Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INDONESIAN VERBAL PREFIXES: MAPPING FORMS AND FUNCTIONS

View through CrossRef
Asumsi umum tentang imbuhan verbal dalam Bahasa Indonesia adalah mereka merupakan penanda kalimat (aktif vs pasif) yang muncul dalam bentuk yang berbeda tergantung jenis kata kerja yang terikat dengan imbuhan tersebut. Imbuhan Me- merupakan penanda kalimat aktif yang muncul pada kata kerja transitif. Imbuhan Ber- merupakan penanda kalimat aktif yang muncul pada kata kerja intransitif. Imbuhan Di- merupakan penanda kalimat pasif yang memerlukan agent (pelaku). Imbuhan Ter- adalah penanda kalimat pasif yang tidak memerlukan agent (pelaku) dan kalimat pasif yang tidak sengaja. Asumsi tersebut terbukti tidak sepenuhnya benar. Meskipun dalam beberapa situasi imbuhan verbal berfungsi sebagai penanda kalimat, imbuhan verbal tidak sepenuhnya berfungsi sebagai penanda kalimat di situasi lain. Ada kata kerja intransitif yang diawali Me-, ada kata kerja transitif yang diawali Ber-, ada yang bisa diawali keduanya, dan ada yang tidak bisa diawali keduanya. Hasil yang dikumpulkan tidak membuktikan bahwa asumsi umum benar, namun ada pola yang tergambar antara imbuhan verbal dan jenis kata yang bisa mengambilnya. Ada pemetaan yang lebih rumit antara bentuk dan fungsi dari imbuhan verbal di Bahasa Indonesia dan jenis kata yang bisa mengambil mereka. Pemetaan ini kemungkinan melibatkan aturan, fitur, dan batasan diluar lingkup sintaksis.
Title: INDONESIAN VERBAL PREFIXES: MAPPING FORMS AND FUNCTIONS
Description:
Asumsi umum tentang imbuhan verbal dalam Bahasa Indonesia adalah mereka merupakan penanda kalimat (aktif vs pasif) yang muncul dalam bentuk yang berbeda tergantung jenis kata kerja yang terikat dengan imbuhan tersebut.
Imbuhan Me- merupakan penanda kalimat aktif yang muncul pada kata kerja transitif.
Imbuhan Ber- merupakan penanda kalimat aktif yang muncul pada kata kerja intransitif.
Imbuhan Di- merupakan penanda kalimat pasif yang memerlukan agent (pelaku).
Imbuhan Ter- adalah penanda kalimat pasif yang tidak memerlukan agent (pelaku) dan kalimat pasif yang tidak sengaja.
Asumsi tersebut terbukti tidak sepenuhnya benar.
Meskipun dalam beberapa situasi imbuhan verbal berfungsi sebagai penanda kalimat, imbuhan verbal tidak sepenuhnya berfungsi sebagai penanda kalimat di situasi lain.
Ada kata kerja intransitif yang diawali Me-, ada kata kerja transitif yang diawali Ber-, ada yang bisa diawali keduanya, dan ada yang tidak bisa diawali keduanya.
Hasil yang dikumpulkan tidak membuktikan bahwa asumsi umum benar, namun ada pola yang tergambar antara imbuhan verbal dan jenis kata yang bisa mengambilnya.
Ada pemetaan yang lebih rumit antara bentuk dan fungsi dari imbuhan verbal di Bahasa Indonesia dan jenis kata yang bisa mengambil mereka.
Pemetaan ini kemungkinan melibatkan aturan, fitur, dan batasan diluar lingkup sintaksis.

Related Results

Comparison of LA and PVC mapping using OCTARAY and OPTRELL catheters
Comparison of LA and PVC mapping using OCTARAY and OPTRELL catheters
AbstractBackgroundMultielectrode mapping catheters, such as the OCTARAY and OPTRELL, are essential in creating myocardial electroanatomical mapping in arrhythmias. The OCTARAY is a...
Use of Affixation and Its Errors on BIPA Level 5 Learners' Assignments at the Indonesian Embassy In Lisabon, Portugal
Use of Affixation and Its Errors on BIPA Level 5 Learners' Assignments at the Indonesian Embassy In Lisabon, Portugal
This research discusses the affixation found in the weekly assignments of Indonesian language learners for Foreign Speakers Level 5 at the Embassy of the Republic of Indonesia in L...
Current trends in the semantics and functions of foreignlanguage prefixes in the Russian language in the early 21st century
Current trends in the semantics and functions of foreignlanguage prefixes in the Russian language in the early 21st century
The article studies active processes occurring at the word-formation level of the language; it analyzes the borrowed prefixes frequently used in recent decades within the modern me...
Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau dari Kemampuan Verbal
Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau dari Kemampuan Verbal
[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan verbal, kemampuan menyelesaikan soal cerita, dan pengaruh kemampuan verbal terhadap kemampuan menyelesaikan so...
Effect of teacher’s verbal encouragement on psychophysiological responses during soccer small-sided game
Effect of teacher’s verbal encouragement on psychophysiological responses during soccer small-sided game
One of the important factors that improve soccer player's ability to engage more in the physical activity is verbal encouragement from the coach during exercise. The purpose of the...
THE VERBAL CREATIVITY OF PRESCHOOLERS AS A PEDAGOGICAL PROBLEM
THE VERBAL CREATIVITY OF PRESCHOOLERS AS A PEDAGOGICAL PROBLEM
The article has considered and analyzed psychological and pedagogical approaches to the problem of children’s creativity, especially children of preschool age. We have shown the vi...
ANALISIS DASAR HUKUM BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL
ANALISIS DASAR HUKUM BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL
This article was written to describe the legal analysis of the Indonesian language as a national language. Indonesian is the language of unity, national language, and national lang...

Back to Top