Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus E. Geoffroy 1812) di Areal Hutan Sekunder KPH Kuningan

View through CrossRef
Populasi primata di Indonesia terus mengalami penurunan, salah satunya adalah lutung jawa. IUCN menyatakan lutung jawa dalam kategori Vulnerable (Rentan), yang berarti sedang menghadapi resiko tinggi kepunahan di alam liar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis vegetasi yang digunakan lutung jawa, serta faktor lingkungan nya. Metode yang digunakan adalah explorasi untuk keberadaan lutung jawa, garis berpetak untuk data vegetasi, pengukuran langsung untuk peubah faktor lingkungan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian memperoleh hasil bahwa vegetasi habitat adalah vegetasi heterogen (campuran). Pohon-pohon besar yang digunakan untuk berlindung adalah putat, sebagai sumber pakan adalah dangdeur, dan sebagai pohon tidur adalah benda.  Total jenis pohon yang dijumpai sebanyak 25 jenis, dengan Indeks Nilai Penting (INP) terbesar adalah tisuk sebesar 28%.  Ketinggian tempat berkisar antara 325–495 mdpl. Suhu lokasi mencapai 23,2oC – 27,4oC, dengan kelembaban berkisar 79% - 99%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem hutan alam di Desa Tundagan masih berfungsi sebagai habitat lutung sehingga perlu dijaga.
Title: Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus E. Geoffroy 1812) di Areal Hutan Sekunder KPH Kuningan
Description:
Populasi primata di Indonesia terus mengalami penurunan, salah satunya adalah lutung jawa.
IUCN menyatakan lutung jawa dalam kategori Vulnerable (Rentan), yang berarti sedang menghadapi resiko tinggi kepunahan di alam liar.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis vegetasi yang digunakan lutung jawa, serta faktor lingkungan nya.
Metode yang digunakan adalah explorasi untuk keberadaan lutung jawa, garis berpetak untuk data vegetasi, pengukuran langsung untuk peubah faktor lingkungan.
Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Penelitian memperoleh hasil bahwa vegetasi habitat adalah vegetasi heterogen (campuran).
Pohon-pohon besar yang digunakan untuk berlindung adalah putat, sebagai sumber pakan adalah dangdeur, dan sebagai pohon tidur adalah benda.
  Total jenis pohon yang dijumpai sebanyak 25 jenis, dengan Indeks Nilai Penting (INP) terbesar adalah tisuk sebesar 28%.
  Ketinggian tempat berkisar antara 325–495 mdpl.
Suhu lokasi mencapai 23,2oC – 27,4oC, dengan kelembaban berkisar 79% - 99%.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem hutan alam di Desa Tundagan masih berfungsi sebagai habitat lutung sehingga perlu dijaga.

Related Results

TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Sumatera Barat merupakan salah satu KPH Model yang dibentuk oleh pemerintah. KPH dibentuk untuk memastikan pengelolaan hutan tetap lestari dan b...
Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus E. Geoffroy 1812) di Areal Hutan Sekunder KPH Kuningan
Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus E. Geoffroy 1812) di Areal Hutan Sekunder KPH Kuningan
Populasi primata di Indonesia terus mengalami penurunan, salah satunya adalah lutung jawa. IUCN menyatakan lutung jawa dalam kategori Vulnerable (Rentan), yang berarti sedang mengh...
BENTUK INTERAKSI INTRASPESIFIK LUTUNG BUDENG (Trachypithecus auratus) DI KAWASAN HUTAN ADINUSO KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG
BENTUK INTERAKSI INTRASPESIFIK LUTUNG BUDENG (Trachypithecus auratus) DI KAWASAN HUTAN ADINUSO KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG
Lutung Budeng merupakan jenis asli (endemik) Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi intraspesifik yang dilakukan individu Lutung Budeng (Trachypithec...
Legal Policies on Welfare Approaches in Forest Management in Indonesia: : Policy Study at Perum Perhutani KPH Saradan
Legal Policies on Welfare Approaches in Forest Management in Indonesia: : Policy Study at Perum Perhutani KPH Saradan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan Perum Perhutani KPH Saradan dalam mengadopsi kebijakan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) sebagai kebijakan kehutanan den...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
Penegakan Hukum Dalam Perlindungan Hutan oleh Polisi Hutan di Wilayah Kph Bali Barat Kabupaten Jembrana
Penegakan Hukum Dalam Perlindungan Hutan oleh Polisi Hutan di Wilayah Kph Bali Barat Kabupaten Jembrana
Upaya pemerintah dalam terlindungnya hutan di negara ini tentu harus menggunakan sistem penegakan hukum yang memadai, dengan memberikan peringatan tegas berupa sanksi jika ada yang...
Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam Pelaksanaan Program Perhutanan Sosial oleh Mitra
Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam Pelaksanaan Program Perhutanan Sosial oleh Mitra
Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) mempunyai mandat untuk dapat menjaga kelestarian hutan sekaligus mempertahan fungsinya. Adanya tanggung jawab yang demikian berat ini tentu harus di...
The economic impact of agroforestry practice in production forest areas, Сentral Java province, Indonesia
The economic impact of agroforestry practice in production forest areas, Сentral Java province, Indonesia
The concept of Joint Community Forest Management in Indonesia is an effort to involve communities in forest management through agroforestry to support forest sustainability. Agrofo...

Back to Top