Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daging dan Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) terhadap Pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 Secara in vitro
View through CrossRef
Introduction: Candida albicans is a normal organism found in the oral cavity. These organisms are opportunistic pathogens, which are not pathogenic to normal individuals but will cause disease in individuals with certain conditions. Oral candidiasis is one of the infections caused by this fungus. Management of therapy is done by administering antifungal drugs. The use of the antifungal drug has side effects and in the long term use can raise the resistance of Candida strain and treatment failure. Different choices of therapy can use herbs such as lime pulp and peel. The purpose of this study is to determine the difference in inhibition between lime (Citrus aurantifolia S) pulp and peel extract at concentrations of 25%, 50% and 100% for the growth of Candida albicans.
Method: This study uses experimental Post Test Only Control Group Design. The treatment group is given ethanol extract of lime pulp and peel with concentrations of 25%. 50% and 100%. A positive control is given nystatin and ethanol 96% as a negative control. The antifungal test method is disc diffusion. Data analysis uses One-Way Anova comparative test.
Result: Ethanol extract of pulp and lime peel does not perform inhibition zone against Candida albicans growth.
Conclusion: Antifungal activity test results show no difference between lime pulp and peel extract at concentrations of 25%, 50%, and 100% in inhibiting the growth of Candida albicans.
Latar Belakang: Candida albicans merupakan organisme normal yang terdapat pada rongga mulut. Organisme ini bersifat oportunistik patogen, yaitu tidak patogen pada individu normal tapi akan menyebabkan penyakit pada individu dengan kondisi tertentu. Kandidiasis oral merupakan salah satu infeksi yang disebabkan oleh jamur ini. Manajemen terapi dilakukan dengan pemberian obat antifungi. Penggunaan obat antifungi memiliki efek samping dan pada penggunaan jangka panjang dapat memunculkan strain Candida yang resisten dan menyebabkan kegagalan dari pengobatan. Alternatif terapi dapat menggunakan bahan alam berupa buah jeruk nipis, baik kulit maupun daging buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan daya hambat antara ekstrak daging dan kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia S) pada konsentrasi 25%, 50% dan 100% terhadap pertumbuhan Candida albicans.
Metode: Jenis penelitian yaitu eksperimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Kelompok perlakuan diberikan ekstrak etanol daging dan kulit buah jeruk nipis konsentrasi 25%, 50% dan 100%. Kontrol positif berupa nystatin dan kontrol negatif etanol 96%. Metode uji daya hambat jamur dengan difusi cakram. Analisis data menggunakan uji komparatif One Way Anova.
Hasil: Ekstrak etanol daging dan kulit jeruk nipis tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans.
Kesimpulan: Hasil uji daya antijamur menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara ekstrak kulit dan daging jeruk nipis kosentrasi 25%, 50% dan 100% dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans.
Sanglah Hospital - Udayana University
Title: Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daging dan Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) terhadap Pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 Secara in vitro
Description:
Introduction: Candida albicans is a normal organism found in the oral cavity.
These organisms are opportunistic pathogens, which are not pathogenic to normal individuals but will cause disease in individuals with certain conditions.
Oral candidiasis is one of the infections caused by this fungus.
Management of therapy is done by administering antifungal drugs.
The use of the antifungal drug has side effects and in the long term use can raise the resistance of Candida strain and treatment failure.
Different choices of therapy can use herbs such as lime pulp and peel.
The purpose of this study is to determine the difference in inhibition between lime (Citrus aurantifolia S) pulp and peel extract at concentrations of 25%, 50% and 100% for the growth of Candida albicans.
Method: This study uses experimental Post Test Only Control Group Design.
The treatment group is given ethanol extract of lime pulp and peel with concentrations of 25%.
50% and 100%.
A positive control is given nystatin and ethanol 96% as a negative control.
The antifungal test method is disc diffusion.
Data analysis uses One-Way Anova comparative test.
Result: Ethanol extract of pulp and lime peel does not perform inhibition zone against Candida albicans growth.
Conclusion: Antifungal activity test results show no difference between lime pulp and peel extract at concentrations of 25%, 50%, and 100% in inhibiting the growth of Candida albicans.
Latar Belakang: Candida albicans merupakan organisme normal yang terdapat pada rongga mulut.
Organisme ini bersifat oportunistik patogen, yaitu tidak patogen pada individu normal tapi akan menyebabkan penyakit pada individu dengan kondisi tertentu.
Kandidiasis oral merupakan salah satu infeksi yang disebabkan oleh jamur ini.
Manajemen terapi dilakukan dengan pemberian obat antifungi.
Penggunaan obat antifungi memiliki efek samping dan pada penggunaan jangka panjang dapat memunculkan strain Candida yang resisten dan menyebabkan kegagalan dari pengobatan.
Alternatif terapi dapat menggunakan bahan alam berupa buah jeruk nipis, baik kulit maupun daging buah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan daya hambat antara ekstrak daging dan kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia S) pada konsentrasi 25%, 50% dan 100% terhadap pertumbuhan Candida albicans.
Metode: Jenis penelitian yaitu eksperimental dengan rancangan penelitian post test only control group design.
Kelompok perlakuan diberikan ekstrak etanol daging dan kulit buah jeruk nipis konsentrasi 25%, 50% dan 100%.
Kontrol positif berupa nystatin dan kontrol negatif etanol 96%.
Metode uji daya hambat jamur dengan difusi cakram.
Analisis data menggunakan uji komparatif One Way Anova.
Hasil: Ekstrak etanol daging dan kulit jeruk nipis tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans.
Kesimpulan: Hasil uji daya antijamur menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara ekstrak kulit dan daging jeruk nipis kosentrasi 25%, 50% dan 100% dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans.
Related Results
EFEK ANTI BAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP SALMONELLA TYPHI SECARA IN VITRO
EFEK ANTI BAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP SALMONELLA TYPHI SECARA IN VITRO
Efek Antimikroba Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Salmonella typhi secara In Vitro. Demam tifoid merupakan infeksi akut saluran pencernaan yang disebabkan o...
OPTIMASI LOTION EKSTRAK WORTEL DAN KULIT JERUK NIPIS
OPTIMASI LOTION EKSTRAK WORTEL DAN KULIT JERUK NIPIS
Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit. Wortel dan kulit jeruk nipis merupakan tanaman yang mempunyai aktivitas perl...
Potensi Tanaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Antikanker
Potensi Tanaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Antikanker
Abstract. Lime (Citrus aurantifolia) is one of the plants known to have anticancer effects. The use of lime as an anticancer has been scientifically researched, but has not been pr...
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Akar Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Akar Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah salah satu sumber senyawa bioaktif yang berasal dari Wilayah Tumbang Kunyi provinsi Kalimantan Tengah yang berpotensi sebagai antikanker. M...
Uji Efektifitas Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dalam Menghambat Pertumbuhan Larva Aedes spp
Uji Efektifitas Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dalam Menghambat Pertumbuhan Larva Aedes spp
Abstrak: Nyamuk Aedes spp adalah vektor utama dari virus Demam Berdarah Dengue. Pemberantasan vektor dengan menggunakan larvasida kimiawi di nilai masih memiliki banyak kekurangan ...
Analisis Hubungan Produksi, Permintaan dan Harga Pada Komoditas Jeruk Nipis
Analisis Hubungan Produksi, Permintaan dan Harga Pada Komoditas Jeruk Nipis
Abstrak
Salah satu buah yang digemari masyarakat Indonesia sebagai campuran minuman adalah jeruk nipis. Jeruk nipis yang memiliki nama latin Citrus aurantifolia, Swingle ada...
Uji Efektivitas Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, Butanol Kulit Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica Var. Gedong Gincu) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans ATCC 10231
Uji Efektivitas Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, Butanol Kulit Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica Var. Gedong Gincu) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans ATCC 10231
Candida albicans merupakan salah satu jenis jamur sebagai flora normal yang berada pada tubuh manusia. Candida albicans dapat menyebabkan kandidiasis. Global Burden Fungal Disease ...
Uji daya hambat ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro
Uji daya hambat ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro
Abstract: Candida albicans is a normal flora of the mouth, respiratory tract, gastrointestinal tract and the female genital but it becomes pathogen if there is a predisposing facto...

