Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN SARCOPENIA PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN
View through CrossRef
Seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin sehingga mengurangi kemampuan lansia untuk metabolisme glukosa. resistensi insulin yang merupakan ciri khas DM tipe 2 yang mengakibatkan kontrol glikemik yang buruk yang mempengaruhi komponen sarcopenia menjadi prediktor kesehatan otot yang buruk. Hilangnya kekuatan dan massa otot yang buruk kemungkinan terjadi karena peningkatan degradasi protein dan penurunan sintesis protein. Sarcopenia dikaitkan dengan kecacatan dan kematian pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diabetes melitus dengan kejadian sarcopenia pada lansia di wilayah kerja puskesmas mandiangin kota bukittinggi. Metode penelitian menggunakan Cross sectional dengan sampel berjumlah 93 orang lansia diantaranya 46 orang lansia diabates melitus dan 47 orang lansia non-diabetes melitus, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen baku SARC-F dan analisis data menggunakan uju spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan 39 (84,8%) responden lansia diabetes melitus mengalami sarcopenia, dan 36 (76,6%) respnden lansia tidak diabetes melitus tidak mengalami sarcopenia. Hasil uji spearman rank diperoleh nilai P = 0,000 menunjukkan bahwa adanya hubungan diabetes melitus dengan kejadian sarcopenia pada lansia. Bagi lansia DM diharapkan adanya edukasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya sarcopenia.
Title: HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN SARCOPENIA PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN
Description:
Seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin sehingga mengurangi kemampuan lansia untuk metabolisme glukosa.
resistensi insulin yang merupakan ciri khas DM tipe 2 yang mengakibatkan kontrol glikemik yang buruk yang mempengaruhi komponen sarcopenia menjadi prediktor kesehatan otot yang buruk.
Hilangnya kekuatan dan massa otot yang buruk kemungkinan terjadi karena peningkatan degradasi protein dan penurunan sintesis protein.
Sarcopenia dikaitkan dengan kecacatan dan kematian pada lansia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diabetes melitus dengan kejadian sarcopenia pada lansia di wilayah kerja puskesmas mandiangin kota bukittinggi.
Metode penelitian menggunakan Cross sectional dengan sampel berjumlah 93 orang lansia diantaranya 46 orang lansia diabates melitus dan 47 orang lansia non-diabetes melitus, dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen baku SARC-F dan analisis data menggunakan uju spearman rank.
Hasil penelitian menunjukkan 39 (84,8%) responden lansia diabetes melitus mengalami sarcopenia, dan 36 (76,6%) respnden lansia tidak diabetes melitus tidak mengalami sarcopenia.
Hasil uji spearman rank diperoleh nilai P = 0,000 menunjukkan bahwa adanya hubungan diabetes melitus dengan kejadian sarcopenia pada lansia.
Bagi lansia DM diharapkan adanya edukasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya sarcopenia.
Related Results
Analisis Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus dengan Menggunakan Regresi Logistik Biner
Analisis Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus dengan Menggunakan Regresi Logistik Biner
Penyakit Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar di tahun 2018, p...
KONFLIK TANAH ADAT SAKAI DI KAMPUNG MANDIANGIN KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK
KONFLIK TANAH ADAT SAKAI DI KAMPUNG MANDIANGIN KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK
masyarakat suku sakai dapat dibedakan menjadi sakai luar dan sakai dalam. Sakai dalam merupakan warga sakai yang masih hidup setengah menetap dalam rimba belantara, dengan mata pen...
Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia
Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia
Gaya hidup adalah Kebiasaan sehari-hari seseorang yang meliputi aspek aktifitas fisik, pola makan, istirahat, riwayat merokok dan stres. Hipertensi adalah Kondisi di mana tekanan d...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Health education and promotion about diabetes mellitus
Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organizatio...
Dukungan Keluarga dan Kecemasan Pada Klien Diabetes Melitus
Dukungan Keluarga dan Kecemasan Pada Klien Diabetes Melitus
Diabetes melitus is a degenerative disease that increase every year and it is at risk of having serious complications that can cause anxiety. Family support is an important factor ...
Hubungan Hipertensi, Diabetes Melitus, Dan Anemia Dengan Kejadian Intra-Uterine Growth Restriction Di Rsud Tugurejo Semarang
Hubungan Hipertensi, Diabetes Melitus, Dan Anemia Dengan Kejadian Intra-Uterine Growth Restriction Di Rsud Tugurejo Semarang
Kematian bayi di Indonesia banyak disebabkan oleh kondisi Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) yang dapat diakibatkan oleh pertumbuhan janin terhambat atau Intra-Uterine Growth Restricti...
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIKUM
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIKUM
Prevalensi diabetes melitus tipe 2 mencapai 90-95% dari semua tipe. Salah satu komplikasi diabetes melitus yaitu ulkus kaki yang beresiko 5 kali lebih mudah terjadi pada penderita ...

