Javascript must be enabled to continue!
PERILAKU SUAMI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI ARIFIN ACHMAD PEKANBARU
View through CrossRef
Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram merupakan salah satu faktor kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. Paparan asap rokok baru – baru ini di fokuskan sebagai faktor resiko potensial lain penyebab terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Data dari RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau, kasus BBLR pada tahun 2013 tercatat 97 kasus (7,6%) dari 1268 kelahiran bayi, sedangkan pada tahun 2014 periode bulan Januari hingga Desember tercatat 111 kasus (8,3%) dari 1330 kelahiran bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku suami perokok dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2015.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain cross sectional. Penelitian ini diadakan di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau. Pada bulan Mei hingga Juni 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum dan sampel diperoleh sebanyak 62 responden, dengan teknik sampling yaitu secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner, pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dan analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat.
Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan ada hubungan antara suami perokok dengan bayi BBLR di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2015 dengan Pvalue = 0,004 < 0,05.
Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan metode penyuluhan kepada masyarakat setempat khusus ibu hamil tentang pencegahan BBLR dalam rangka menurunkan angka kejadian BBLR dengan memberikan informasi tentang bahaya asap rokok terhadap janin.
Title: PERILAKU SUAMI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI ARIFIN ACHMAD PEKANBARU
Description:
Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram merupakan salah satu faktor kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal.
Paparan asap rokok baru – baru ini di fokuskan sebagai faktor resiko potensial lain penyebab terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).
Data dari RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau, kasus BBLR pada tahun 2013 tercatat 97 kasus (7,6%) dari 1268 kelahiran bayi, sedangkan pada tahun 2014 periode bulan Januari hingga Desember tercatat 111 kasus (8,3%) dari 1330 kelahiran bayi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku suami perokok dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2015.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain cross sectional.
Penelitian ini diadakan di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau.
Pada bulan Mei hingga Juni 2015.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum dan sampel diperoleh sebanyak 62 responden, dengan teknik sampling yaitu secara purposive sampling.
Pengambilan data menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner, pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dan analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat.
Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan ada hubungan antara suami perokok dengan bayi BBLR di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2015 dengan Pvalue = 0,004 < 0,05.
Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan metode penyuluhan kepada masyarakat setempat khusus ibu hamil tentang pencegahan BBLR dalam rangka menurunkan angka kejadian BBLR dengan memberikan informasi tentang bahaya asap rokok terhadap janin.
Related Results
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
PERBANDINGAN KADAR VITAMIN D DAN ALBUMIN PADA IBU DENGAN BAYI BBLR DAN IBU DENGAN BAYI BERAT LAHIR NORMAL
PERBANDINGAN KADAR VITAMIN D DAN ALBUMIN PADA IBU DENGAN BAYI BBLR DAN IBU DENGAN BAYI BERAT LAHIR NORMAL
Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Menurut data WHO, sekitar 14,6% dari 20,5 juta bayi yang dilahirkan pada tahun 2015 menga...
Keragaman makanan dan kejadian BBLR: analisis IFLS 5
Keragaman makanan dan kejadian BBLR: analisis IFLS 5
Permasalahan gizi dapat terjadi sepanjang siklus kehidupan manusia. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan An...
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
Pengaruh Penyakit Penyerta Kehamilan dan Kehamilan Ganda dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
Pengaruh Penyakit Penyerta Kehamilan dan Kehamilan Ganda dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
Data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dari tahun 2011 sampai 2013 untuk kejadian BBLR yaitu pada tahun 2011 tercatat 46 kasus (1,62%) dari 2833 pers...
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
Tingkat kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator kemajuan suatu Negara dalam bentuk pelayanan kesehatan (Prawirohardjo, 2005). Namun, Bayi Baru Lahir (BBL) yang mengal...
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI KABUPATEN JEMBER
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI KABUPATEN JEMBER
Background: BBLR merupakan suatu kondisi dimana bayi yang lahir mempunyai berat yang rendah dan kurang dari normal. Banyak sekali factor yang menyebabkan terjadinya BBLR, factor te...

