kepada ibu yang mengalami KEK selama hamil perlu meningkatkan dan menjaga asupan gizi terutama makanan yang menagndung energi.  Kata kunci: BBLR,usia ibu, kekurangan energi kronis, anemia.
Title: FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KOJA
Description:
Abstract Background: Globally, it is estimated that 15–20% of all births, or >20 million newborns annually, are low birth weight infants.
Low- and middle-income countries account for a disproportionate burden of LBW.
Objective: The aim of this study was to determine the associated risk factors of LBW in Koja Hospital Method: This study used a cross-sectional study.
The sample consisted of 233 respondents from 4,169 total population of mothers giving birth at the Koja Regional General Hospital in 2019.
The dependent variable was LBW and the independent variables were anemia, chronic energy deficiency (CED), maternal age, and pregnancy distance.
The sampling technique was systematic random sampling.
Data analysis used a Chi-Square Test.
Result: The prevalence was 48.
1% for LBW.
The factors associated with LBW in Koja Hospital were age and CED (p value= 0.
009 and 0.
001).
Anemia and pregnancy spacing was no significant relationship with LBW in Koja Hospital (p value=0.
308 and 0.
544).
Conclusion: There was a significant relationship between CED and the age of maternal and LBW in Koja Hospital.
Mothers who experience CED during pregnancy can improve and maintain nutritional intake and increase the amount of consumption, especially to consume of energy-containing foods.
    Keywords: LBW, age of maternal, chronic energy deficiency, anemia.
  Abstrak Latar belakang: Secara global, estimasi sebanyak 15-20% kelahiran, atau >20 juta bayi baru lahir mengalami BBLR.
Negara dengan pendapatan rendah dan sedang bertanggung jawab terhadap bebean BBLR yang tidak proporsional.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Koja tahun 2018 Metode: Desain studi yang digunakan adalah cross sectional.
Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 233 responden dengan total populasi sebanyak 4.
169.
Variabel dependen adalah BBLR dan variabel independent adalah anemia, KEK, usia ibu, dan jarak kehamilan.
Sapel dipilih secara sistematik acak.
Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Prevelanse BBLR pada penelitian ini sebanyak 48,1%.
Ada hubungan yang bermakna antara KEK dan usia ibu dengan kejadian BBLR di RSUD Koja (p value= 0.
009 and 0.
001).
Anemia dan jarak kehamilan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di RSUD Koja (p value=0.
308 and 0.
544).
Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara KEK dan usia ibu dengan kejadian BBLR.
Disarankan kepada ibu yang mengalami KEK selama hamil perlu meningkatkan dan menjaga asupan gizi terutama makanan yang menagndung energi.
  Kata kunci: BBLR,usia ibu, kekurangan energi kronis, anemia.

Related Results

The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
PERBANDINGAN KADAR VITAMIN D DAN ALBUMIN PADA IBU DENGAN BAYI BBLR DAN IBU DENGAN BAYI BERAT LAHIR NORMAL
PERBANDINGAN KADAR VITAMIN D DAN ALBUMIN PADA IBU DENGAN BAYI BBLR DAN IBU DENGAN BAYI BERAT LAHIR NORMAL
Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Menurut data WHO, sekitar 14,6% dari 20,5 juta bayi yang dilahirkan pada tahun 2015 menga...
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
PERILAKU SUAMI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI ARIFIN ACHMAD PEKANBARU
PERILAKU SUAMI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI ARIFIN ACHMAD PEKANBARU
Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram merupakan salah satu faktor kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. ...
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu
Kejadian BBLR di Indonesia merupakan penyebab kesakitan dan kematian bayi baru lahir dan tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Risiko ...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR didefenisikan sebagai neonatus yang lahir terlalu kecil yaitu bayi yang lahir dengan berat badan antara 500-<2500 gr. Untuk mengetahui faktor-fakto...
Keragaman makanan dan kejadian BBLR: analisis IFLS 5
Keragaman makanan dan kejadian BBLR: analisis IFLS 5
Permasalahan gizi dapat  terjadi sepanjang siklus kehidupan manusia. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan An...

Back to Top