Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pelatihan Penyusunan Instrumen Diagnostik Multitier untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa pada Kelompok MGMP Kimia Kabupaten Sidoarjo

View through CrossRef
Misconceptions in chemistry learning frequently occur because many topics are abstract and difficult for students to understand. This condition requires teachers to have a thorough understanding of difficult concepts as well as appropriate strategies to identify and address misconceptions. Based on this need, the community service team conducted a training program aimed at enhancing chemistry teachers’ understanding of difficult concepts, misconceptions, and the development of multitier diagnostic instruments. The activity was implemented through a combination of online and offline sessions in collaboration with chemistry teachers from the MGMP (Subject Teacher Forum) of Sidoarjo Regency. The implementation methods included lectures, interactive discussions, and hands-on practice in designing diagnostic instruments. The training materials covered the characteristics of difficult concepts, causes of misconceptions, strategies for overcoming them, and the application of various misconception identification instruments such as multitier diagnostic tests, interviews, concept maps, and open-ended tests. The evaluation of the activity was carried out using pre- and post-training questionnaires as well as practical assignments on instrument development. The results showed that participants responded positively to the training activities and reported improved understanding and skills in designing diagnostic instruments to identify students’ misconceptions. In addition, participants were able to produce multitier diagnostic instrument designs in accordance with the training provided. Keywords: Chemistry Teachers, Misconceptions, Difficult Concepts, Diagnostic Instruments.    Miskonsepsi dalam pelajaran kimia sering terjadi karena banyak materi yang sifatnya abstrak dan sulit dipahami oleh siswa. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep sukar serta strategi tepat dalam mengidentifikasi dan mengatasi miskonsepsi. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan pelatihan dengan tema peningkatan pemahaman guru kimia terhadap konsep sukar, miskonsepsi, dan penyusunan instrumen diagnostik multitier. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kombinasi daring dan luring bersama mitra guru MGMP Kimia Kabupaten Sidoarjo. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung penyusunan instrumen diagnostik. Materi pelatihan mencakup penjelasan tentang karakteristik konsep sukar, penyebab miskonsepsi, strategi penanggulangannya, serta penerapan berbagai instrumen identifikasi seperti tes multitier, wawancara, peta konsep, dan soal terbuka (open-ended test). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui angket pra dan pascapelatihan, serta penugasan praktik penyusunan instrumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan dan menyatakan memperoleh pemahaman serta keterampilan yang lebih baik dalam merancang instrumen diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi. Peserta juga mampu menghasilkan rancangan instrumen diagnostik multitier sesuai dengan pelatihan yang telah diajarkan. Kata Kunci: Guru Kimia, Miskonsepsi, Konsep Sukar, Instrumen Diagnostik
Title: Pelatihan Penyusunan Instrumen Diagnostik Multitier untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa pada Kelompok MGMP Kimia Kabupaten Sidoarjo
Description:
Misconceptions in chemistry learning frequently occur because many topics are abstract and difficult for students to understand.
This condition requires teachers to have a thorough understanding of difficult concepts as well as appropriate strategies to identify and address misconceptions.
Based on this need, the community service team conducted a training program aimed at enhancing chemistry teachers’ understanding of difficult concepts, misconceptions, and the development of multitier diagnostic instruments.
The activity was implemented through a combination of online and offline sessions in collaboration with chemistry teachers from the MGMP (Subject Teacher Forum) of Sidoarjo Regency.
The implementation methods included lectures, interactive discussions, and hands-on practice in designing diagnostic instruments.
The training materials covered the characteristics of difficult concepts, causes of misconceptions, strategies for overcoming them, and the application of various misconception identification instruments such as multitier diagnostic tests, interviews, concept maps, and open-ended tests.
The evaluation of the activity was carried out using pre- and post-training questionnaires as well as practical assignments on instrument development.
The results showed that participants responded positively to the training activities and reported improved understanding and skills in designing diagnostic instruments to identify students’ misconceptions.
In addition, participants were able to produce multitier diagnostic instrument designs in accordance with the training provided.
Keywords: Chemistry Teachers, Misconceptions, Difficult Concepts, Diagnostic Instruments.
   Miskonsepsi dalam pelajaran kimia sering terjadi karena banyak materi yang sifatnya abstrak dan sulit dipahami oleh siswa.
Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep sukar serta strategi tepat dalam mengidentifikasi dan mengatasi miskonsepsi.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan pelatihan dengan tema peningkatan pemahaman guru kimia terhadap konsep sukar, miskonsepsi, dan penyusunan instrumen diagnostik multitier.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kombinasi daring dan luring bersama mitra guru MGMP Kimia Kabupaten Sidoarjo.
Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung penyusunan instrumen diagnostik.
Materi pelatihan mencakup penjelasan tentang karakteristik konsep sukar, penyebab miskonsepsi, strategi penanggulangannya, serta penerapan berbagai instrumen identifikasi seperti tes multitier, wawancara, peta konsep, dan soal terbuka (open-ended test).
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui angket pra dan pascapelatihan, serta penugasan praktik penyusunan instrumen.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan dan menyatakan memperoleh pemahaman serta keterampilan yang lebih baik dalam merancang instrumen diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi.
Peserta juga mampu menghasilkan rancangan instrumen diagnostik multitier sesuai dengan pelatihan yang telah diajarkan.
Kata Kunci: Guru Kimia, Miskonsepsi, Konsep Sukar, Instrumen Diagnostik.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Gaya dan Gerak
Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Gaya dan Gerak
This research is to find out and describe elementary students misconception on the concept of force and motion. Data collection methods using tests in the form of four tier tests a...
Identifikasi Miskonsepsi Materi Kesetimbangan Kimia pada Siswa SMA Menggunakan Tes Three Tier Berbasis Web
Identifikasi Miskonsepsi Materi Kesetimbangan Kimia pada Siswa SMA Menggunakan Tes Three Tier Berbasis Web
Miskonsepsi merupakan masalah besar yang telah menjadi pusat perhatian bagi para pendidik dan peneliti pendidikan pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam, khususnya kimia. Salah ...
EFEKTIVITAS KINERJA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) EKONOMI SMA DI KABUPATEN BOYOLALI
EFEKTIVITAS KINERJA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) EKONOMI SMA DI KABUPATEN BOYOLALI
Penelitian  ini bertujuan  untuk  menemukan model pembinaan MGMP Ekonomi SMA di Kabupaten Boyolali terkait dengan kinerja dalam pelaksanaan tugas, fungsi MGMP, dan kesesuaiannya de...
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup
Miskonsepsi menjadi salah satu hambatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi ciri-ciri makhluk hidup di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (S...
INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA
INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA
AbstractLearners have different entry level and have varying misconception. Misconception of learners tend to be resistant and difficult to change. Alternative instructional model ...
Miskonsepsi Stoikiometri pada Siswa SMA
Miskonsepsi Stoikiometri pada Siswa SMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik TDS (Tes Diagnostdk Stoikiometri) yang dikembangkan dalam penelitian ini, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan penyebab...
Meta Analisis Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMA Kelas XI
Meta Analisis Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMA Kelas XI
Miskonsepsi adalah perbedaan antara konsep yang dipahami dengan penjelasan para ahli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali miskonsepsi pada buku teks Biologi SMA kel...

Back to Top