Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada pada ilmu penyakit mulut dan radiologi kedokteran gigi

View through CrossRef
Dokter gigi memerlukan pengetahuan yang memadai untuk merawat pasien. Pendidikan jenjang sarjana merupakan bagian dari proses belajar yang tidak terpisahkan bagi dokter gigi. Ilmu Penyakit Mulut (IPM) dan Radiologi Kedokteran Gigi (RKG) merupakan dua bidang ilmu yang membutuhkan pengetahuan mendalam dan berperan penting dalam hal diagnosis dan manajemen penyakit pada pasien. Berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia,terdapat kompetensi minimal yang harus dicapai oleh mahasiswa. Terdapat lima jenis kompetensi pada bidang IPM dan dua jenis kompetensi pada bidang RKG. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dan perbandingannya antar jenis kompetensi pada masing-masing bidang ilmu, yaitu IPM dan RKG. Penelitian dilakukan pada mahasiswa angkatan 2021 program studi S1 Kedokteran Gigi FKG UGM. Terdapat 142responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Enam pertanyaan IPM dan sepuluh pertanyaan RKG yang memenuhi syarat valid dan reliabel digunakan untuk mengukur pengetahuan responden terhadap dua kompetensi IPM yaitu ‘anamnesis’ dan ‘Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)’, serta dua kompetensi RKG yaitu ‘kemampuan interpretasi’ dan ‘keterampilan prosedural’. Hasil uji Mann-Whitney U pada bidang IPM dan RKG menunjukkannilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat variasi tingkat pengetahuan mahasiswa pada bidang IPM dan RKG. Selain itu, juga terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antar jenis kompetensi pada bidang ilmu yang sama. Pada bidang IPM, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kompetensi ‘anamnesis’ dengan ‘KIE’. Pada bidang RKG, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara ‘kemampuan interpretasi’ dengan ‘keterampilan prosedural’.
Title: Evaluasi tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada pada ilmu penyakit mulut dan radiologi kedokteran gigi
Description:
Dokter gigi memerlukan pengetahuan yang memadai untuk merawat pasien.
Pendidikan jenjang sarjana merupakan bagian dari proses belajar yang tidak terpisahkan bagi dokter gigi.
Ilmu Penyakit Mulut (IPM) dan Radiologi Kedokteran Gigi (RKG) merupakan dua bidang ilmu yang membutuhkan pengetahuan mendalam dan berperan penting dalam hal diagnosis dan manajemen penyakit pada pasien.
Berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia,terdapat kompetensi minimal yang harus dicapai oleh mahasiswa.
Terdapat lima jenis kompetensi pada bidang IPM dan dua jenis kompetensi pada bidang RKG.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dan perbandingannya antar jenis kompetensi pada masing-masing bidang ilmu, yaitu IPM dan RKG.
Penelitian dilakukan pada mahasiswa angkatan 2021 program studi S1 Kedokteran Gigi FKG UGM.
Terdapat 142responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Enam pertanyaan IPM dan sepuluh pertanyaan RKG yang memenuhi syarat valid dan reliabel digunakan untuk mengukur pengetahuan responden terhadap dua kompetensi IPM yaitu ‘anamnesis’ dan ‘Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)’, serta dua kompetensi RKG yaitu ‘kemampuan interpretasi’ dan ‘keterampilan prosedural’.
Hasil uji Mann-Whitney U pada bidang IPM dan RKG menunjukkannilai p<0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat variasi tingkat pengetahuan mahasiswa pada bidang IPM dan RKG.
Selain itu, juga terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antar jenis kompetensi pada bidang ilmu yang sama.
Pada bidang IPM, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kompetensi ‘anamnesis’ dengan ‘KIE’.
Pada bidang RKG, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara ‘kemampuan interpretasi’ dengan ‘keterampilan prosedural’.

Related Results

Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Latar belakang. Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) semakin lama semakin meningkat. Menurut DepKes RI 2010 8,3 juta. Ditinjau dari sudut pandang kebutuhan akan pelayanan kese...
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah
Kesehatan mulut di Indonesia masih perlu diperhatikan terutama pada kelompok anak usia sekolah dimana prevalensi karies gigi sangat tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan un...
PENGARUH PENGETAHUAN TERAPIS GIGI DAN MULUT TERHADAP RISIKO TERJADINYA MUSCULOSKELETAL DISODERS (MSDS) DI KOTA KENDARI
PENGARUH PENGETAHUAN TERAPIS GIGI DAN MULUT TERHADAP RISIKO TERJADINYA MUSCULOSKELETAL DISODERS (MSDS) DI KOTA KENDARI
Latar belakang: Latar Belakang: Musculoskeletal Disoders (MSDs) merupakan sebuah cedera yang mempengaruhi gerakan system tubuh manusia seperti otot, tendon, Ligament, Saraf, Pembul...
Perawatan Estetik Kompleks Empat Gigi Anterior Maksila dengan Resorpsi Eksternal
Perawatan Estetik Kompleks Empat Gigi Anterior Maksila dengan Resorpsi Eksternal
Permasalahan estetik merupakan salah satu hal penting dalam perawatan kedokteran gigi restoratif dan harus sejalan dengan penampilan yang alami serta harmonis berdasarkan prinsip-p...
Gangguan Pertumbuhan Janin sebagai Dampak Menurunnya Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil
Gangguan Pertumbuhan Janin sebagai Dampak Menurunnya Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil
Abstrak Angka kejadian karies gigi dan gingivitis sering terjadi pada wanita hamil. Sekitar 60 hingga 75% wanita hamil menderita gingivitis, mengabaikan kesehatan mulut dan gigi se...

Back to Top