Javascript must be enabled to continue!
Wahdah Al-Adyan Perspektif Filsafat Perenial Dan Tasawuf
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi keberagaman agama manusia yang menjadi fenomena yang niscaya yang sering kali mendatangkan tantangan berupa konflik dan perpecahan antar umat beragama. Untuk menghindari perpecahan dibutuhkan gagasan mengenai titik temu agama-agama yang dalam hal ini sering disebut Wahdah Al-Adyan. Wahdah Al-Adyan adalah konsep mengenai persatuan agama yang dalam filsafat dibahas dalam filsafat perennial dan dalam ilmu keislaman dibahas dalam tasawuf. Melalui kacamata tasawuf dan filsafat, penulis berusaha menguraikan konsep Wahdah Al-Adyan yang kemudian penulis membuat penelitian dengan judul “Wahdah Al-Adyan Perspektif Filsafat Perenial dan Tasawuf” yang membahas pengertian filsafat perenial dan tasawuf, pengertian Wahdah Al-Wujud, dan konsep Wahdah Al-Wujud perspektif filsafat perenial dan tasawuf. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa filsafat perenial dan tasawuf sepakat bahwa kesatuan agama atau titik temu agama terletak pada sisi esoterik agama yang sama-sama bertujuan menuju, menyembah, dan mengabdi kepada Tuhan. Perbedaan dalam agama hanya terletak pada kulit luar atau sisi eksoterik agama. Wahdah Al-Adyan bertujuan untuk mengembangkan sikap toleran, saling menghargai, dan saling menghormati antar pemeluk agama. Bukan bertujuan menyatukan agama atau membenarkan semua agama yang ada tanpa pandang bulu. Wahdah Al-Adyan memandang sebuah agama benar adalah agama yang sesuai dengan perintah penciptaan dan perintah kewajiban yang merupakan wahyu dari Tuhan yang disampaikan oleh para Nabi yang menjamin keselamatan dan kebahagiaan para pemeluknya.
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Title: Wahdah Al-Adyan Perspektif Filsafat Perenial Dan Tasawuf
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi keberagaman agama manusia yang menjadi fenomena yang niscaya yang sering kali mendatangkan tantangan berupa konflik dan perpecahan antar umat beragama.
Untuk menghindari perpecahan dibutuhkan gagasan mengenai titik temu agama-agama yang dalam hal ini sering disebut Wahdah Al-Adyan.
Wahdah Al-Adyan adalah konsep mengenai persatuan agama yang dalam filsafat dibahas dalam filsafat perennial dan dalam ilmu keislaman dibahas dalam tasawuf.
Melalui kacamata tasawuf dan filsafat, penulis berusaha menguraikan konsep Wahdah Al-Adyan yang kemudian penulis membuat penelitian dengan judul “Wahdah Al-Adyan Perspektif Filsafat Perenial dan Tasawuf” yang membahas pengertian filsafat perenial dan tasawuf, pengertian Wahdah Al-Wujud, dan konsep Wahdah Al-Wujud perspektif filsafat perenial dan tasawuf.
Hasil dari penelitian ditemukan bahwa filsafat perenial dan tasawuf sepakat bahwa kesatuan agama atau titik temu agama terletak pada sisi esoterik agama yang sama-sama bertujuan menuju, menyembah, dan mengabdi kepada Tuhan.
Perbedaan dalam agama hanya terletak pada kulit luar atau sisi eksoterik agama.
Wahdah Al-Adyan bertujuan untuk mengembangkan sikap toleran, saling menghargai, dan saling menghormati antar pemeluk agama.
Bukan bertujuan menyatukan agama atau membenarkan semua agama yang ada tanpa pandang bulu.
Wahdah Al-Adyan memandang sebuah agama benar adalah agama yang sesuai dengan perintah penciptaan dan perintah kewajiban yang merupakan wahyu dari Tuhan yang disampaikan oleh para Nabi yang menjamin keselamatan dan kebahagiaan para pemeluknya.
Related Results
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
AbastrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan tasawuf dari sisi ontologi, epistemologi dan axiologinya. Namun, karena tasawuf fi Indonesia memiliki karakteristik tersendiri diban...
Pertemuan Agung Filsafat dan Tasawuf
Pertemuan Agung Filsafat dan Tasawuf
Salah satu penyebab kemunduran islam adalah jauhnya umat islam dari pengetahuan filsafat dan tasawuf. Dampak dari menjauhi filsafat, umat islam mundur dalam pengetahuan sain, sehin...
Dialektika Filsafat Islam Sufistik Wujuddiyah Di Indonesia
Dialektika Filsafat Islam Sufistik Wujuddiyah Di Indonesia
The first Islamic philosophy that emerged in Indonesia was the Islamic philosophy that had been linked to Sufism, or Sufistic Islamic philosophy, namely Islamic philosophy in Sufis...
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
ABSTRAK
Tasawuf adalah jalan atau cara (??????) yang ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri pada Allah Swt., sedekat mungkin dengan membersihkan diri dari pel...
Hukum Pemanfaatan Dana Zakat untuk Melaksanakan Pernikahan Massal (Studi Kasus Wahdah Inspirasi Zakat Wahdah Islamiyah Makassar)
Hukum Pemanfaatan Dana Zakat untuk Melaksanakan Pernikahan Massal (Studi Kasus Wahdah Inspirasi Zakat Wahdah Islamiyah Makassar)
This study aims to: 1) find out how the mechanism for utilizing zakat funds for jama'i/e.g. weddings: 2) find out to what extent the use of zakat funds for mass weddings/jama'i is ...
Paul Livingston and Andrew Cutrofello, The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated, Cambridge (UK) and Malden (USA): Polity Press, 2015, x + 230 hlm.
Paul Livingston and Andrew Cutrofello, The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated, Cambridge (UK) and Malden (USA): Polity Press, 2015, x + 230 hlm.
Buku berjudul The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated patut dibaca untuk memahami perdebatan dalam filsafat kontemporer. Buku ini ditulis ole...
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Filsafat Ilmu merupakan salah satu cabang khusus dari Filsafat yang memiliki kedudukan dan posisi yang strategis dalam membangun paradigma ilmu di Indonesia. Penelitian ini akan me...

