Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Antara Pola Asuh dan Depresi pada Remaja Overweight-Obese

View through CrossRef
Latar belakang: Gangguan depresi merupakan penyebab ketiga utama mortalitas pada remaja. Prevalensi gangguan depresi pada remaja diperkirakan 6 hingga 20%, dengan angka rekuren 60 sampai 80% di akhir masa remaja. Selain faktor genetik, biologik dan lingkungan sosial, faktor keluarga dalam hal ini pola asuh menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan depresi pada remaja. Beberapa penelitian melaporkan tingginya gangguan psikiatri pada anak dan remaja yang mengalami overweight-obesitas. Kerentanan depresi yang terjadi pada remaja, terlebih pada remaja yang overweight-obesitas, membuat peneliti menjadikan topik ini sebagai bahasan penelitian dihubungkan dengan tipe pola asuh yang diterima oleh remaja tersebut dari orang tuanya.Tujuan penelitian: Mengetahui prevalensi masing-masing tipe pola asuh dan menganalisis hubungan antara pola asuh dan depresi pada remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta Surabaya.Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan bentuk cross sectional terhadap remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta di Surabaya dan menggunakan metode analisis statistik korelasional. Tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), Children Depression Inventory (CDI) dan Parental Authority Questionairre (PAQ).Hasil: Didapatkan 133 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan karakteristik responden menurut kategori Indeks Massa Tubuh (IMT), didapatkan bahwa kategori overweight sebesar 105 responden (78,9%) dan kategori obesitas sebesar 28 responden (21,1%). Berdasarkan kategori skor Children Depression Inventory (CDI), didapatkan 107 responden (80,5%) dengan skor CDI 0-12 yang berarti tidak didapatkan gejala depresi dan 26 responden (19,5%) dengan skor CDI >12 yang berarti didapatkan gejala depresi. Uji analisis korelasi tidak didapatkan hubungan antara pola asuh ayah dan depresi pada remaja overweight-obese dengan nilai p=0,265 juga tidak didapatkan hubungan antara pola asuh ibu dan depresi pada remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta Surabaya, dengan nilai p = 0,119.Simpulan: Didapatkan prevalensi tipe pola asuh ayah : otoritatif/demokratis 55,6%, otoriter 11,3%, permisif 12,0%, demokratis dan otoriter 3,0%, demokratis dan permisif 5,3%, otoriter dan permisif 2,3% serta demokratis dan otoriter dan permisif 10,5%. Untuk prevalensi tipe pola asuh ibu : otoritatif/demokratis 63,2%, otoriter 9,0%, permisif 10,5%, kombinasi demokratis dan otoriter 0,8%, demokratis dan permisif 3,0%, otoriter dan permisif  0% serta demokratis dan otoriter dan permisif 13,5%. Tidak didapatkan hubungan antara pola asuh dan depresi pada remaja overweight-obese.
Title: Hubungan Antara Pola Asuh dan Depresi pada Remaja Overweight-Obese
Description:
Latar belakang: Gangguan depresi merupakan penyebab ketiga utama mortalitas pada remaja.
Prevalensi gangguan depresi pada remaja diperkirakan 6 hingga 20%, dengan angka rekuren 60 sampai 80% di akhir masa remaja.
Selain faktor genetik, biologik dan lingkungan sosial, faktor keluarga dalam hal ini pola asuh menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan depresi pada remaja.
Beberapa penelitian melaporkan tingginya gangguan psikiatri pada anak dan remaja yang mengalami overweight-obesitas.
Kerentanan depresi yang terjadi pada remaja, terlebih pada remaja yang overweight-obesitas, membuat peneliti menjadikan topik ini sebagai bahasan penelitian dihubungkan dengan tipe pola asuh yang diterima oleh remaja tersebut dari orang tuanya.
Tujuan penelitian: Mengetahui prevalensi masing-masing tipe pola asuh dan menganalisis hubungan antara pola asuh dan depresi pada remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta Surabaya.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan bentuk cross sectional terhadap remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta di Surabaya dan menggunakan metode analisis statistik korelasional.
Tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling.
Instrumen penelitian menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), Children Depression Inventory (CDI) dan Parental Authority Questionairre (PAQ).
Hasil: Didapatkan 133 responden yang memenuhi kriteria inklusi.
Berdasarkan karakteristik responden menurut kategori Indeks Massa Tubuh (IMT), didapatkan bahwa kategori overweight sebesar 105 responden (78,9%) dan kategori obesitas sebesar 28 responden (21,1%).
Berdasarkan kategori skor Children Depression Inventory (CDI), didapatkan 107 responden (80,5%) dengan skor CDI 0-12 yang berarti tidak didapatkan gejala depresi dan 26 responden (19,5%) dengan skor CDI >12 yang berarti didapatkan gejala depresi.
Uji analisis korelasi tidak didapatkan hubungan antara pola asuh ayah dan depresi pada remaja overweight-obese dengan nilai p=0,265 juga tidak didapatkan hubungan antara pola asuh ibu dan depresi pada remaja overweight-obese di salah satu SMA swasta Surabaya, dengan nilai p = 0,119.
Simpulan: Didapatkan prevalensi tipe pola asuh ayah : otoritatif/demokratis 55,6%, otoriter 11,3%, permisif 12,0%, demokratis dan otoriter 3,0%, demokratis dan permisif 5,3%, otoriter dan permisif 2,3% serta demokratis dan otoriter dan permisif 10,5%.
Untuk prevalensi tipe pola asuh ibu : otoritatif/demokratis 63,2%, otoriter 9,0%, permisif 10,5%, kombinasi demokratis dan otoriter 0,8%, demokratis dan permisif 3,0%, otoriter dan permisif  0% serta demokratis dan otoriter dan permisif 13,5%.
Tidak didapatkan hubungan antara pola asuh dan depresi pada remaja overweight-obese.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
Lansia di Indonesia setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang merupakan dampak negatif...
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA
Pendahuluan: Semakin meningkatnya perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja dari tahun ke tahun dan hal tersebut berkaitan dengan pola asuh yang diterapkan oleh orangtua sebagai ...
Angka Kejadian Depresi pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Menggunakan Metode Pengukuran Geriatric Depression Scale
Angka Kejadian Depresi pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Menggunakan Metode Pengukuran Geriatric Depression Scale
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik mengakibatkan penurunan fungsi ginjal progresif dan irreversible sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialisis atau transplanta...
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Memori merupakan kemampuan untuk menyimpan, mempertahankan, dan mengingat informasi dari pengalaman masa lalu pada otak manusia berperan dalam proses belajar. Banyak hal yang mempe...
Pengaruh Pola Asuh Otoriter terhadap Kecerdasan Emosi Remaja di Kota Bandung
Pengaruh Pola Asuh Otoriter terhadap Kecerdasan Emosi Remaja di Kota Bandung
Abstract. Authoritarian parenting consistently correlates with the development of adolescents leading to negative behaviors. This is due to the high control but low closeness and c...

Back to Top