Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DEKOMPOSER ALAMI BERBAHAN LIMBAH SAYUR DENGAN PENAMBAHAN WHEY KEJU SEBAGAI SUMBER PROTEIN

View through CrossRef
Timbunan limbah sayuran yang tidak terkendalikan dapat berdampak negatif yang akan memengaruhi berbagai segi kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak penelitian yang menggunakan limbah sayur sebagai bahan baku pembuatan pupuk dengan menambahkan EM4 sebagai sumber mikroorganisme pendegradasi. Penggunaan EM4 sebagai sumber mikroorganisme bisa digantikan dengan mikroorganisme lokal dari campuran limbah sayur kubis, whey keju, molase, bekatul dan air kelapa. Untuk itu dalam penelitian ini digunakan limbah sayuran yaitu kubis, dengan variasi waktu fermentasi dan rasio limbah kubis dan whey keju sebagai decomposer alami dari campuran limbah sayuran dan whey keju ini diproses secara fermentasi sehingga dapat digunakan sebagai sumber mikroorganisme dalam pembuatan pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pengaruh waktu fermentasi dan pengaruh rasio dalam proses pembuatan decomposer alami dari limbah sayur kubis dan whey keju. Pada penelitian ini digunakan rasio 30:70; 20:80; 10:90; 0:100 pada campuran whey keju dan limbah sayur kubis (WLs) dengan waktu fermentasi selama 7, 14, 21 hari. Dari hasil analisa kadar Nitrogen diperoleh bahwa hasil tertinggi terdapat pada rasio WLs 20:80 sebesar 1,54 dengan waktu fermentasi 14 hari, sedangkan pada analisa kadar Fosfor diperoleh hasil tertinggi dengan rasio WLs 10:90 sebesar 0,77 pada waktu fermentasi 21 hari serta pada analisa kadar Kalium diperoleh hasil tertinggi dengan rasio WLs 30:70 sebesar 0,41 pada waktu fermentasi 21 hari. Sementara pada hasil analisa identifikasi dan jumlah mikroorganisme menunjukkan bahwa pembuatan larutan decomposer alami dengan waktu fermentasi 7 hari mengandung 1 jenis isolat bakteri asam laktat yaitu Bacillus subtilis serta tidak adanya bakteri patogen seperti E.coli dan salmonella dan didapatkan jumlah koloni mikroorganisme paling sedikit pada variabel WLs 20:80 yaitu sebesar 15 × 104 koloni/100 mL.    
Title: DEKOMPOSER ALAMI BERBAHAN LIMBAH SAYUR DENGAN PENAMBAHAN WHEY KEJU SEBAGAI SUMBER PROTEIN
Description:
Timbunan limbah sayuran yang tidak terkendalikan dapat berdampak negatif yang akan memengaruhi berbagai segi kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Banyak penelitian yang menggunakan limbah sayur sebagai bahan baku pembuatan pupuk dengan menambahkan EM4 sebagai sumber mikroorganisme pendegradasi.
Penggunaan EM4 sebagai sumber mikroorganisme bisa digantikan dengan mikroorganisme lokal dari campuran limbah sayur kubis, whey keju, molase, bekatul dan air kelapa.
Untuk itu dalam penelitian ini digunakan limbah sayuran yaitu kubis, dengan variasi waktu fermentasi dan rasio limbah kubis dan whey keju sebagai decomposer alami dari campuran limbah sayuran dan whey keju ini diproses secara fermentasi sehingga dapat digunakan sebagai sumber mikroorganisme dalam pembuatan pupuk organik cair (POC).
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pengaruh waktu fermentasi dan pengaruh rasio dalam proses pembuatan decomposer alami dari limbah sayur kubis dan whey keju.
Pada penelitian ini digunakan rasio 30:70; 20:80; 10:90; 0:100 pada campuran whey keju dan limbah sayur kubis (WLs) dengan waktu fermentasi selama 7, 14, 21 hari.
Dari hasil analisa kadar Nitrogen diperoleh bahwa hasil tertinggi terdapat pada rasio WLs 20:80 sebesar 1,54 dengan waktu fermentasi 14 hari, sedangkan pada analisa kadar Fosfor diperoleh hasil tertinggi dengan rasio WLs 10:90 sebesar 0,77 pada waktu fermentasi 21 hari serta pada analisa kadar Kalium diperoleh hasil tertinggi dengan rasio WLs 30:70 sebesar 0,41 pada waktu fermentasi 21 hari.
Sementara pada hasil analisa identifikasi dan jumlah mikroorganisme menunjukkan bahwa pembuatan larutan decomposer alami dengan waktu fermentasi 7 hari mengandung 1 jenis isolat bakteri asam laktat yaitu Bacillus subtilis serta tidak adanya bakteri patogen seperti E.
coli dan salmonella dan didapatkan jumlah koloni mikroorganisme paling sedikit pada variabel WLs 20:80 yaitu sebesar 15 × 104 koloni/100 mL.
   .

Related Results

Karakteristik Keju Lunak dengan Kultur Tunggal dan Campuran Lactobacillus rhamnosus dan Pediococcus pentosaceus pada Penyimpanan Dingin
Karakteristik Keju Lunak dengan Kultur Tunggal dan Campuran Lactobacillus rhamnosus dan Pediococcus pentosaceus pada Penyimpanan Dingin
Keju sebagai salah satu produk susu yang jenisnya sangat bervariasi, salah satunya keju lunak. Penambahan kultur bakteri asam laktat akan menghasilkan keju yang berpotensi sebagai ...
A Preliminary Study of Cheese With Different Pasteurization Methods
A Preliminary Study of Cheese With Different Pasteurization Methods
Daulay, D. (1991). Fermentasi keju. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Ana, E.S. (2017). Uji kadar lemak keju cheddar dengan variasi bahan ba...
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
Analisis Profit dan Strategi Pemasaran pada Usaha Dagang Pisang Keju di Banjarbaru
Analisis Profit dan Strategi Pemasaran pada Usaha Dagang Pisang Keju di Banjarbaru
Pisang keju sebagai salah satu produk olahan umumnya dijual dipinggir jalan, sehingga perlu strategi pemasaran agar terjadi peningkatan jumlah yang dipasarkan. Penelitian ini memil...
Value addition to acid whey from greek yogurt processing with millets (kodo and proso) for development of nutritious food products
Value addition to acid whey from greek yogurt processing with millets (kodo and proso) for development of nutritious food products
[EMBARGOED UNTIL 12/1/2023] The disconnect between massive demand and abundant supply of food has resulted in millions of people suffering from hunger and billion metric tons of fo...
Analisis Model Bisnis Keju Kraft
Analisis Model Bisnis Keju Kraft
Bisnis makanan keju kraft merupakan pelopor keju olahan yang berbasis di Amerika Serikatmengalami kenaikan (rise) bahkan di masa pandemic COVID-19. Namun bisnis keju kraft tidak be...
7 th International Symposium on Enabling Technologies for Life Sciences (ETP)
7 th International Symposium on Enabling Technologies for Life Sciences (ETP)
The seventh in the series of ETP Symposia (see Rapid Communications in Mass Spectrometry 2012, 26 , ...
ANALISA KUALITAS SALA KEJU
ANALISA KUALITAS SALA KEJU
Peningkatan jumlah wisatawan dapat dilakukan dengan peningkatan variasi olahan kuliner daerah wisata tersebut, seperti sala lauak di Pariaman Sumatera Barat. Variasi sala lauak dap...

Back to Top