Javascript must be enabled to continue!
PRODUKSI HIDROLISAT PROTEIN ANTIOKSIDAN MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK PROTEIN KULIT AYAM BROILER DENGAN ENZIM PAPAIN
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan hidrolisat protein yang dihasilkan dari proses hidrolisis enzimatik protein kulit ayam dengan menggunakan variasi konsentrasi enzim papain. Proses hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi enzim 1, 3,dan 5% (b/b protein), pada pH 7, suhu 50oC dan waktu hidrolisis 24 jam. Parameter yang diukur meliputi derajat hidrolisis, persen peredaman radikal DPPH (diphenylpicryl hidrazyl), dan komposisi asam amino hidrolisat protein yang paling aktif antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan konsentrasi enzim yang berbeda menghasikan hidrolisat protein dengan derajat hidrolisis dan persen peredaman DPPH yang berbeda. Penggunaan konsentrasi enzim papain 1, 3, dan 5% menghasilkan hidrolisat protein dengan derajat hidrolisis berturut-turut sebesar 9,3±1,8, 18,09±5,6, dan 23,15±6.33%, dan persentase hambatan radikal DPPH pada konsentrasi uji 100 ppm berturut-turut sebesar 16,75±0,07, 58,35±0,00, dan 52,99±0,07%. Hidrolisat protein yang diperoleh menggunakan enzim papain 3% (b/b protein) menunjukkan persen peredaman tertinggi dengan nilai IC50 92,98 ppm, memiliki komposisi asam amino tertiggi asam glutamat dan terendah valine.
Kata kunci: antioksidan, enzim papain, hidrolisat protein, kulit ayam
This study aimed to determine the antioxidant activity of protein hydrolyzate produced from the enzymatic hydrolysis of chicken skin protein by using variations of the enzyme papain concentration. The hydrolysis process was carried out with variations in the concentration of the enzymes 1, 3, and 5% (w/w protein base), at pH 7, temperature 50oC, and hydrolysis time 24 hours. The parameters measured including degree of hydrolysis, percentage of inhibition of DPPH radical (diphenylpicryl hydrazyl) and amino acid composition of the protein hydrolyzate with the highest antioxidant activity. The results showed that the use of different enzyme concentrations resulted in protein hydrolyzate with different degrees of hydrolysis and percentage of inhibition of DPPH. The use of papain enzymes 1, 3, and 5% produced protein hydrolyzate with the degree of hydrolysis of 9.3 ± 1.8, 18.09 ± 5.6, and 23.15 ± 6.33%, and the percentage of inhibition of DPPH radical at a concentration of 100 ppm 16.75 ± 0.07, 58.35 ± 0.00, and 52.99 ± 0.07% respectively. Protein hydrolyzate obtained using the enzyme papain 3% (w/w protein) exhibited the highest percentage of inhibition of DPPH with an IC50 value of 92.98 ppm, having the highest amino acid composition of glutamic acid and the lowest valine.
Keywords: antioxidant, enzyme papain, protein hydrolyzate, chicken skin
Title: PRODUKSI HIDROLISAT PROTEIN ANTIOKSIDAN MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK PROTEIN KULIT AYAM BROILER DENGAN ENZIM PAPAIN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan hidrolisat protein yang dihasilkan dari proses hidrolisis enzimatik protein kulit ayam dengan menggunakan variasi konsentrasi enzim papain.
Proses hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi enzim 1, 3,dan 5% (b/b protein), pada pH 7, suhu 50oC dan waktu hidrolisis 24 jam.
Parameter yang diukur meliputi derajat hidrolisis, persen peredaman radikal DPPH (diphenylpicryl hidrazyl), dan komposisi asam amino hidrolisat protein yang paling aktif antioksidan.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan konsentrasi enzim yang berbeda menghasikan hidrolisat protein dengan derajat hidrolisis dan persen peredaman DPPH yang berbeda.
Penggunaan konsentrasi enzim papain 1, 3, dan 5% menghasilkan hidrolisat protein dengan derajat hidrolisis berturut-turut sebesar 9,3±1,8, 18,09±5,6, dan 23,15±6.
33%, dan persentase hambatan radikal DPPH pada konsentrasi uji 100 ppm berturut-turut sebesar 16,75±0,07, 58,35±0,00, dan 52,99±0,07%.
Hidrolisat protein yang diperoleh menggunakan enzim papain 3% (b/b protein) menunjukkan persen peredaman tertinggi dengan nilai IC50 92,98 ppm, memiliki komposisi asam amino tertiggi asam glutamat dan terendah valine.
Kata kunci: antioksidan, enzim papain, hidrolisat protein, kulit ayam
This study aimed to determine the antioxidant activity of protein hydrolyzate produced from the enzymatic hydrolysis of chicken skin protein by using variations of the enzyme papain concentration.
The hydrolysis process was carried out with variations in the concentration of the enzymes 1, 3, and 5% (w/w protein base), at pH 7, temperature 50oC, and hydrolysis time 24 hours.
The parameters measured including degree of hydrolysis, percentage of inhibition of DPPH radical (diphenylpicryl hydrazyl) and amino acid composition of the protein hydrolyzate with the highest antioxidant activity.
The results showed that the use of different enzyme concentrations resulted in protein hydrolyzate with different degrees of hydrolysis and percentage of inhibition of DPPH.
The use of papain enzymes 1, 3, and 5% produced protein hydrolyzate with the degree of hydrolysis of 9.
3 ± 1.
8, 18.
09 ± 5.
6, and 23.
15 ± 6.
33%, and the percentage of inhibition of DPPH radical at a concentration of 100 ppm 16.
75 ± 0.
07, 58.
35 ± 0.
00, and 52.
99 ± 0.
07% respectively.
Protein hydrolyzate obtained using the enzyme papain 3% (w/w protein) exhibited the highest percentage of inhibition of DPPH with an IC50 value of 92.
98 ppm, having the highest amino acid composition of glutamic acid and the lowest valine.
Keywords: antioxidant, enzyme papain, protein hydrolyzate, chicken skin.
Related Results
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Pembuatan Hidrolisat Protein Hati Ayam Pedaging (Broiler) Dan Uji Aktivitas Antioksidannya
Pembuatan Hidrolisat Protein Hati Ayam Pedaging (Broiler) Dan Uji Aktivitas Antioksidannya
ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan hidrolisat protein hati ayam pedaging (broiler) dan uji aktivitas antioksidannya. Hidrolisat protein hati ayam (H) d...
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggu...
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fase awal produksi pada ayam Ketarras dan ayam Arab betina. Penelitian terdiri 2 perlakuan dan 25 ulangan. Faktor jenis ayam di...
Functional characteristics of tuna skin collagen hydrolyzed by tuna gastric pepsin
Functional characteristics of tuna skin collagen hydrolyzed by tuna gastric pepsin
Hidrolisis kolagen dapat dilakukan menggunakan metode ekstraksi pelarut, degradasi kimia, fermentasi dan enzimatik. Produk hidrolisat yang dihidrolisis menggunakan enzim, memiliki ...
APLIKASI BUDIDAYA AYAM DOC (DAY OLD CHICKEN) BERBASIS WEB MOBILE
APLIKASI BUDIDAYA AYAM DOC (DAY OLD CHICKEN) BERBASIS WEB MOBILE
Bisnis ternak ayam memang menjadi salah satu bisnis yang tiada pernah habis bahkan menjadi salah satu bisnis yang cukup menguntungkan. Beternak ayam pun juga tidak terlalu sulit un...
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Ayam Ketarras merupakan ayam dengan komposisi genetik 75% ayam Arab dan 25% ayam Ras petelur. Warna kerabang telur ayam Ketarras mirip dengan warna kerabang telur ayam Kampung. Nam...

