Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RITUAL BEDEKEH DAN KEPERCAYAAN SUKU AKIT DI PROVINSI RIAU

View through CrossRef
ABSTRACT Bedekeh is a medical tradition passed down from generation to generation in the Akit tribe aiming at curing a person's illness. Bedekeh ritual contains cosmological and religious ideology regarding human relationship with Akit ancestors, God and human relationship with other forces beyond human ability. This ritual is dedicated to the ancestral gods as an aid in one's treatment. The ritual is led by Batin (Bomoh or big shaman). This study employs a qualitative technique with a cultural studies approach to explore Bedekeh in the Akit tribal community in relation to Islam. The study found that in the Bedekeh ritual, when someone enters a state of trance (possessed), various spirits such as the Islamic spirit (Hantu Islam), the Malay spirit (Malay ghost), and others appeared, and then helped and communicated according to the mantra that was chanted when entering the body. The original Malay community who embraced Islam rejected the local tradition of the Bedekeh ritual because it was considered to contain animistic teachings that were shirk, idolatrous, and heretical. The people of the Akit tribe are often positioned as the outermost area (periphery) and are placed in a low position and the lowest social status. The construction of such social structures still affects the Malay community and the Muslim Malay community until today.  Keywords: Akit tribe, bedekeh, belief, cultural studies, ritual    ABSTRAK Bedekeh merupakan tradisi pengobatan yang diturunkan dari gene­rasi ke generasi pada masyarakat suku Akit dengan tujuan untuk menyem­buh­­kan penyakit pada diri seseorang. Ritual bedekeh mengandung ideologi kosmologi dan ideologi religius mengenai hubungan manusia dengan leluhur Akit, Tuhan dan keselarasan manusia dengan kekuatan-kekuatan lain di luar kemampuan jangkauan pikiran manusia. Ritual ini dipersem­bah­­kan untuk dewa-dewa leluhur yang akan dipanggil sebagai penolong dalam pengobatan seseorang yang dipimpin oleh Batin (Bomoh atau dukun besar). Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pende­katan cultural studies untuk mengungkap Bedekeh pada masyarakat suku Akit dalam kaitannya dengan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ritual Bedekeh dan dalam keadaan trance (kerasukan), maka muncul berbagai roh seperti roh Islam (Hantu Islam), roh Melayu (hantu Melayu), dan lain-lain yang membantu dan berkomunikasi sesuai dengan mantra yang dilantunkan saat memasuki tubuh Batin. Masyarakat Melayu asli yang memeluk Islam menolak tradisi lokal ritual Bedekeh karena dianggap mengandung ajaran animisme yang bersifat syirik, musrik, dan sesat. Masya­rakat suku Akit sering diposisikan sebagai area terluar (periferi) dan menempatkan pada posisi yang rendah dan derajat sosial terendah. Konstruksi struktur sosial yang demikian masih memengaruhi masyarakat Melayu dan Masyarakat Melayu Muslim hingga sekarang.  Kata kunci: bedekeh, kepercayaan, suku Akit, ritual
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Title: RITUAL BEDEKEH DAN KEPERCAYAAN SUKU AKIT DI PROVINSI RIAU
Description:
ABSTRACT Bedekeh is a medical tradition passed down from generation to generation in the Akit tribe aiming at curing a person's illness.
Bedekeh ritual contains cosmological and religious ideology regarding human relationship with Akit ancestors, God and human relationship with other forces beyond human ability.
This ritual is dedicated to the ancestral gods as an aid in one's treatment.
The ritual is led by Batin (Bomoh or big shaman).
This study employs a qualitative technique with a cultural studies approach to explore Bedekeh in the Akit tribal community in relation to Islam.
The study found that in the Bedekeh ritual, when someone enters a state of trance (possessed), various spirits such as the Islamic spirit (Hantu Islam), the Malay spirit (Malay ghost), and others appeared, and then helped and communicated according to the mantra that was chanted when entering the body.
The original Malay community who embraced Islam rejected the local tradition of the Bedekeh ritual because it was considered to contain animistic teachings that were shirk, idolatrous, and heretical.
The people of the Akit tribe are often positioned as the outermost area (periphery) and are placed in a low position and the lowest social status.
The construction of such social structures still affects the Malay community and the Muslim Malay community until today.
 Keywords: Akit tribe, bedekeh, belief, cultural studies, ritual    ABSTRAK Bedekeh merupakan tradisi pengobatan yang diturunkan dari gene­rasi ke generasi pada masyarakat suku Akit dengan tujuan untuk menyem­buh­­kan penyakit pada diri seseorang.
Ritual bedekeh mengandung ideologi kosmologi dan ideologi religius mengenai hubungan manusia dengan leluhur Akit, Tuhan dan keselarasan manusia dengan kekuatan-kekuatan lain di luar kemampuan jangkauan pikiran manusia.
Ritual ini dipersem­bah­­kan untuk dewa-dewa leluhur yang akan dipanggil sebagai penolong dalam pengobatan seseorang yang dipimpin oleh Batin (Bomoh atau dukun besar).
Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pende­katan cultural studies untuk mengungkap Bedekeh pada masyarakat suku Akit dalam kaitannya dengan Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ritual Bedekeh dan dalam keadaan trance (kerasukan), maka muncul berbagai roh seperti roh Islam (Hantu Islam), roh Melayu (hantu Melayu), dan lain-lain yang membantu dan berkomunikasi sesuai dengan mantra yang dilantunkan saat memasuki tubuh Batin.
Masyarakat Melayu asli yang memeluk Islam menolak tradisi lokal ritual Bedekeh karena dianggap mengandung ajaran animisme yang bersifat syirik, musrik, dan sesat.
Masya­rakat suku Akit sering diposisikan sebagai area terluar (periferi) dan menempatkan pada posisi yang rendah dan derajat sosial terendah.
Konstruksi struktur sosial yang demikian masih memengaruhi masyarakat Melayu dan Masyarakat Melayu Muslim hingga sekarang.
 Kata kunci: bedekeh, kepercayaan, suku Akit, ritual.

Related Results

KEKERABATAN BAHASA AKIT DAN DUANU: KAJIAN LEKSIKOSTATISTIK
KEKERABATAN BAHASA AKIT DAN DUANU: KAJIAN LEKSIKOSTATISTIK
This study aims to find the kindship relation between Akit language and Duanu language in Riau Province. Data was in the form of Swadesh vocabulary list of eight regional languages...
SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU
SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU
Skripsi ini berjudul Sinkretisme dalam Perilaku Keagaman Suku Akik dikecamatan Pulau Merbau Kabupaten kepulauan meranti provinsi riau. Keanekaragaman Suku bangsa dengan budayanya d...
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Bahasa merupakan aspek terpenting dalam hidup setiap individu. Bahasa adalah sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Dengan m...
İslam Borçlar Hukukunda Akit Meclisinin Aşamaları
İslam Borçlar Hukukunda Akit Meclisinin Aşamaları
Bu makalede İslam borçlar hukukunda akdin in’ikad şartlarından biri olan akit meclisi, Hanefî mezhebi özelinde incelenmiştir. İrade beyanlarının sahih biçimde bağ oluşturmasını sağ...
İslam Borçlar Hukukunda Akit Meclisinin Aşamaları
İslam Borçlar Hukukunda Akit Meclisinin Aşamaları
Bu makalede İslam borçlar hukukunda akdin in’ikad şartlarından biri olan akit meclisi, Hanefî mezhebi özelinde incelenmiştir. İrade beyanlarının sahih biçimde bağ oluşturmasını sağ...
Symbolic Interactionism in Ceremonies of Ritual Medicine in Malay Society in Riau Province
Symbolic Interactionism in Ceremonies of Ritual Medicine in Malay Society in Riau Province
The purpose of this study is to describe the symbolic interactions in the ritual ceremonies of medical treatment in Riau Province and the symbolic meanings of ritual ceremonies in ...
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Salah satu keanekaragaman yang dimiliki Indonesia yaitu terdapatnya beragam suku. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hin...
RITUAL LODONG ANA : PENGUKUHAN MARGA ANAK SUKU LIWUN DI DESA BALUKHERING KECAMATAN LEWOLEMA KABUPATEN FLORES TIMUR
RITUAL LODONG ANA : PENGUKUHAN MARGA ANAK SUKU LIWUN DI DESA BALUKHERING KECAMATAN LEWOLEMA KABUPATEN FLORES TIMUR
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses ritual Lodong Ana sebagai pengukuhan marga anak suku Liwun di Desa Balukhering Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores ...

Back to Top