Javascript must be enabled to continue!
SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO ENZYME DAN DEMONSTRASI CARA PEMBUATANNYA
View through CrossRef
Aktivitas manusia pasti menimbulkan sampah, baik kegiatannya dalam kehidupan rumah tangga maupun kegiatan industri. Sampah merupakan bahan sisa dihasilkan dari kegiatan yang sudah tidak dipergunakan lagi. Berdasarkan jenisnya sampah dibedakan menjadi dua yaitu organik dan anorganik. Sampah organik sisa buah dan sayur dapat diolah menjadi eco enzyme dengan mencampurnya pada gula merah dan air. Eco enzyme ditemukan oleh Dr. Rosukon Poopanvong seorang peneliti dan juga pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Tujuan pembuatan eco enzyme adalah untuk dapat menghasilkan enzyme multi fungsi dan mengurangi pembuangan sampah ke TPA. Kegiatan ini adalah berupa sosialisasi, workshop, dan demo langsung cara pembuatan eco enzyme di Desa Kaba-kaba, Kediri, Tabanan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan langsung demo pembuatan. Beberapa kajian terdahulu tentang eco enzyme adalah sekitar sosialisasi dan workshop saja, tetapi pada kegiatan ini langsung diikuti demo pembuatan, dimana demo merupakan kebaruan dari kegiatan ini. Eco enzyme merupakan permentasi dari sisa buah dan sayur yang dicampur gula merah dalam air minimal selama 3 bulan. Antusiasme masyarakat setelah mendapat penjelasan dan demo, berjanji akan membuat eco enzyme, karena menyadari bahwa dengan membuat eco enzyme kita telah ikut berperan menyelamatkan bumi melalui gaya hidup mengurangi kandungan kimiawi.
Jurnal Santiaji Pendidikan of Mahasaraswati Denpasar University
Title: SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO ENZYME DAN DEMONSTRASI CARA PEMBUATANNYA
Description:
Aktivitas manusia pasti menimbulkan sampah, baik kegiatannya dalam kehidupan rumah tangga maupun kegiatan industri.
Sampah merupakan bahan sisa dihasilkan dari kegiatan yang sudah tidak dipergunakan lagi.
Berdasarkan jenisnya sampah dibedakan menjadi dua yaitu organik dan anorganik.
Sampah organik sisa buah dan sayur dapat diolah menjadi eco enzyme dengan mencampurnya pada gula merah dan air.
Eco enzyme ditemukan oleh Dr.
Rosukon Poopanvong seorang peneliti dan juga pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.
Tujuan pembuatan eco enzyme adalah untuk dapat menghasilkan enzyme multi fungsi dan mengurangi pembuangan sampah ke TPA.
Kegiatan ini adalah berupa sosialisasi, workshop, dan demo langsung cara pembuatan eco enzyme di Desa Kaba-kaba, Kediri, Tabanan.
Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan langsung demo pembuatan.
Beberapa kajian terdahulu tentang eco enzyme adalah sekitar sosialisasi dan workshop saja, tetapi pada kegiatan ini langsung diikuti demo pembuatan, dimana demo merupakan kebaruan dari kegiatan ini.
Eco enzyme merupakan permentasi dari sisa buah dan sayur yang dicampur gula merah dalam air minimal selama 3 bulan.
Antusiasme masyarakat setelah mendapat penjelasan dan demo, berjanji akan membuat eco enzyme, karena menyadari bahwa dengan membuat eco enzyme kita telah ikut berperan menyelamatkan bumi melalui gaya hidup mengurangi kandungan kimiawi.
Related Results
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
ABSTRACTOne of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village...
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Tumpukan sampah di Pondok Padalarang Indah menimbulkan masalah rumit bagi warga sekitarnya berupa polusi lingkungan, seperti polusi tanah, air, dan udara. Penumpukan sampah bisa di...
Perencanaan Pengolah Sampah pada Lokasi Wisata Religi Sa’pak Bayo-bayo Kabupaten Tana Toraja
Perencanaan Pengolah Sampah pada Lokasi Wisata Religi Sa’pak Bayo-bayo Kabupaten Tana Toraja
Pada suatu tujuan wisata, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum lokasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat. Seperti ketersediaan fasilitas untuk pengunjung, khususnya fas...
Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman
Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman
Perlindungan lingkungan hidup adalah suatu sikap dan tindakan yang selalu bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup dan mengembangkan upaya perbaikan kerusakan alam yang ...
Penyuluhan Dan Pembuatan Pupuk Organik Yang Prospektif
Penyuluhan Dan Pembuatan Pupuk Organik Yang Prospektif
Sampah di Indonesia terdiri dari : 70% sampah hayati 28% sampah non hayati dan 2% sampah B3 (bahan beracun). Dalam pengelolaan sampah perlu mendayagunakan keterpaduan antara lembag...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK
Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
Pengaruh Jenis Sampah Organik Terhadap Kondisi Fisik Larva Dewasa BSF (Black Soldier Fly)
Pengaruh Jenis Sampah Organik Terhadap Kondisi Fisik Larva Dewasa BSF (Black Soldier Fly)
Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan peningkatan produksi sampah di Indonesia. Salah satu jenis sampah yang memiliki kuantitas terbanyak adalah sampah organik. Perl...
Simulasi Pengelolaan Sampah di Pasar Tohaga Cileungsi Kabupaten Bogor
Simulasi Pengelolaan Sampah di Pasar Tohaga Cileungsi Kabupaten Bogor
Sampah merupakan masalah yang sangat sulit diatasi karena semua aktivitas manusia menghasilkan sampah terutama aktivitas di pasar. Sampah organik cenderung mendominasi sampah yang ...

