Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISTIK BRIKET DENGAN PENCAMPURAN KULIT BATANG SAGU DAN TEMPURUNG KELAPA

View through CrossRef
Kulit batang sagu dan tempurung kelapa mengandung senyawa lignin dan selulosa yang cukup tinggi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik pencampuran kulit batang sagu dan tempurung kelapa dalam pembuatan briket. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini P1 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 90:10), P2 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 80:20), P3 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 70:30), P4 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 60:40), P5 ( arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 50:50).  Data yang diperoleh dianalisis secara statik dengan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan New Multiple Range Test (DNMRT) Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio kulit batang sagu dan tempurung kelapa  berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat mengguap, kerapatan, kadar karbon terikat, nilai kalor dan daya bahan bakar. Perlakuan terbaik pada penelitian ini  adalah P5 (arang kulit kayu sagu dan arang tempurung kelapa 50:50)  kadar air 3,67%, daya abu 4,54%, kadar zat mengguap 1,13%, daya bakar 0,67 g / cm3, karbon terikat 90,68%, nilai kalori 7748,61 kal/g dan daya bahan bakar 0,0029 g/detik.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau
Title: KARAKTERISTIK BRIKET DENGAN PENCAMPURAN KULIT BATANG SAGU DAN TEMPURUNG KELAPA
Description:
Kulit batang sagu dan tempurung kelapa mengandung senyawa lignin dan selulosa yang cukup tinggi dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik pencampuran kulit batang sagu dan tempurung kelapa dalam pembuatan briket.
Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan.
Perlakuan dalam penelitian ini P1 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 90:10), P2 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 80:20), P3 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 70:30), P4 (arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 60:40), P5 ( arang kulit sagu dan arang tempurung kelapa 50:50).
  Data yang diperoleh dianalisis secara statik dengan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan New Multiple Range Test (DNMRT) Duncan pada taraf 5%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio kulit batang sagu dan tempurung kelapa  berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat mengguap, kerapatan, kadar karbon terikat, nilai kalor dan daya bahan bakar.
Perlakuan terbaik pada penelitian ini  adalah P5 (arang kulit kayu sagu dan arang tempurung kelapa 50:50)  kadar air 3,67%, daya abu 4,54%, kadar zat mengguap 1,13%, daya bakar 0,67 g / cm3, karbon terikat 90,68%, nilai kalori 7748,61 kal/g dan daya bahan bakar 0,0029 g/detik.

Related Results

Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biobriket yang dihasilkan dari kombinasi limbah kulit batang sagu dan tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam pene...
Pemanfaatan Briket Arang Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif
Pemanfaatan Briket Arang Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif
ABSTRACT: The use of charcoal briquettes contributes to the reduction of dependence on petroleum and gas fuels, especially for small urban communities while at the same time suppor...
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
PENGARUH KARBONISASI TERHADAP KARAKTERISTIK TEMPURUNG KELAPA BERDASARKAN UJI PROKSIMAT DAN NILAI KALOR
PENGARUH KARBONISASI TERHADAP KARAKTERISTIK TEMPURUNG KELAPA BERDASARKAN UJI PROKSIMAT DAN NILAI KALOR
Saat ini pemanfaatan biomassa seperti tempurung kelapa dijadikan biobriket sebagai energi alternatif. Sehingga mendorong peneliti untuk melakukan analisis terhadap karakteristik te...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...
PENGARUH VARIASI CAMPURAN SERBUK ARANG ALABAN DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG
PENGARUH VARIASI CAMPURAN SERBUK ARANG ALABAN DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG
Charcoal briquettes made from a mixture of alaban charcoal and coconut shell are one of the efforts to utilize waste. The purpose of this study was to determine the variation of th...
Briket Arang Tempurung Kawista (Limonia acidissima) Teraktivasi NaOH dengan Perekat Alami
Briket Arang Tempurung Kawista (Limonia acidissima) Teraktivasi NaOH dengan Perekat Alami
Penelitian tentang pemanfaatan tempurung tempurung kawista (Limonia acidissima) telah dilakukan sebagai bahan dasar pembuatan briket arang. Variabel jenis perekat alami berupa gel ...
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Sagu merupakan salah satu komoditi sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi sagu sebagai bahan pangan lokal ...

Back to Top