Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA TEKNIS PEMBANGUNAN SHIP RECYCLING YARD DI INDONESIA

View through CrossRef
Perencanaan pengembangan konektivitas melalui penerapan tol laut memunculkan gagasan untuk menambah dan meremajakan armada kapal nasional. Salah satu target diterapkan pada kapal tua yang perlu diganti dengan yang baru. Kapal yang pada kondisi masa akhir operasi dan pada akhirnya tidak digunakan lagi dalam kegiatan operasi pelayaran dapat dilakukan kegiatan daur ulang. Dimana kegiatan daur ulang kapal adalah kegiatan pemotongan dan penghancuran kapal yang tidak digunakan lagi dengan aman dan berwawasan lingkungan (Green Ship Recycling). Kondisi kekinian industri daur ulang kapal nasional perlu dikembangkan karena masih menggunakan fasilitas sederhana yang tidak ramah lingkungan dan tidak memperhatikan keselamatan pekerja. Untukmelakukan pengembangan Ship Breaking Yard menjadi Green Ship Recycling Yard, yang sesuai dengan aturan IMO diperlukan pengembangan dalam hal: fasilitas dan teknologi penanganan material dan layout. Pemilihan fasilitas dan teknologi dilakukan dengan menggunakan metode fuzzy AHP sendangkan pemodelan layout dengan mempertimbangkan aturan IMO dan juga kondisi existing dari ship breaking yard. Hasil dari penelitianini: potensi pasar Ship Recycling di Indonesia sangat besar. Hal in dapat dilihat dari jumlah kapal dengan lifetime diatas 25 tahun sebanyak 1.404 unit dari 6.663 unit yang terdaftar di BKI, jumlah kapal ini seharusnya harus tidak beroprasi lagi. Sendangkan untuk pemilihan teknologi ship recycling yard sebagia berikut: docking menggunakan slipway dengan Interval Value 0,3933; Deacoating menggunakan Dry Ice dengan Interval Value 0,3351; Cutting dengan Oxy-accetylene dengan Interval Value 0,5487 dan Material Handling dengan Cawler crane dengan Interval Value 0,5512. Sendangkan untuk layout didesain untuk kapal dengan kapasitas 2.500 GT berlokasi di Kamal – Kabupaten Bangkalan, Madura. Aktivitas pemisahan bahan berbahaya dan tempat pembuangan-nya dalam layout ship recycling yard menjadi hal yang harus diutamakan, karena hal ini sangat kurang diperhatikan pada ship recycling yard di Indonesia
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Title: ANALISA TEKNIS PEMBANGUNAN SHIP RECYCLING YARD DI INDONESIA
Description:
Perencanaan pengembangan konektivitas melalui penerapan tol laut memunculkan gagasan untuk menambah dan meremajakan armada kapal nasional.
Salah satu target diterapkan pada kapal tua yang perlu diganti dengan yang baru.
Kapal yang pada kondisi masa akhir operasi dan pada akhirnya tidak digunakan lagi dalam kegiatan operasi pelayaran dapat dilakukan kegiatan daur ulang.
Dimana kegiatan daur ulang kapal adalah kegiatan pemotongan dan penghancuran kapal yang tidak digunakan lagi dengan aman dan berwawasan lingkungan (Green Ship Recycling).
Kondisi kekinian industri daur ulang kapal nasional perlu dikembangkan karena masih menggunakan fasilitas sederhana yang tidak ramah lingkungan dan tidak memperhatikan keselamatan pekerja.
Untukmelakukan pengembangan Ship Breaking Yard menjadi Green Ship Recycling Yard, yang sesuai dengan aturan IMO diperlukan pengembangan dalam hal: fasilitas dan teknologi penanganan material dan layout.
Pemilihan fasilitas dan teknologi dilakukan dengan menggunakan metode fuzzy AHP sendangkan pemodelan layout dengan mempertimbangkan aturan IMO dan juga kondisi existing dari ship breaking yard.
Hasil dari penelitianini: potensi pasar Ship Recycling di Indonesia sangat besar.
Hal in dapat dilihat dari jumlah kapal dengan lifetime diatas 25 tahun sebanyak 1.
404 unit dari 6.
663 unit yang terdaftar di BKI, jumlah kapal ini seharusnya harus tidak beroprasi lagi.
Sendangkan untuk pemilihan teknologi ship recycling yard sebagia berikut: docking menggunakan slipway dengan Interval Value 0,3933; Deacoating menggunakan Dry Ice dengan Interval Value 0,3351; Cutting dengan Oxy-accetylene dengan Interval Value 0,5487 dan Material Handling dengan Cawler crane dengan Interval Value 0,5512.
Sendangkan untuk layout didesain untuk kapal dengan kapasitas 2.
500 GT berlokasi di Kamal – Kabupaten Bangkalan, Madura.
Aktivitas pemisahan bahan berbahaya dan tempat pembuangan-nya dalam layout ship recycling yard menjadi hal yang harus diutamakan, karena hal ini sangat kurang diperhatikan pada ship recycling yard di Indonesia.

Related Results

Integrating Ship Recycling Facility into Existing Shipyard: A Study of Malaysian Shipyard
Integrating Ship Recycling Facility into Existing Shipyard: A Study of Malaysian Shipyard
Ship recycling in Malaysia is an unknown business as no dedicated ship recycling yard is currently operated in this country. Most Malaysian shipowners send their end-of-life (EOL) ...
Associations between the home yard and preschoolers’ outdoor play and physical activity
Associations between the home yard and preschoolers’ outdoor play and physical activity
Objectives and importance of study: Young children’s outdoor play mostly occurs within the home-yard space, yet the influence of the home yard on preschoolers’ ...
Design and Optimization for Ship Structure Based on Knowledge-Based Engineering
Design and Optimization for Ship Structure Based on Knowledge-Based Engineering
It is always pursued that the excellent ship structure is rapidly designed and modified on the premise of ensuring security in ship engineering. In this paper, design and optimizat...
Connecting Ship Operation and Architecture in Ship Design Processes
Connecting Ship Operation and Architecture in Ship Design Processes
It is challenging to deal with the operation of ships by crew members in ship design processes. This is important because the efficiency and safety of ship operations ultimately de...
A Gap Analysis of Ship-Recycling Practices in Indonesia
A Gap Analysis of Ship-Recycling Practices in Indonesia
Ship recycling is gaining attention in Indonesia due to the increase in end-of-life ships and uneconomical nationally flagged ships, and is considered a prospective source of econo...
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
Pembangunan merupakan usaha sadar dari masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya adalah hal yang wajar dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya sendiri. Sayangnya...

Back to Top