Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EKSPLORASI BATU MULIA DENGAN METODE PEMETAAN GEOLOGI DAERAH TUWUNG BARRU

View through CrossRef
Daerah eksplorasi batu mulia secara administrative terletak di wilayah  Lingkungan Kamara,   Kelurahan Tuwung,  Kecamatan Barru.  Secara geografi terletak pada posisi geografis 40 24’ 55” – 40 25’ 17”   Lintang Selatan dan 1190 38’ 7,5”- 1190 38’ 27” Bujur   Timur dari Greenwich. Kegiatan eksplorasi bahan galian  batu mulia di daerah Kamara ditempuh menggunakan metode pemetaan geologi. Pemetaan geologi dilakukan dengan membuat lintasan geologi, untuk memetakan lokasi-lokasi singkapan batu mulia dan gejala-gejala geologi lainnya. Peralatan yang digunakan: pesawat GPS Map 76 S,  kompas geologi, palu geologi, lopue, pita ukur, kamera alat tulis-menulis. Batu mulia  di daerah eksplorasi secara geologi terbentuk oleh intrusi batuan dasit pada batuan ultrabasa yang mengakibatkan terjadinya silifikasi oleh proses hidrothermal membentuk batu mulia. Sebarannya merupakan   rangkaian   daerah lembah  perbukitan dan lembah sungai, berada pada ketinggian (15 – 175) m dpl, tekstur topografi sedang,   wilayahnya sebagian merupakan kawasan hutan,  dan sebagian pula merupakan kawasan budidaya dengan vegetasi pepohonan  dan semak-belukar. Secara stratigrafi batuannya  tersusun dari batuan Ultrabasa dan Dasit serta Endapan Alluvium. Struktur geologinya terdiri atas; sesar, dan kekar. Endapan batu mulia di daerah eksplorasi dijumpai dalam bentuk singkapan dan bongkah dijumpai pada batuan silisifikasi dalam bentuk urat  dan bintik-bintik menyebar  serta berupa tubuh batuan  yang terdiri dari: giok, akik, krisopras, kristal kuarsa, kecubung, zircon, magnetit, opal, kalsedon, peridot, serpentinit, dan Jasfer. Terbentuk secara primer pada batuan ultrabasa dan sekunder pada endapan Alluvium. Batu mulia di daerah eksplorasi terdiri dari: batu permata, batu setengah batu permata, dan batuan hias atau dekorasi. Cadangan endapan batu mulia daerah  Kamara mempunyai cadangan geologi terukur adalah 875.000 ton dan cadangan yang dapat ditambang adalah 787.500 ton.. Ratio lapisan penutup  0,04 m3/ton, jika produksi direncanakan 10.000 ton/tahun, dan perolehan penambangan tambang terbuka 90 %  maka umur tambang = 78 tahun.
Title: EKSPLORASI BATU MULIA DENGAN METODE PEMETAAN GEOLOGI DAERAH TUWUNG BARRU
Description:
Daerah eksplorasi batu mulia secara administrative terletak di wilayah  Lingkungan Kamara,   Kelurahan Tuwung,  Kecamatan Barru.
  Secara geografi terletak pada posisi geografis 40 24’ 55” – 40 25’ 17”   Lintang Selatan dan 1190 38’ 7,5”- 1190 38’ 27” Bujur   Timur dari Greenwich.
Kegiatan eksplorasi bahan galian  batu mulia di daerah Kamara ditempuh menggunakan metode pemetaan geologi.
Pemetaan geologi dilakukan dengan membuat lintasan geologi, untuk memetakan lokasi-lokasi singkapan batu mulia dan gejala-gejala geologi lainnya.
Peralatan yang digunakan: pesawat GPS Map 76 S,  kompas geologi, palu geologi, lopue, pita ukur, kamera alat tulis-menulis.
Batu mulia  di daerah eksplorasi secara geologi terbentuk oleh intrusi batuan dasit pada batuan ultrabasa yang mengakibatkan terjadinya silifikasi oleh proses hidrothermal membentuk batu mulia.
Sebarannya merupakan   rangkaian   daerah lembah  perbukitan dan lembah sungai, berada pada ketinggian (15 – 175) m dpl, tekstur topografi sedang,   wilayahnya sebagian merupakan kawasan hutan,  dan sebagian pula merupakan kawasan budidaya dengan vegetasi pepohonan  dan semak-belukar.
Secara stratigrafi batuannya  tersusun dari batuan Ultrabasa dan Dasit serta Endapan Alluvium.
Struktur geologinya terdiri atas; sesar, dan kekar.
Endapan batu mulia di daerah eksplorasi dijumpai dalam bentuk singkapan dan bongkah dijumpai pada batuan silisifikasi dalam bentuk urat  dan bintik-bintik menyebar  serta berupa tubuh batuan  yang terdiri dari: giok, akik, krisopras, kristal kuarsa, kecubung, zircon, magnetit, opal, kalsedon, peridot, serpentinit, dan Jasfer.
Terbentuk secara primer pada batuan ultrabasa dan sekunder pada endapan Alluvium.
Batu mulia di daerah eksplorasi terdiri dari: batu permata, batu setengah batu permata, dan batuan hias atau dekorasi.
Cadangan endapan batu mulia daerah  Kamara mempunyai cadangan geologi terukur adalah 875.
000 ton dan cadangan yang dapat ditambang adalah 787.
500 ton.
Ratio lapisan penutup  0,04 m3/ton, jika produksi direncanakan 10.
000 ton/tahun, dan perolehan penambangan tambang terbuka 90 %  maka umur tambang = 78 tahun.

Related Results

Pengaruh Flexible Working Arrangement Integritas Dan Tunjangan Terhadap Kinerja Pegawai Dprd Kabupaten Barru
Pengaruh Flexible Working Arrangement Integritas Dan Tunjangan Terhadap Kinerja Pegawai Dprd Kabupaten Barru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Flexible Working Arrangement terhadap Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 2). Untuk meng...
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis  Pajak  Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19   Irlan Fery   Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
Strategi Promosi Wisata Kemuseuman di Media Sosial
Strategi Promosi Wisata Kemuseuman di Media Sosial
Abstract. The Geology Museum utilizes Instagram social media as an information and promotional medium with the Instagram account name @museum_geologi which is used as a disseminati...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...
Tinjauan Kontribusi Fosil dalam Penetapan Warisan Geologi
Tinjauan Kontribusi Fosil dalam Penetapan Warisan Geologi
Dokumen usulan penetapan situs warisan geologi dari Pemerintah Daerah Kota, Kabupaten dan Provinsi di Indonesia makin meningkat sejak beberapa tahun terakhir ini.Situs Warisan Geol...
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
: Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang di sebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwar...
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Leuwidamar dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Leuwidamar dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten
Daerah Leuwidamar memiliki lingkungan pengendapan yang beragam sehingga memerlukan pemahaman geologi lebih detail seperti pemahaman stratigrafi. Pemahaman stratigrafi masih belum t...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top