Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keragaman Fenotipik Bunga Telang Double Petal Asal Indonesia dan Thailand Berdasarkan Morfologi Bunga

View through CrossRef
AbstrakBunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman legum yang bagian bunganya telah banyak dimanfaatkan. Double petal adalah salah satu varian spesies bunga telang yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman fenotipik plasma nutfah bunga telang double petal asal Indonesia (Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur) dan Thailand berdasarkan morfologi bunga. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Data morfologi dianalisis menggunakan analisis multivariat berupa Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) dan Analisis Klaster (Cluster Analysis) dengan bantuan program NTSYS 2.1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima komponen utama yang berpengaruh terhadap keragaman aksesi dengan persentase keragaman kumulatif 88,82%. Karakter tipe bunga, susunan mahkota bunga, keberadaan lunas, tipe benang sari, dan posisi kepala putik memberi pengaruh terbesar terhadap keragaman aksesi. Analisis klaster membagi aksesi-aksesi tersebut menjadi dua klaster dengan koefisien ketidakmiripan 3,01–6,83. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bunga telang double petal asal Indonesia dan Thailand memiliki keragaman yang luas dan kekerabatan yang jauh; aksesi asal Bali memiliki morfologi bunga dan klaster yang berbeda dengan aksesi asal Jawa Barat, Jawa Timur, dan Thailand. Informasi ini akan bermanfaat dalam merencanakan pengelolaan plasma nutfah dan pemuliaan bunga telang double petal. Abstract Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) is a legumeplant of which flower parts are widely used. One of butterfly pea variant is double petal which commonly found in Southern Asia. This study aimed to evaluate phenotypic diversity of double petal butterfly pea germplasm from Indonesia (Bali, West Java, and East Java) and Thailand based on flower morphology. The experiment was arranged in randomized complete blocks design with three replications. Morphology data were subjected to multivariate analysis using Principal Component Analysis and Cluster Analysis and performed by NTSYS 2.1. The result showed that there were five significant principal components that cumulatively explained 88.82% of variance. Existence of keel, aestivation type, position of stigma, type of stamen, and flower type gave high contributions to the diversity of accessions. Cluster analysis grouped the accessions into two clusters with dissimilarity coefficient from 3.01–6.83. From the results, it can be concluded that double petal butterfly pea from Indonesia and Thailand have wide diversity and genetic relationship; the accessions from Bali have different flower morphology and cluster compared to the accessions from East Java, West Java, and Thailand. The information will help planning management of the germplasm and breeding double petal butterfly pea.
Title: Keragaman Fenotipik Bunga Telang Double Petal Asal Indonesia dan Thailand Berdasarkan Morfologi Bunga
Description:
AbstrakBunga telang (Clitoria ternatea L.
) merupakan tanaman legum yang bagian bunganya telah banyak dimanfaatkan.
Double petal adalah salah satu varian spesies bunga telang yang banyak ditemukan di Asia Tenggara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman fenotipik plasma nutfah bunga telang double petal asal Indonesia (Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur) dan Thailand berdasarkan morfologi bunga.
Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan.
Data morfologi dianalisis menggunakan analisis multivariat berupa Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) dan Analisis Klaster (Cluster Analysis) dengan bantuan program NTSYS 2.
1.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima komponen utama yang berpengaruh terhadap keragaman aksesi dengan persentase keragaman kumulatif 88,82%.
Karakter tipe bunga, susunan mahkota bunga, keberadaan lunas, tipe benang sari, dan posisi kepala putik memberi pengaruh terbesar terhadap keragaman aksesi.
Analisis klaster membagi aksesi-aksesi tersebut menjadi dua klaster dengan koefisien ketidakmiripan 3,01–6,83.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bunga telang double petal asal Indonesia dan Thailand memiliki keragaman yang luas dan kekerabatan yang jauh; aksesi asal Bali memiliki morfologi bunga dan klaster yang berbeda dengan aksesi asal Jawa Barat, Jawa Timur, dan Thailand.
Informasi ini akan bermanfaat dalam merencanakan pengelolaan plasma nutfah dan pemuliaan bunga telang double petal.
 Abstract Butterfly pea (Clitoria ternatea L.
) is a legumeplant of which flower parts are widely used.
One of butterfly pea variant is double petal which commonly found in Southern Asia.
This study aimed to evaluate phenotypic diversity of double petal butterfly pea germplasm from Indonesia (Bali, West Java, and East Java) and Thailand based on flower morphology.
The experiment was arranged in randomized complete blocks design with three replications.
Morphology data were subjected to multivariate analysis using Principal Component Analysis and Cluster Analysis and performed by NTSYS 2.
1.
The result showed that there were five significant principal components that cumulatively explained 88.
82% of variance.
Existence of keel, aestivation type, position of stigma, type of stamen, and flower type gave high contributions to the diversity of accessions.
Cluster analysis grouped the accessions into two clusters with dissimilarity coefficient from 3.
01–6.
83.
From the results, it can be concluded that double petal butterfly pea from Indonesia and Thailand have wide diversity and genetic relationship; the accessions from Bali have different flower morphology and cluster compared to the accessions from East Java, West Java, and Thailand.
The information will help planning management of the germplasm and breeding double petal butterfly pea.

Related Results

Teaching & Learning Guide for: Buddhism and Thai Art
Teaching & Learning Guide for: Buddhism and Thai Art
This guide accompanies the following article(s): Chirapravati, P, Buddhism and Thai Art, Religion Compass 3/4 (2009) : pp. 566–579, 10.1...
Morphological Diversity of Double Petal Telang (Clitoria ternatea L.) in Several Flower Colors
Morphological Diversity of Double Petal Telang (Clitoria ternatea L.) in Several Flower Colors
Telang is a plant that grows wild and is cultivated by the people of Indonesia. Telang flowers originate from Ternate Island, Maluku, Indonesia. The most widely used part of Telang...
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang Sebagai Pewarna Alami Yang Kaya Anti Oksidan Pada Berbagai Produk Makanan dan Minuman
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang Sebagai Pewarna Alami Yang Kaya Anti Oksidan Pada Berbagai Produk Makanan dan Minuman
Bunga Telang (Clitoria ternatea) merupakan tumbuhan yang merambat sehingga mudah tumbuh dalam kondisi apapun, namun karena minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan bunga telang yan...
EFEKTIVITAS BUNGA TELANG SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI LACTOPHENOL COTTON BLUE DALAM PEMERIKSAAN ONIKOMIKOSIS
EFEKTIVITAS BUNGA TELANG SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI LACTOPHENOL COTTON BLUE DALAM PEMERIKSAAN ONIKOMIKOSIS
Onikomikosis adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme dari golongan mycota atau jamur. Infeksi jamur pada kuku yang menyebabkan perubahan warna, penebalan, dan lepasnya ...
Pengaruh Konsentrasi Antosianin Terhadap Kemampuan Pencegahan Fermentasi Sirup Bunga Telang (Clitoria ternatea Linn)
Pengaruh Konsentrasi Antosianin Terhadap Kemampuan Pencegahan Fermentasi Sirup Bunga Telang (Clitoria ternatea Linn)
Pada penelitian ini hasil dari ekstraksi bunga telang diolah menjadi minuman fungsional yaitu sirup yang dilakukan uji kandungan antosianin, uji pH dan uji organoleptik. Adapun ran...
STANDARDISASI MUTU SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)
STANDARDISASI MUTU SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)
Tanaman obat merupakan jenis tanaman yang berkhasiat dapat meningkatkan sistem imun dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Salah satu jenis tanaman yang dap...
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
<p>Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung, kedelai memerlukan upaya peningkatan keragaman genetik dengan cara introduksi aks...
Formulasi Sediaan Sabun Cair Mengandung Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)
Formulasi Sediaan Sabun Cair Mengandung Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)
ABSTRAKPendahuluan: Salah satu kosmetik pembersih kulit yang selalu dibutuhkan saat ini adalah sabun mandi. Kulit sangat membutuhkan antioksidan untuk menangkal paparan radikal beb...

Back to Top