Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tinjauan Kriminologis Pola Penjualan Kosmetik Illegal di Kota Bima

View through CrossRef
Penjualan kosmetik ilegal  di Indonesia sangat berkembang pesat, lebih khususnya di Wilayah Kota Bima. Berbagai cara dilakukan para pelaku usaha untuk meraup banyak keuntungan, salah satunya dengan memproduksi dan memperdagangkan kosmetik ilegal. Produk kosmetik ilegal merupakan produk yang tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi   syarat   peredaran   sediaan  farmasi   dan   alat   kesehatan dan/atau  kosmetika berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 1998. Produk kosmetik illegal ini tentu dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Efek samping kosmetik menimbulkan kekhawatiran pengguna kosmetik yang tetap ingin menjaga penampilan mereka.  Adapun rumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah:  1)  Apakah  faktor penyebab  terjadinya  penjualan  kosmetik  ilegal  secara bebas  di Kota Bima?  2)  Bagaimana  peran  Loka  Pengawas  Obat  dan  Makanan  (POM) dalam mengawasi penjualan kosmetik illegal di Kota Bima? 3) Apakah akibat hukum bagi pelaku usaha yang menjual kosmetik illegal secara bebas?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum Empiris atau disebut penelitian lapangan. Penelitian ini didukung dengan data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kesulitan ekonomi, banyaknya permintaan, ingin meraup banyak keuntungan serta kurangnya pengawasan menjadi faktor penyebab terjadinya penjualan kosmetik ilegal secara bebas. Sedangkan peran Loka POM yaitu melakukan pengawasan secara berkala serta melakukan uji sampling kandungan kosmetik berdasarkan analisa resiko. Adapun sanksi hukum bagi pelaku usaha yang menjual kosmetik ilegal yaitu sanksi administratif, saknsi pidana dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, dan sanksi perdata
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum - STIH - Muhammadiyah Bima
Title: Tinjauan Kriminologis Pola Penjualan Kosmetik Illegal di Kota Bima
Description:
Penjualan kosmetik ilegal  di Indonesia sangat berkembang pesat, lebih khususnya di Wilayah Kota Bima.
Berbagai cara dilakukan para pelaku usaha untuk meraup banyak keuntungan, salah satunya dengan memproduksi dan memperdagangkan kosmetik ilegal.
Produk kosmetik ilegal merupakan produk yang tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi   syarat   peredaran   sediaan  farmasi   dan   alat   kesehatan dan/atau  kosmetika berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 1998.
Produk kosmetik illegal ini tentu dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Efek samping kosmetik menimbulkan kekhawatiran pengguna kosmetik yang tetap ingin menjaga penampilan mereka.
  Adapun rumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah:  1)  Apakah  faktor penyebab  terjadinya  penjualan  kosmetik  ilegal  secara bebas  di Kota Bima?  2)  Bagaimana  peran  Loka  Pengawas  Obat  dan  Makanan  (POM) dalam mengawasi penjualan kosmetik illegal di Kota Bima? 3) Apakah akibat hukum bagi pelaku usaha yang menjual kosmetik illegal secara bebas?.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum Empiris atau disebut penelitian lapangan.
Penelitian ini didukung dengan data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kesulitan ekonomi, banyaknya permintaan, ingin meraup banyak keuntungan serta kurangnya pengawasan menjadi faktor penyebab terjadinya penjualan kosmetik ilegal secara bebas.
Sedangkan peran Loka POM yaitu melakukan pengawasan secara berkala serta melakukan uji sampling kandungan kosmetik berdasarkan analisa resiko.
Adapun sanksi hukum bagi pelaku usaha yang menjual kosmetik ilegal yaitu sanksi administratif, saknsi pidana dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, dan sanksi perdata.

Related Results

PERDAGANGAN ILEGAL DALAM PRINSIP KAIDAH MAṢLAḤAH MAFSADAH (STUDI ANALITIS DALAM PENJUALAN PRODUK KECANTIKAN)
PERDAGANGAN ILEGAL DALAM PRINSIP KAIDAH MAṢLAḤAH MAFSADAH (STUDI ANALITIS DALAM PENJUALAN PRODUK KECANTIKAN)
Abstract Beauty and cosmetics have become one of the important aspects of modern society. The increasing need for beauty products, as well as the lack of government awareness of th...
Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kosmetik Berbasis Web
Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kosmetik Berbasis Web
Sistem informasi penjualan kosmetik berbasis web merupakan sistem informasi yang menawarkan produk kosmetik. Namun, banyak situs web yang hanya menjual kosmetik, tetapi tidak memen...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
Judul penelitian ini adalah : “Implementasi Kebijakan Revitalisasi Kota Tanpa Kumuh Neigborhood Upgrading And Shelter Sector Project (NUSSP) di   Kota Bima. Dengan tujuan   untuk m...
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan herbal yang sangat melimpah, memiliki potensi kekayaan herbal terbesar di dunia setelah Brasil Akan tetapi pemanfaatannya masih terbatas....
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik spesifik yang dimiliki Kota Bima dalam mendukung pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism) di Kota Bima yang didu...
Analisis Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik: Studi Kasus Kota Pontianak
Analisis Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik: Studi Kasus Kota Pontianak
AbstractKeyakinan dan pemahaman konsumen terhadap kehalalan dan keharaman suatu produk menjadi pertimbangan utama dalam aktifitas konsumsi. Keputusan membeli Kosmetik berlabel hala...
BIMA PORT AND THE BIMA SULTANATE IN ARCHAEOLOGICAL STUDIES
BIMA PORT AND THE BIMA SULTANATE IN ARCHAEOLOGICAL STUDIES
The archipelago's ancient spice trade involved many regions and one of them was Bima during the period from Kerajaan Bima to Kesultanan Bima. Bima has a port which is hidden from t...

Back to Top