Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERDAGANGAN ILEGAL DALAM PRINSIP KAIDAH MAṢLAḤAH MAFSADAH (STUDI ANALITIS DALAM PENJUALAN PRODUK KECANTIKAN)

View through CrossRef
Abstract Beauty and cosmetics have become one of the important aspects of modern society. The increasing need for beauty products, as well as the lack of government awareness of the risks of illegal beauty products in circulation, have caused many people to be deceived in choosing beauty products. The case of illegal cosmetic trading is a serious issue that not only violates the law, but also threatens the health and safety of consumers. According to the principles of masalahah and mafsadah are used to assess economic actions and decisions, including trade. Illegal cosmetic trading violates state law and the principles of trading in Islam. Based on this background, this study aims to determine whether illegal cosmetic trading has more mafsadah or more maslahah and whether it is in accordance with the principle of "darul mafasid muqoddamun ala jalbil masalih". The researcher used a qualitative method with a descriptive analysis approach to examine various aspects of the illegal cosmetic trade. Data were collected through in-depth interviews with consumers of illegal cosmetics and analysis of official documents from BPOM. The results of this study indicate that the sale of illegal cosmetics in the principle of "darul mafasid muqoddamun ala jalbil masalih" shows that the damage is greater than, the losses from the sale of illegal cosmetics are detrimental to several parties. Therefore, there needs to be a more assertive effort from the government to supervise and take action against illegal trade practices. In addition, public awareness of the dangers of illegal cosmetics must be increased through education. Keywords: Illegal trade, cosmetics, maṣlaḥah, mafsadah, law enforcement.   Abstrak Kecantikan dan kosmetik telah menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat modern. Peningkatan kebutuhan orang untuk produk kecantikan, serta kurangnya kesadaran dari pemerintah tentang risiko produk kecantikan ilegal yang beredar, telah menyebabkan banyak orang tertipu dalam memilih produk kecantikan. Kasus jual beli kosmetik illegal merupakan isu serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan konsumen. menurut kaidah masalahah dan mafsadah digunakan untuk menilai tindakan dan keputusan ekonomi, termasuk perdagangan. jual beli kosmetik ilegal melanggar hukum negara dan prinsip-prinsip jual beli dalam Islam. Berdasarkan latar belakang tersebut,  maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jual beli kosmetik illegal lebih banyak mafsadah atau lebih banyak maṣlaḥah nya dan apakah sudah sesuai dengan kaidah “dar'u al-mafāsid muqaddam 'alā jalb al-maṣāliḥ”. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk mengkaji berbagai aspek perdagangan kosmetik ilegal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan konsumen kosmetik illegal dan analisis dokumen resmi dari BPOM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjualan kosmetik illegal dalam kaidah " dar'u al-mafāsid muqaddam 'alā jalb al-maṣāliḥ " menunjukkan bahwa kerusakannya lebih banyak daripada, kerugian dari penjualan kosmetik illegal ini merugikan beberapa pihak. Oleh karena itu, perlu ada upaya yang lebih tegas dari pemerintah untuk mengawasi dan menindak praktik perdagangan ilegal. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai bahaya kosmetik ilegal harus ditingkatkan melalui edukasi. Kata Kunci: Perdagangan ilegal, kosmetik, maṣlaḥah, mafsadah, penegakan hukum.
Title: PERDAGANGAN ILEGAL DALAM PRINSIP KAIDAH MAṢLAḤAH MAFSADAH (STUDI ANALITIS DALAM PENJUALAN PRODUK KECANTIKAN)
Description:
Abstract Beauty and cosmetics have become one of the important aspects of modern society.
The increasing need for beauty products, as well as the lack of government awareness of the risks of illegal beauty products in circulation, have caused many people to be deceived in choosing beauty products.
The case of illegal cosmetic trading is a serious issue that not only violates the law, but also threatens the health and safety of consumers.
According to the principles of masalahah and mafsadah are used to assess economic actions and decisions, including trade.
Illegal cosmetic trading violates state law and the principles of trading in Islam.
Based on this background, this study aims to determine whether illegal cosmetic trading has more mafsadah or more maslahah and whether it is in accordance with the principle of "darul mafasid muqoddamun ala jalbil masalih".
The researcher used a qualitative method with a descriptive analysis approach to examine various aspects of the illegal cosmetic trade.
Data were collected through in-depth interviews with consumers of illegal cosmetics and analysis of official documents from BPOM.
The results of this study indicate that the sale of illegal cosmetics in the principle of "darul mafasid muqoddamun ala jalbil masalih" shows that the damage is greater than, the losses from the sale of illegal cosmetics are detrimental to several parties.
Therefore, there needs to be a more assertive effort from the government to supervise and take action against illegal trade practices.
In addition, public awareness of the dangers of illegal cosmetics must be increased through education.
Keywords: Illegal trade, cosmetics, maṣlaḥah, mafsadah, law enforcement.
  Abstrak Kecantikan dan kosmetik telah menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Peningkatan kebutuhan orang untuk produk kecantikan, serta kurangnya kesadaran dari pemerintah tentang risiko produk kecantikan ilegal yang beredar, telah menyebabkan banyak orang tertipu dalam memilih produk kecantikan.
Kasus jual beli kosmetik illegal merupakan isu serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan konsumen.
menurut kaidah masalahah dan mafsadah digunakan untuk menilai tindakan dan keputusan ekonomi, termasuk perdagangan.
jual beli kosmetik ilegal melanggar hukum negara dan prinsip-prinsip jual beli dalam Islam.
Berdasarkan latar belakang tersebut,  maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jual beli kosmetik illegal lebih banyak mafsadah atau lebih banyak maṣlaḥah nya dan apakah sudah sesuai dengan kaidah “dar'u al-mafāsid muqaddam 'alā jalb al-maṣāliḥ”.
Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk mengkaji berbagai aspek perdagangan kosmetik ilegal.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan konsumen kosmetik illegal dan analisis dokumen resmi dari BPOM.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjualan kosmetik illegal dalam kaidah " dar'u al-mafāsid muqaddam 'alā jalb al-maṣāliḥ " menunjukkan bahwa kerusakannya lebih banyak daripada, kerugian dari penjualan kosmetik illegal ini merugikan beberapa pihak.
Oleh karena itu, perlu ada upaya yang lebih tegas dari pemerintah untuk mengawasi dan menindak praktik perdagangan ilegal.
Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai bahaya kosmetik ilegal harus ditingkatkan melalui edukasi.
Kata Kunci: Perdagangan ilegal, kosmetik, maṣlaḥah, mafsadah, penegakan hukum.

Related Results

Sistem Penjualan Produk Kecantikan Pada Relof Clinic Bekasi
Sistem Penjualan Produk Kecantikan Pada Relof Clinic Bekasi
Relof Clinic merupakan salah satu klinik kecantikan yang bergerak dalam penjualan jasa kecantikan dan barang produk kecantikan. Relof Clinic melayani penjualan produk perawatan waj...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Islam Menjawab Harta Hibah Tidak Hitung Ketika Pembagian Warisan
Islam Menjawab Harta Hibah Tidak Hitung Ketika Pembagian Warisan
<p><strong>Abstract</strong></p><p>A grant is an expression of the transfer of ownership rights to something without any compensation or reward as a g...
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Tujuan artikel ini adalah agar setiap gembala mengetahui tentang prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius yang dapat diterapkan dalam pelayanan penggembalaan masa kin...
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Walaupun sudah ada pengembangan dalam berbagai hal terkait hukum Islam, namun dalam bidang qawa`id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum Islam)  pengembangan  itu belum begitu tampak. Pada...
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
Tulisan ini menjelaskan tentang subtansi kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional dan penerapan kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional. Maka ada 96 fatw...
Kaidah Al-Yaqinu Laa Yuzaalu Bisyakkin: Keyakinan Tidak Dapat Dihapuskan dengan Keraguan
Kaidah Al-Yaqinu Laa Yuzaalu Bisyakkin: Keyakinan Tidak Dapat Dihapuskan dengan Keraguan
ABSTRACT Fiqhiyyah rules are scientific disciplines that have a high level of urgency for humans. Bearing in mind that the benchmark for the legal object is themukallaf itsel...
DIKSI DAN GAYA BAHASA IKLAN PRODUK KECANTIKAN DALAM BEAUTY GUIDE ORIFLAME
DIKSI DAN GAYA BAHASA IKLAN PRODUK KECANTIKAN DALAM BEAUTY GUIDE ORIFLAME
Abstract Beauty Guide Oriflame is an advertising media that presents various kinds of beauty advertisements from Oriflame products. This research discusses various kind...

Back to Top