Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Detoksifikasikasi Asam Sianida pada Biji Karet menggunakan Arang Kulit Biji Karet

View through CrossRef
Pemanfaatan biji karet sebagai pangan terbatas karena kandungan toksin alami yaitu asam sianida (HCN). Oleh sebab itu biji karet perlu diberi perlakuan untuk mengurangi kadar HCN yaitu dengan perendaman menggunakan arang untuk menyerap HCN. Kulit biji karet yang merupakan limbah dapat dijadikan arang atau briket. Pada penelitian ini bertujuan menurukan kadar HCN menggunakan arang kulit biji karet sebagai absorben. Metode penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel bebas konsentrasi arang (Konsentrasi 0%, 30%, 60 %,  90%) dan lama perendaman (0, 12, 18, 24, 36 jam) serta variabel terikat meliputi analisis kadar HCN dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi arang mempengaruhi kadar HCN biji karet. Hasil konsentrasi arang 0%;30%;60%;dan 90% menujukan kadar HCN berturut-turut 167,59 ppm; 202,40 ppm; 48,67 ppm, dan 35,21 ppm. Pengaruh lama perendaman 0,12,18,24,dan 36 jam menunjukan kadar HCN berturut-turut 70,08 ppm; 92,41 ppm; 62,52 ppm; 48,85 ppm;dan 41,43 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan makin banyak konsentrasi arang kulit biji karet yang ditambahkan maka makin rendah kadar HCN biji karet dan makin lama perendaman biji karet pada laturan arang kulit biji karet maka makin rendah kadar HCN pada biji karet.
Title: Detoksifikasikasi Asam Sianida pada Biji Karet menggunakan Arang Kulit Biji Karet
Description:
Pemanfaatan biji karet sebagai pangan terbatas karena kandungan toksin alami yaitu asam sianida (HCN).
Oleh sebab itu biji karet perlu diberi perlakuan untuk mengurangi kadar HCN yaitu dengan perendaman menggunakan arang untuk menyerap HCN.
Kulit biji karet yang merupakan limbah dapat dijadikan arang atau briket.
Pada penelitian ini bertujuan menurukan kadar HCN menggunakan arang kulit biji karet sebagai absorben.
Metode penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel bebas konsentrasi arang (Konsentrasi 0%, 30%, 60 %,  90%) dan lama perendaman (0, 12, 18, 24, 36 jam) serta variabel terikat meliputi analisis kadar HCN dan kadar air.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi arang mempengaruhi kadar HCN biji karet.
Hasil konsentrasi arang 0%;30%;60%;dan 90% menujukan kadar HCN berturut-turut 167,59 ppm; 202,40 ppm; 48,67 ppm, dan 35,21 ppm.
Pengaruh lama perendaman 0,12,18,24,dan 36 jam menunjukan kadar HCN berturut-turut 70,08 ppm; 92,41 ppm; 62,52 ppm; 48,85 ppm;dan 41,43 ppm.
Hasil penelitian ini menunjukan makin banyak konsentrasi arang kulit biji karet yang ditambahkan maka makin rendah kadar HCN biji karet dan makin lama perendaman biji karet pada laturan arang kulit biji karet maka makin rendah kadar HCN pada biji karet.

Related Results

KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN ARANG KAYU KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DAN ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens Vahl)
KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN ARANG KAYU KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DAN ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens Vahl)
This research aims to determine the characteristics of charcoal briquettes made from a mixture of rubber wood charcoal and alaban wood charcoal including water content, density, as...
IDENTIFIKASI SIANIDA PADA SPESIMEN PLASMA BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG
IDENTIFIKASI SIANIDA PADA SPESIMEN PLASMA BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG
Sianida dalam tubuh dapat menghambat fungsi pengangkutan oksigen dengan membentuk cyanohemoglobin. Sifatnya yang sangat beracun dan mudah masuk ke tubuh melalui inhalasi, konsumsi,...
PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI PRODUK OLAHAN EMPING
PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI PRODUK OLAHAN EMPING
Banjarbaru, khususnya daerah kelurahan Cempaka merupakan salah satu daerah penghasil karet di Kalimantan Selatan. Kebanyakan pertanian karet di daerah tersebut merupakan milik pero...
Karakteristik Briket Arang Cangkang Biji Karet dengan Campuran Serbuk Kulit Kayu Manis
Karakteristik Briket Arang Cangkang Biji Karet dengan Campuran Serbuk Kulit Kayu Manis
ABSTRACT Indonesia is an agrarian country with very large agricultural products. In addition, agricultural by-products are also produced that are largely unutilized, such as rubber...
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biobriket yang dihasilkan dari kombinasi limbah kulit batang sagu dan tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam pene...
KARAKTERISTIK BRIKET DENGAN PENCAMPURAN KULIT BATANG SAGU DAN TEMPURUNG KELAPA
KARAKTERISTIK BRIKET DENGAN PENCAMPURAN KULIT BATANG SAGU DAN TEMPURUNG KELAPA
Kulit batang sagu dan tempurung kelapa mengandung senyawa lignin dan selulosa yang cukup tinggi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fo...
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya ganggu...
POTENSI ASAP CAIR PADA PRODUKSI ARANG KAYU MODEL DESA RANGGANG TANAH LAUT
POTENSI ASAP CAIR PADA PRODUKSI ARANG KAYU MODEL DESA RANGGANG TANAH LAUT
Abstrak- Desa ranggang merupakan sentra produksi arang kayu di Kalimantan Selatan. Arang kayu diproduksi dalam tungku dari tanah liat berbentuk kubah dengan diameter sekitar 4 mete...

Back to Top