Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan Sistem Musyarakah dalam Pengelolaan Hutan Lindung di Desa Sukamaju Kec. Cilawu Kab. Garut
View through CrossRef
Abstract. This research is riven by legal uncertainty regarding the use of protected forest as both economic and ecologicalresources, especially in Sukamaju Village where communities rely on these forests. Profit-sharing often triggers disputes in forest use agreements. Therefore, this study proposes the Musyarakah contract as a solution to improve cooperation systems by aligning them with both positive law and Islamic principles. The research aims to analyze forest management policies issued by the Ministry of Forestry and assess the validity of Musyarakah contracts in profit-sharing practices. The study uses a qualitative method with a juridical-empirical approach, supported by a legal framework comprising Law No. 41 of 1999, PP No. 23 of 2021, and Permen LHK No. 4 of 2023, along with muamalah fiqh and maqashid sharia. Findings reveal that forest management by LPHD and the community complies with legal norms. The Musyarakah system, based on profit-sharing ratios, is relevant and applicable in agreements involving protected forest use. This model embodies fairness, participation, and shared responsibility. In conclusion, Musyarakah-based forest management in Sukamaju is legally and sharia-compliant, promoting both economic empowerment and environmental sustainability.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakpastian hukum terkait pemanfaatan hutan lindung sebagai sumber daya ekonomi dan ekologi, khususnya di Desa Sukamaju yang sangat bergantung pada hutan tersebut. Pembagian hasil sering menimbulkan sengketa dalam perjanjian pemanfaatan hutan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan akad Musyarakah sebagai solusi untuk memperbaiki sistem kerja sama dengan menyesuaikannya terhadap hukum positif dan prinsip-prinsip syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan pengelolaan hutan oleh Kementerian Kehutanan dan mengkaji keabsahan akad Musyarakah dalam praktik bagi hasil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris, serta kerangka hukum yang meliputi UU No. 41 Tahun 1999, PP No. 23 Tahun 2021, dan Permen LHK No. 4 Tahun 2023, dipadukan dengan fikih muamalah dan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan oleh LPHD dan masyarakat telah sesuai dengan norma hukum. Sistem Musyarakah berbasis nisbah relevan diterapkan dalam perjanjian pemanfaatan hutan lindung. Model ini mencerminkan keadilan, partisipasi, dan tanggung jawab bersama. Kesimpulannya, pengelolaan hutan lindung di Desa Sukamaju melalui akad Musyarakah sah secara hukum dan syariah, serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Tinjauan Sistem Musyarakah dalam Pengelolaan Hutan Lindung di Desa Sukamaju Kec. Cilawu Kab. Garut
Description:
Abstract.
This research is riven by legal uncertainty regarding the use of protected forest as both economic and ecologicalresources, especially in Sukamaju Village where communities rely on these forests.
Profit-sharing often triggers disputes in forest use agreements.
Therefore, this study proposes the Musyarakah contract as a solution to improve cooperation systems by aligning them with both positive law and Islamic principles.
The research aims to analyze forest management policies issued by the Ministry of Forestry and assess the validity of Musyarakah contracts in profit-sharing practices.
The study uses a qualitative method with a juridical-empirical approach, supported by a legal framework comprising Law No.
41 of 1999, PP No.
23 of 2021, and Permen LHK No.
4 of 2023, along with muamalah fiqh and maqashid sharia.
Findings reveal that forest management by LPHD and the community complies with legal norms.
The Musyarakah system, based on profit-sharing ratios, is relevant and applicable in agreements involving protected forest use.
This model embodies fairness, participation, and shared responsibility.
In conclusion, Musyarakah-based forest management in Sukamaju is legally and sharia-compliant, promoting both economic empowerment and environmental sustainability.
Abstrak.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakpastian hukum terkait pemanfaatan hutan lindung sebagai sumber daya ekonomi dan ekologi, khususnya di Desa Sukamaju yang sangat bergantung pada hutan tersebut.
Pembagian hasil sering menimbulkan sengketa dalam perjanjian pemanfaatan hutan.
Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan akad Musyarakah sebagai solusi untuk memperbaiki sistem kerja sama dengan menyesuaikannya terhadap hukum positif dan prinsip-prinsip syariah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan pengelolaan hutan oleh Kementerian Kehutanan dan mengkaji keabsahan akad Musyarakah dalam praktik bagi hasil.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris, serta kerangka hukum yang meliputi UU No.
41 Tahun 1999, PP No.
23 Tahun 2021, dan Permen LHK No.
4 Tahun 2023, dipadukan dengan fikih muamalah dan maqashid syariah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan oleh LPHD dan masyarakat telah sesuai dengan norma hukum.
Sistem Musyarakah berbasis nisbah relevan diterapkan dalam perjanjian pemanfaatan hutan lindung.
Model ini mencerminkan keadilan, partisipasi, dan tanggung jawab bersama.
Kesimpulannya, pengelolaan hutan lindung di Desa Sukamaju melalui akad Musyarakah sah secara hukum dan syariah, serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Pemilihan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Potensial dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Lindung (Studi Kasus Kawasan Hutan Lindung KPHL Rinjani Barat, Nusa Tenggara Barat)
Salah satu strategi dalam upaya rehabilitasi hutan lindung adalah pemilihan jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang tepat. Selain sesuai dengan lokasi yang akan direhabilitasi, je...
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah mengakibatkan peningkatan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Menyadari bahwa jumlah lahan yang tersedia relatif tetap dan tidak seban...
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020
Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan Lindung KPHL Ampang Yang berlokasi di Desa Jotang Beru dengan tujuan : mengidentifikasi Jenis vegetasi tingkat pohon dan tumbuhan bawa...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
KEANEKARAGAMAN VEGETASI DI KAWASAN HUTAN LINDUNG “SUMBER UBALAN”
KEANEKARAGAMAN VEGETASI DI KAWASAN HUTAN LINDUNG “SUMBER UBALAN”
Keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia sangatlah beragam dan sangatlah tinggi. Keanekaragaman hayati tersebut diantaranya ialah keanekaragaman dari tumbuhan yang tersebar...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...

