Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dimensi Keberadaan ODGJ dalam Perspektif Metafisika Emmanuel Levinas: Wajah yang Menuntut Tanggung Jawab

View through CrossRef
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sering kali ditempatkan pada posisi marginal dalam masyarakat, direduksi menjadi sekadar objek medis atau sosial, serta dipandang dari kacamata ontologis sebagai “yang tidak sempurna.” Artikel ini berupaya membaca keberadaan ODGJ melalui perspektif metafisis Emmanuel Levinas yang menekankan relasi etis dengan yang-Lain. Dalam pemikiran Levinas, metafisika bukanlah sekadar kajian tentang being, melainkan perjumpaan dengan wajah yang-Lain yang menyingkap tanggung jawab tanpa syarat. Melalui kerangka ini, ODGJ dipahami bukan sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek yang memanggil tanggung jawab etis. Wajah ODGJ, meski sering diselubungi stigma dan keterasingan, tetap menghadirkan tuntutan untuk menghormati martabat dan keberadaan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis kepustakaan terhadap berbagai literatur terkait metafisika Levinas, etika, dan kajian sosial tentang ODGJ. Analisis dilakukan secara konseptual untuk menafsirkan gagasan Levinas tentang wajah dan tanggung jawab, lalu menerapkannya pada realitas eksistensial ODGJ. Hipotesis filosofis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa keberadaan ODGJ, ketika dibaca melalui metafisika Levinas, mengungkapkan dimensi etis terdalam dari keberadaan manusia itu sendiri, yakni panggilan tanggung jawab terhadap yang-Lain sebagai dasar sejati metafisika. Dengan demikian, keberadaan ODGJ bukan sekadar persoalan medis atau sosial, tetapi merupakan pengingat metafisis tentang relasi etis yang mendahului segala bentuk pengetahuan dan kekuasaan manusia.    
Title: Dimensi Keberadaan ODGJ dalam Perspektif Metafisika Emmanuel Levinas: Wajah yang Menuntut Tanggung Jawab
Description:
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sering kali ditempatkan pada posisi marginal dalam masyarakat, direduksi menjadi sekadar objek medis atau sosial, serta dipandang dari kacamata ontologis sebagai “yang tidak sempurna.
” Artikel ini berupaya membaca keberadaan ODGJ melalui perspektif metafisis Emmanuel Levinas yang menekankan relasi etis dengan yang-Lain.
Dalam pemikiran Levinas, metafisika bukanlah sekadar kajian tentang being, melainkan perjumpaan dengan wajah yang-Lain yang menyingkap tanggung jawab tanpa syarat.
Melalui kerangka ini, ODGJ dipahami bukan sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek yang memanggil tanggung jawab etis.
Wajah ODGJ, meski sering diselubungi stigma dan keterasingan, tetap menghadirkan tuntutan untuk menghormati martabat dan keberadaan mereka.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis kepustakaan terhadap berbagai literatur terkait metafisika Levinas, etika, dan kajian sosial tentang ODGJ.
Analisis dilakukan secara konseptual untuk menafsirkan gagasan Levinas tentang wajah dan tanggung jawab, lalu menerapkannya pada realitas eksistensial ODGJ.
Hipotesis filosofis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa keberadaan ODGJ, ketika dibaca melalui metafisika Levinas, mengungkapkan dimensi etis terdalam dari keberadaan manusia itu sendiri, yakni panggilan tanggung jawab terhadap yang-Lain sebagai dasar sejati metafisika.
Dengan demikian, keberadaan ODGJ bukan sekadar persoalan medis atau sosial, tetapi merupakan pengingat metafisis tentang relasi etis yang mendahului segala bentuk pengetahuan dan kekuasaan manusia.
   .

Related Results

IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA
Abstrak: Komunikasi Terapeutik merupakan pendekatan komunikasi yang bertujuan menciptakan hubungan yang positif antara perawat dan pasien untuk mendukung proses penyembuhan Orang D...
Stigma Against People with Severe Mental Disorder (PSMD) with Confinement “Pemasungan”
Stigma Against People with Severe Mental Disorder (PSMD) with Confinement “Pemasungan”
ABSTRAK   Pasung adalah tindakan pengekangan atau pembatasan aktivitas secara fisik untuk mengendalikan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tidak terkontrol oleh mas...
DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA JONES BERBASIS ANDROID
DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA JONES BERBASIS ANDROID
ABSTRAK Wajah menjadi sumber teknologi biometrik yang menjadi ciri khas bagian tubuh yang melekat pada seseorang, dimana seringkali menjadi objek penelitian dibidang pengolah...
Program Rehabilitasi ODGJ melalui Terapi Spiritual di Pondok Pesantren X
Program Rehabilitasi ODGJ melalui Terapi Spiritual di Pondok Pesantren X
Abstract. This research has background that The Islamic School of X has a program to recovery Soul Disorder People (ODGJ)  by spiritual therapy that gives medication to soul disord...
Analisis Peran Panti Santa Dymphna dalam Penanganan Masalah Sosial ODGJ di Wilayah Maumere
Analisis Peran Panti Santa Dymphna dalam Penanganan Masalah Sosial ODGJ di Wilayah Maumere
Keberadaan manusia dengan riwayat gangguan jiwa atau yang sering dikenal dengan ODGJ menjadi suatu permasalahan sosial yang dinilai cukup urgen. Permasalahan ini terjadi karena ada...
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN ORANG DALAM GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA MEDAN
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN ORANG DALAM GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA MEDAN
This study aims to analyze the role of the Social Affairs Office (Dinas Sosial) in the management of People with Mental Disorders (ODGJ) in Medan City. Mental health issues have be...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pengalaman Perawat Merawat Pasien ODGJ dengan Covid-19 di RSJ Sambang Lihum
Pengalaman Perawat Merawat Pasien ODGJ dengan Covid-19 di RSJ Sambang Lihum
COVID-19 merupakan penyakit menular sehingga diperlukan perawatan khusus terlebih pada pasien ODGJ dengan COVID-19. Penelitian bertujuan mengekplorasi pengalaman perawat dalam mera...

Back to Top