Javascript must be enabled to continue!
Konsep teologi al-qadi abd al-jabbar dalam perspektif epistemologi bayani
View through CrossRef
Abstrak : Kemunculan aliran rasionalis Islam yang memisahkan diri dari aliran Ahl al-Hadits dengan Hasan al-Basri sebagai tokoh utama, sehingga terkenal dengan sebutan Mu’tazilah. Dalam perkembangannya, Mu’tazilah tidak terlepas dari seorang tokoh mu’tazili ternama Abd al-Jabbar. Tujuan penulisan ini untuk mengkaji konsep teologi al-Qadi Abd al-Jabbar dalam perspektif epistemologi bayani. Metode penelitian menggunakan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan metode analisis komprehensif. Penelitian ini menggunakan kitab yang berhubungan dengan pembahasan, buku serta artikel jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1.) proses pemikiran Abd al-Jabbar menggunakan dalil rasio mengakibatkan kepada pengetahuan tentang adanya Tuhan berlandaskan argumentasi yang spekulatif, 2.) epistemologi bayani adalah sebuah cara pemikiran khas arab yang ditekankan pada keotoritasan nash (teks), langsung atau tidak langsung, didukung pada penalaran linguistik berbasis inferensi. 3.) Epistemologi ini berpengaruh dalam melahirkan disiplin ilmu kalam khususnya dalam pandangan al-Qadi Abd al-Jabbar (seorang tokoh teologi muktazilah) mengungkapkan persoalan-persoalan non fisik (ghaib) dengan cara analogi sebagai menghubungkan pengetahuan khusus/cabang (far’) dengan pengetahuan pokok/umum (ashl).
Kata Kunci: konsep teologi, al-Qadi Abd al-Jabbar, epistemologi bayani
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun
Title: Konsep teologi al-qadi abd al-jabbar dalam perspektif epistemologi bayani
Description:
Abstrak : Kemunculan aliran rasionalis Islam yang memisahkan diri dari aliran Ahl al-Hadits dengan Hasan al-Basri sebagai tokoh utama, sehingga terkenal dengan sebutan Mu’tazilah.
Dalam perkembangannya, Mu’tazilah tidak terlepas dari seorang tokoh mu’tazili ternama Abd al-Jabbar.
Tujuan penulisan ini untuk mengkaji konsep teologi al-Qadi Abd al-Jabbar dalam perspektif epistemologi bayani.
Metode penelitian menggunakan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan metode analisis komprehensif.
Penelitian ini menggunakan kitab yang berhubungan dengan pembahasan, buku serta artikel jurnal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1.
) proses pemikiran Abd al-Jabbar menggunakan dalil rasio mengakibatkan kepada pengetahuan tentang adanya Tuhan berlandaskan argumentasi yang spekulatif, 2.
) epistemologi bayani adalah sebuah cara pemikiran khas arab yang ditekankan pada keotoritasan nash (teks), langsung atau tidak langsung, didukung pada penalaran linguistik berbasis inferensi.
3.
) Epistemologi ini berpengaruh dalam melahirkan disiplin ilmu kalam khususnya dalam pandangan al-Qadi Abd al-Jabbar (seorang tokoh teologi muktazilah) mengungkapkan persoalan-persoalan non fisik (ghaib) dengan cara analogi sebagai menghubungkan pengetahuan khusus/cabang (far’) dengan pengetahuan pokok/umum (ashl).
Kata Kunci: konsep teologi, al-Qadi Abd al-Jabbar, epistemologi bayani.
Related Results
Kâdî Abdülcebbâr’da Mütevâtir Teorisi
Kâdî Abdülcebbâr’da Mütevâtir Teorisi
İnsanlar sahip oldukları bilginin bir kısmını akıl ve duyu organları vasıtasıyla elde ederken diğer bir kısmını da haber vasıtasıyla elde etmektedir. Geçmişte meydana gelen olaylar...
Epistemologi Ekonomi Syariah
Epistemologi Ekonomi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul ekonomi syariah, metodologi dan validasinya secara ilmiah. Apabila berbicara masalah epistemologi ekonomi syariah, berarti akan be...
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Dalam kenyataan hidup orang kristen pada umumnya dan katolik pada khususnya terdapat aneka bentuk pelayanan. Pelayanan yang lebih dikenal dengan istilah: pastoral (Indonesia) dari ...
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Teologi kemakmuran merupakan salah satu gerakan yang muncul dan menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi kehidupan keKristenan sejak abad ke-20. Bagi teologi kema...
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam
Pada masa dominasi positivisme dalam ilmu pengetahuan, pendekatan irfani dianggap kurang dapat diterima. Namun, perkembangan filsafat ilmu modern, seperti gagasan Paul Feyerabend, ...
Book Review: Teologi Multikultural
Book Review: Teologi Multikultural
Istilah teologi multikultural memang sudah terlanjur digunakan dalam pengertian teologi yang didisain atau diramu (dikominasi) dari semua unsur nilai yang ada dalam setiap agama da...
INTEGRASI TEOLOGI ISLAM, SUFISME, DAN RASIONALISME HARUN NASUTION
INTEGRASI TEOLOGI ISLAM, SUFISME, DAN RASIONALISME HARUN NASUTION
This article describes the integration of Islamic theology, Sufism, and rationalism from Harun Nasution's Islamic thought. The more developed human life and way of thinking, the mo...
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
Teologi mistik, yang memfokuskan diri pada penyatuan diri antara manusia dengan Allah, seringkali dipandang sebagai teologi yang tidak menyentuh masalah-masalah kehidupan secara ko...

