Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN BIDAN DESA UNTUK MENINGKATKAN CAKUPAN ASI-EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPi

View through CrossRef
Kecamatan Anreapi terdapat 99 bayi usia 0-6 bulan namun hanya 20 bayi yang mendapatkan ASI- Eksklusif dengan prevalensi cakupan ASI-nya 20,2% Angka pemberian ASI-Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi dikategorikan belum memenuhi target pemerintah sebesar 80%. Di Kecamatan Anreapi terdapat lima desa di antaranya ada dua desa yang mempunyai data desa tertinggi sasaran dan terendah ASI-Eksklusifnya yaitu Desa Duampanua dengan jumlah sasaran 40 bayi dan hanya 9 bayi yang ASI-Eksklusif 2.Desa Kunyi dengan jumlah sasaran 15 bayi dan hanya 4 bayi yang ASI-Eksklusif (Sari, 2020)Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana peran bidan desa untuk meningkatkan cakupan ASI Eklusif yang bersifat komperatif yaitu melihat perbandingan antara dua desa di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi yaitu Desa Duampanua dan Desa Kunyi.Penelitian ini menggunakam jenis penelitian kualitatif metode deskriptif untuk memahami secara mendalam dan mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan peran bidan desa untuk meningkatkan capaian ASI-Eksklusif di wilayah Puskesmas Anreapi. Informan dalam penelitian ini 9 orang terdiri dari 1 bidan kordinator 1 bidan pustu desa kunyi 1 bidan pustu desa duampanua dan 3 ibu menyusui desa kunyi serta 3 ibu menyusui desa duampanua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan telah melakukan perannya sebagai komunikator, fasilitator, dan konselor. Bidan di Desa Duampanua telah menjalankan perannya namun ibu menyusui belum optimal terutama dalam ikut hadir kelas ibu hamil sebagai sarana penyuluhan ASI-Ekslusif. Sedangkan bidan di desa Kunyi telah menjalankan perannya dalam meningkatkan cakipan ASI_Eksklusif. Disarankan ibu menyusui lebih aktif lagi berkunjung ke pustu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemberian ASI Ekslusif untuk tumbuh kembang anak. 
Title: PERAN BIDAN DESA UNTUK MENINGKATKAN CAKUPAN ASI-EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPi
Description:
Kecamatan Anreapi terdapat 99 bayi usia 0-6 bulan namun hanya 20 bayi yang mendapatkan ASI- Eksklusif dengan prevalensi cakupan ASI-nya 20,2% Angka pemberian ASI-Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi dikategorikan belum memenuhi target pemerintah sebesar 80%.
Di Kecamatan Anreapi terdapat lima desa di antaranya ada dua desa yang mempunyai data desa tertinggi sasaran dan terendah ASI-Eksklusifnya yaitu Desa Duampanua dengan jumlah sasaran 40 bayi dan hanya 9 bayi yang ASI-Eksklusif 2.
Desa Kunyi dengan jumlah sasaran 15 bayi dan hanya 4 bayi yang ASI-Eksklusif (Sari, 2020)Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana peran bidan desa untuk meningkatkan cakupan ASI Eklusif yang bersifat komperatif yaitu melihat perbandingan antara dua desa di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi yaitu Desa Duampanua dan Desa Kunyi.
Penelitian ini menggunakam jenis penelitian kualitatif metode deskriptif untuk memahami secara mendalam dan mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan peran bidan desa untuk meningkatkan capaian ASI-Eksklusif di wilayah Puskesmas Anreapi.
Informan dalam penelitian ini 9 orang terdiri dari 1 bidan kordinator 1 bidan pustu desa kunyi 1 bidan pustu desa duampanua dan 3 ibu menyusui desa kunyi serta 3 ibu menyusui desa duampanua.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan telah melakukan perannya sebagai komunikator, fasilitator, dan konselor.
Bidan di Desa Duampanua telah menjalankan perannya namun ibu menyusui belum optimal terutama dalam ikut hadir kelas ibu hamil sebagai sarana penyuluhan ASI-Ekslusif.
Sedangkan bidan di desa Kunyi telah menjalankan perannya dalam meningkatkan cakipan ASI_Eksklusif.
Disarankan ibu menyusui lebih aktif lagi berkunjung ke pustu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemberian ASI Ekslusif untuk tumbuh kembang anak.
 .

Related Results

1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif
1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif
Pemberian ASI Eksklusif  adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk k...
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kecamatan Tampan
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kecamatan Tampan
Air susu ibu (ASI) eksklusif semestinya diberikan sesaat bayi lahir hingga usia 6 bulan karena ASI eksklusif sangat baik bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Fenomena saat ini m...
Breastfeeding Self Efficacy dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Menyusui di Desa Margorejo Kabupaten Pati
Breastfeeding Self Efficacy dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Menyusui di Desa Margorejo Kabupaten Pati
Exclusive breastfeeding is very important for babies. In Central Java there is low breastfeeding coverage, namely in Pati Regency at 75.6%. The lowest breastfeeding coverage is at ...
PENGALAMAN IBU BEKERJA DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF
PENGALAMAN IBU BEKERJA DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF
ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Mulai usia 6 bulan bayi diberikan makanan pendamping ASI dan tetap diberikan...
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ABSTRAKLatar Belakang : Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of care/ CoC), yang bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu, yang diberika...
Hubungan Promosi Susu Formula Dengan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Di UPTD Puskesmas Bojo Baru
Hubungan Promosi Susu Formula Dengan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Di UPTD Puskesmas Bojo Baru
Berdasarkan RPJMN dan Renstra target cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2021 yaitu 45%. Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI eksklusif  pada tahun 2020 yaitu sebesar 66,06...

Back to Top