Javascript must be enabled to continue!
Perbedaan Kejadian Overweight Berdasarkan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Screen Time pada Remaja di SMP Negeri 1 Tabanan
View through CrossRef
Masalah gizi pada remaja, seperti overweight, sering terjadi akibat perilaku makan yang salah, terutama konsumsi jajanan berlebih dan kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan dan aktivitas screen time pada remaja di SMP Negeri 1 Tabanan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 51 orang dengan kriteria inklusi usia 13 – 15 tahun. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara dengan metode SQ-FFQ untuk menilai pola konsumsi jajanan, serta kuesioner QueST untuk mengukur aktivitas screen time. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 56,9% sampel mengalami overweight dan 43,1% tidak overweight. Sebagian besar sampel memiliki jumlah konsumsi energi jajanan kategori lebih (43,1%), frekuensi konsumsi jajanan kategori sering (62,7%), dan jenis jajanan kategori banyak (60,8%). Aktivitas screen time sebagian besar pada kategori tinggi (90,2%). Hasil uji statistic menunjukkan adanya perbedaan signifikan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan (p-value < 0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian overweight bedasarkan aktivitas screen time (p-value = 0,423). Pola konsumsi jajanan yang tinggi serta aktivitas screen time berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko overweight. Remaja diharapkan dapat mengontrol konsumsi jajanan dan screen time di sekolah ataupun di rumah. Perlunya edukasi gizi di sekolah untuk mendorong pemilihan jajanan yang sehat dan pengendalian durasi screen time sebagai upaya pencegahan overweight pada remaja
PT. Amirul Bangun Bangsa
Title: Perbedaan Kejadian Overweight Berdasarkan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Screen Time pada Remaja di SMP Negeri 1 Tabanan
Description:
Masalah gizi pada remaja, seperti overweight, sering terjadi akibat perilaku makan yang salah, terutama konsumsi jajanan berlebih dan kurang bergizi.
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan dan aktivitas screen time pada remaja di SMP Negeri 1 Tabanan.
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross-sectional.
Jumlah sampel sebanyak 51 orang dengan kriteria inklusi usia 13 – 15 tahun.
Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara dengan metode SQ-FFQ untuk menilai pola konsumsi jajanan, serta kuesioner QueST untuk mengukur aktivitas screen time.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square (p-value < 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan 56,9% sampel mengalami overweight dan 43,1% tidak overweight.
Sebagian besar sampel memiliki jumlah konsumsi energi jajanan kategori lebih (43,1%), frekuensi konsumsi jajanan kategori sering (62,7%), dan jenis jajanan kategori banyak (60,8%).
Aktivitas screen time sebagian besar pada kategori tinggi (90,2%).
Hasil uji statistic menunjukkan adanya perbedaan signifikan kejadian overweight berdasarkan pola konsumsi jajanan (p-value < 0,05) dan tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian overweight bedasarkan aktivitas screen time (p-value = 0,423).
Pola konsumsi jajanan yang tinggi serta aktivitas screen time berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko overweight.
Remaja diharapkan dapat mengontrol konsumsi jajanan dan screen time di sekolah ataupun di rumah.
Perlunya edukasi gizi di sekolah untuk mendorong pemilihan jajanan yang sehat dan pengendalian durasi screen time sebagai upaya pencegahan overweight pada remaja.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI JAJANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMP PL DOMENICO SAVIO SEMARANG
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI JAJANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMP PL DOMENICO SAVIO SEMARANG
Latar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa. Remaja mengalami perkembangan secara fisik dan psikologi. Perlu asupan energi yang optimal untuk menunj...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Sumber Zat Besi Heme dan Non Heme, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Gizi pada Remaja Putri di Kabupaten Majene
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Sumber Zat Besi Heme dan Non Heme, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Gizi pada Remaja Putri di Kabupaten Majene
Anemia merupakan kelainan gizi yang paling sering ditemukan di dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang bersifat epidemik. Salah satu golongan yang rawan terkena anemia ...
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP KOTA SAMARINDA
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP KOTA SAMARINDA
Obesitas merupakan suatu kondisi di mana jumlah asupan energi melebihi kebutuhan sehingga terjadi ketidakseimbangan antara asupan energi dengan energi yang digunakan. Masa remaja m...
Hubungan Konsumsi Zat Besi, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Kabupaten Majene
Hubungan Konsumsi Zat Besi, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Kabupaten Majene
Anemia merupakan kelainan gizi yang paling sering ditemukan di dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang bersifat epidemik. Salah satu golongan yang rawan terkena anemia ...
Hubungan Antara Pola Asuh dan Depresi pada Remaja Overweight-Obese
Hubungan Antara Pola Asuh dan Depresi pada Remaja Overweight-Obese
Latar belakang: Gangguan depresi merupakan penyebab ketiga utama mortalitas pada remaja. Prevalensi gangguan depresi pada remaja diperkirakan 6 hingga 20%, dengan angka rekuren 60 ...
Studi kualitatif pola konsumsi jajanan anak usia sekolah pada suku anak dalam (SAD) di daerah trans sosial Desa Nyogan, Kabupaten Muaro Jambi
Studi kualitatif pola konsumsi jajanan anak usia sekolah pada suku anak dalam (SAD) di daerah trans sosial Desa Nyogan, Kabupaten Muaro Jambi
Latar Belakang : Konsumsi jajanan di sekolah berdampak pada status gizi. Anak-anak pada Suku Anak Dalam (SAD) kebanyakan kurang gizi dan pendek. Banyak perubahan yang terjadi pada ...

