Javascript must be enabled to continue!
PROSES PEMUTIHAN KAOLIN CICALENGKA UNTUK PELAPIS KERTAS
View through CrossRef
Rata-rata bahan baku kaolin di Indonesia masih mempunyai derajat keputihan yang rendah padahal kaolin harus mempunyai derajat keputihan yang tinggi (>83%) untuk dapat digunakan sebagai pelapis dalam industri kertas. Untuk meningkatkan derajat keputihan dari bahan baku kaolin tersebut, proses pemutihan perlu dilakukan. Proses pemutihan kaolin telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti dengan menggunakan pemutih yang berbeda-beda. Warna kuning kecokelatan pada kaolin yang menurunkan derajat keputihan kaolin disebabkan oleh kandungan besi (III) oksida dalam kaolin. Pada proses pemutihan, terjadi reduksi besi (III) oksida menjadi besi (II) oksida yang lebih mudah larut dalam air sehingga lebih mudah dipisahkan dari padatan kaolin. Pada penelitian ini, pemutihan kaolin menggunakan Na2S2O4 dan EDTA sebagai pemutih. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel operasi yaitu pHÂ dan temperatur terhadap derajat keputihan kaolin pada proses pemutihan menggunakan kedua pemutih tersebut. Hasil percobaan menunjukkan proses pemutihan menggunakan Na2S2O4 dan EDTA dapat meningkatkan derajat keputihan kaolin sehingga memenuhi spesifikasi untuk pelapis kertas pada beberapa kondisi operasi. Proses pemutihan berhasil meningkatkan derajat keputihan kaolin hingga mencapai 85,54% pada pHÂ 12 dan temperatur 70oC.
Title: PROSES PEMUTIHAN KAOLIN CICALENGKA UNTUK PELAPIS KERTAS
Description:
Rata-rata bahan baku kaolin di Indonesia masih mempunyai derajat keputihan yang rendah padahal kaolin harus mempunyai derajat keputihan yang tinggi (>83%) untuk dapat digunakan sebagai pelapis dalam industri kertas.
Untuk meningkatkan derajat keputihan dari bahan baku kaolin tersebut, proses pemutihan perlu dilakukan.
Proses pemutihan kaolin telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti dengan menggunakan pemutih yang berbeda-beda.
Warna kuning kecokelatan pada kaolin yang menurunkan derajat keputihan kaolin disebabkan oleh kandungan besi (III) oksida dalam kaolin.
Pada proses pemutihan, terjadi reduksi besi (III) oksida menjadi besi (II) oksida yang lebih mudah larut dalam air sehingga lebih mudah dipisahkan dari padatan kaolin.
Pada penelitian ini, pemutihan kaolin menggunakan Na2S2O4 dan EDTA sebagai pemutih.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel operasi yaitu pHÂ dan temperatur terhadap derajat keputihan kaolin pada proses pemutihan menggunakan kedua pemutih tersebut.
Hasil percobaan menunjukkan proses pemutihan menggunakan Na2S2O4 dan EDTA dapat meningkatkan derajat keputihan kaolin sehingga memenuhi spesifikasi untuk pelapis kertas pada beberapa kondisi operasi.
Proses pemutihan berhasil meningkatkan derajat keputihan kaolin hingga mencapai 85,54% pada pHÂ 12 dan temperatur 70oC.
Related Results
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
The objective of this research is to study the effects of bleaching on paper archives so the possibilities of bleaching techniques used in the restoration of archives will be known...
MODIFIKASISERAT KERTAS BEKAS MENGGUNAKAN ENDOGLUKANASE EgIII
MODIFIKASISERAT KERTAS BEKAS MENGGUNAKAN ENDOGLUKANASE EgIII
To reduce the water holding capacity by removing amorphous structure of cellulose in waste paper fibers, the use of endoglucanase EgIII was investigated. The steps of research incl...
SUBSTITUSI REMAH BERAS CERDAS TERHADAP REMAH ROTI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA NUGGET AYAM
SUBSTITUSI REMAH BERAS CERDAS TERHADAP REMAH ROTI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA NUGGET AYAM
ABSTRACT
Nugget is a frozen ready to eat food product made from raw ground meat with a coating material. Generally, the coating material has used breadcrumbs. The breadcrumb ...
Improving Efficacy of Beauveria bassiana against Stored Grain Beetles with a Synergistic Co-Formulant
Improving Efficacy of Beauveria bassiana against Stored Grain Beetles with a Synergistic Co-Formulant
The potential of a dry powder co-formulant, kaolin, to improve the control of storage beetles by the entomopathogenic fungus Beauveria bassiana, isolate IMI389521, was investigated...
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA-MEKANIK KERTAS UNTUK DISTRIBUSI PRODUK AGROINDUSTRI
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA-MEKANIK KERTAS UNTUK DISTRIBUSI PRODUK AGROINDUSTRI
Kertas adalah bahan kemasan yang digunakan dalam proses distribusi, sebagai pengemas buah-buahan, sayur, obat-obatan dan lainnya. Setiap jenis kertas memiliki sifat fisik-mekanik y...
Structural Order-Disorder Analysis of Thermally-Activated Water-Washed Kaolin Particles Using Fourier Transform Infrared Spectroscopy
Structural Order-Disorder Analysis of Thermally-Activated Water-Washed Kaolin Particles Using Fourier Transform Infrared Spectroscopy
During the calcination of kaolin particles, kaolinite is thermally activated at high temperatures, causing the crystal structure to collapse and yielding amorphous metakaolinite th...
Revolution of Malaysia’s Kaolin to Metakaolin towards various application: A Mini Review
Revolution of Malaysia’s Kaolin to Metakaolin towards various application: A Mini Review
The transformation of kaolin to metakaolin was studied in various state in Malaysia which is Segamat, Nitar, Lenggor, Ipoh, Bidor, Mersing, Sabah, and Sarawak. In Segamat, the kaol...
Use of Kaolin in the Pharmaceutical and Cosmetic Industries
Use of Kaolin in the Pharmaceutical and Cosmetic Industries
Kaolin, a white clay mineral composed mainly of kaolinite with the chemical formula Al2O3.2SiO2.2H2O, has been a subject of interest since the days of medieval western literature. ...


