Javascript must be enabled to continue!
Formulation And Test Effectiveness Of Antifungal Cream Of Mugwort Ethanol Extract (Artemisia vulgaris L) On Candida Albicans ATCC 10231
View through CrossRef
Menurut masyarakat Suku Tengger secara turun temurun, tanaman mugwort(Artemisia vulgaris L.) bermanfaat sebagai pengobatan infeksi jamur. Berdasarkan laporan penelitian yang telah dilakukan, tanaman mugwort(Artemisia vulgaris L.) mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid, tanin, saponin, steroid, alkaloid. Senyawa aktif tersebut memiliki aktivitas sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi, mengevaluasi serta menguji aktivitas sediaan krim dengan tipe M/A ekstrak etanol daun mugwort (Artemisia vulgaris L.) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans ATCC 10231. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium. Sampel diambil secara simple random sampling untuk dilakukan uji daya hambat terhadap jamur Candida Albicans ATCC 10231. Hasil uji mutu fisik krim ekstrak daun mugwort (Artemisia vulgaris L.) dari keempat formulasi dengan parameter uji meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji viskositas sudah sesuai standar mutu yang ditetapkan. Hasil evaluasi fisik sediaan krim antijamur memperlihatkan orgnoleptic, homogenitas, Ph 6, uji daya sebar F1 5,2 cm, FII 5,1 cm, FIII 5,3 cm, dan FIV 5,4 cm, uji daya lekat FI 5,3 detik, FII 5,3 detik, FIII 5,4 detik, dan FIV 5,5, Sedangkan pada uji viskositas hasil FI 24.606 cP, FII 30.836 cP, FIII 40.198 cP, dan FIV 38.695 cP. Data hasil daya hambat akan dianalisis dengan rata-rata dalam setiap konsentrasinya yang dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun mugwort(Artemisia vulgaris L.) memiliki efektivitas antijamur dengan nilai rata-rata 8,6 mm pada konsentrasi 2,5% (kategori sedang), 10,3 mm pada konsentrasi 5% (kategori kuat), 11 mm pada konsentrasi 10% (kategori kuat) dan 12 mm pada konsentrasi 20% (kategori kuat). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan krim ekstrak etanol daun mugwort(Artemisia vulgaris L.) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida Albicans ATCC 10231.
Universitas Airlangga
Title: Formulation And Test Effectiveness Of Antifungal Cream Of Mugwort Ethanol Extract (Artemisia vulgaris L) On Candida Albicans ATCC 10231
Description:
Menurut masyarakat Suku Tengger secara turun temurun, tanaman mugwort(Artemisia vulgaris L.
) bermanfaat sebagai pengobatan infeksi jamur.
Berdasarkan laporan penelitian yang telah dilakukan, tanaman mugwort(Artemisia vulgaris L.
) mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid, tanin, saponin, steroid, alkaloid.
Senyawa aktif tersebut memiliki aktivitas sebagai antijamur.
Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi, mengevaluasi serta menguji aktivitas sediaan krim dengan tipe M/A ekstrak etanol daun mugwort (Artemisia vulgaris L.
) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans ATCC 10231.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium.
Sampel diambil secara simple random sampling untuk dilakukan uji daya hambat terhadap jamur Candida Albicans ATCC 10231.
Hasil uji mutu fisik krim ekstrak daun mugwort (Artemisia vulgaris L.
) dari keempat formulasi dengan parameter uji meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji viskositas sudah sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Hasil evaluasi fisik sediaan krim antijamur memperlihatkan orgnoleptic, homogenitas, Ph 6, uji daya sebar F1 5,2 cm, FII 5,1 cm, FIII 5,3 cm, dan FIV 5,4 cm, uji daya lekat FI 5,3 detik, FII 5,3 detik, FIII 5,4 detik, dan FIV 5,5, Sedangkan pada uji viskositas hasil FI 24.
606 cP, FII 30.
836 cP, FIII 40.
198 cP, dan FIV 38.
695 cP.
Data hasil daya hambat akan dianalisis dengan rata-rata dalam setiap konsentrasinya yang dilakukan sebanyak tiga kali replikasi.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun mugwort(Artemisia vulgaris L.
) memiliki efektivitas antijamur dengan nilai rata-rata 8,6 mm pada konsentrasi 2,5% (kategori sedang), 10,3 mm pada konsentrasi 5% (kategori kuat), 11 mm pada konsentrasi 10% (kategori kuat) dan 12 mm pada konsentrasi 20% (kategori kuat).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan krim ekstrak etanol daun mugwort(Artemisia vulgaris L.
) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida Albicans ATCC 10231.
Related Results
Hefebefunde bei Reihenuntersuchungen an Soldaten der Bundeswehr
Hefebefunde bei Reihenuntersuchungen an Soldaten der Bundeswehr
ZusammenfassungBei Reihenuntersuchungen an 1325 Soldaten wurde die Sproßpilzbesiedlung der Mund‐böhle (1325 Abstriche), der Analregion (949 Abstriche), des Penis (1325 Abklatsch‐Ku...
Uji Efektivitas Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, Butanol Kulit Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica Var. Gedong Gincu) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans ATCC 10231
Uji Efektivitas Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, Butanol Kulit Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica Var. Gedong Gincu) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans ATCC 10231
Candida albicans merupakan salah satu jenis jamur sebagai flora normal yang berada pada tubuh manusia. Candida albicans dapat menyebabkan kandidiasis. Global Burden Fungal Disease ...
Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daging dan Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) terhadap Pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 Secara in vitro
Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daging dan Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) terhadap Pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 Secara in vitro
Introduction: Candida albicans is a normal organism found in the oral cavity. These organisms are opportunistic pathogens, which are not pathogenic to normal individuals but will c...
Synergistic Interactions between Pseudomonas aeruginosa and Candida albicans, Candida glabrata, Candida krusei, Candida parapsilosis as well as Candida tropicalis in the Formation of Polymicrobial Biofilms
Synergistic Interactions between Pseudomonas aeruginosa and Candida albicans, Candida glabrata, Candida krusei, Candida parapsilosis as well as Candida tropicalis in the Formation of Polymicrobial Biofilms
The interactions between pathogens during infection and the impact of these interactions on drug effectiveness are poorly understood, making polymicrobial infections challenging to...
Evaluation of antifungal activity of lactic acid bacteria from locally sourced yoghurts on isolates of <i>Candida Albicans</i> from cases of vaginitis
Evaluation of antifungal activity of lactic acid bacteria from locally sourced yoghurts on isolates of <i>Candida Albicans</i> from cases of vaginitis
This study assessed antifungal activity of lactic acid bacteria from locally made yoghurts on isolates of candida albicans from cases of vaginitis. Locally sourced yoghurt samples...
Prevalence of Candidemia with Susceptibility Pattern in a Tertiary Care Hospital in North India
Prevalence of Candidemia with Susceptibility Pattern in a Tertiary Care Hospital in North India
BACKGROUND Blood stream infections (BSI) caused by various candida species have been reported from many countries worldwide and are a significant cause of morbidity and mortality i...
Uji daya hambat ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro
Uji daya hambat ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro
Abstract: Candida albicans is a normal flora of the mouth, respiratory tract, gastrointestinal tract and the female genital but it becomes pathogen if there is a predisposing facto...
Antifungal activity of silver nanoparticles prepared using Aloe vera extract against Candida albicans
Antifungal activity of silver nanoparticles prepared using Aloe vera extract against Candida albicans
Background and Aim: Resistance to antifungal agents is a serious public health concern that has not been investigated enough because most studies on antimicrobials are dedicated to...

