Javascript must be enabled to continue!
Defek septum ventrikel dengan komplikasi pneumonia dan gagal tumbuh pada bayi usia 4 bulan di RSUD Wangaya: sebuah laporan kasus
View through CrossRef
Introduction: Children with left to right shunt congenital heart disease has a strong correlation with respiratory tract infection events. Congenital heart disease might be the cause of pneumonia then it could make the congenital heart disease conditions more severe. Mortality of congenital heart disease increased due to the pneumonia infection. An increase in the metabolic rate of congenital heart disease patients with pneumonia is one reason for patient’s failure to thrive.
Case : 4 month boy suffered a weight faltering and severe pneumonia with severe heart failure that showed a better outcome after therapy. Dyspnea was getting more severe 1 day before hospitalization. Chest wall retraction, rales on both lung, systolic grade II murmurs on parasternal line ICS 4th were found on physical examination. Patient’s weight increment was located below percentile 5 depending on WHO weight increment table. Complete blood count showed an increase of leukocyte 19,58 x 103/ uL, normal haemoglobin 10,3 g/dL, normal hematocrit 32,2%, normal platelet 691x103/uL. Pneumonia was found on a chest x-ray examination. Echocardiography examination showed a ventricular septal defect perimembranous left to right shunt, mild tricuspid regurgitation. Low birth weight milk, intravenous antibiotic, nebulization, vasodilator and diuretic oral medication was given as a treatment. Patient condition was better on the 8th day of hospitalization. Congenital heart disease symptom and growth increment was monitored through outpatient care programs. Referral was done especially due to the congenital heart disease condition.
Conclusion : a generalized and systematic examination is required due to the broad spectrum of congenital heart disease manifestation. Relapse of pneumonia and weight faltering could be prevented through an early finding of congenital heart disease sign in result for a better long term outcome gained.
Latar belakang: Anak dengan penyakit jantung bawaan left to right shunt salah satunya defek septum ventrikel (DSV) berhubungan erat dengan kejadian infeksi saluran pernapasan, salah satunya pneumonia. Penyakit jantung bawaan dapat menjadi penyebab dasar dari pneumonia dan dapat memperberat kondisi pasien. Pneumonia dapat meningkatkan mortalitas dari penyakit jantung bawaan. Peningkatan laju metabolik pada pasien PJB yang mengalami pneumonia menjadi salah satu faktor penyebab gangguan pertumbuhan pada pasien PJB.
Kasus: Bayi laki-laki didapatkan gagal tumbuh dan pneumonia berat dengan gagal jantung berat yang membaik setelah terapi gagal jantung. Pemeriksaan fisis toraks ditemukan retraksi dinding dada, ronki pada kedua lapang paru, murmur sistolik grade II pada regio PSL sinistra ICS 4. Weight increment pasien terletak di bawah persentil ke-5. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan leukosit 19,58 x 103/ uL, hemoglobin 10,3 g/dL, hematokrit 32,2%, platelet 691x103/uL. Foto thoraks kesan pneumonia. Ekokardiografi kesan defek septum ventrikel perimembran left to right shunt, mild tricuspid regurgitation. Pasien mendapatkan tatalaksana berupa pemberian susu khusus BBLR, antibiotik intravena, nebulisasi, kombinasi diuretik oral dan vasodilator oral. Setelah perawatan 8 hari, klinis membaik, pasien menjalani pemantauan mengenai kondisi PJB dan status gizi selama rawat jalan. Khusus kondisi PJB pasien dilakukan rujukan ke rumah sakit tipe A guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kesimpulan: Penyakit jantung bawaan pada bayi memiliki spektrum klinis yang luas dan hal tersebut memerlukan pemeriksaan yang sistematis dan menyeluruh. Komplikasi seperti pneumonia berulang dan gagal tumbuh bisa dicegah dengan penemuan dini tanda-tanda PJB sehingga luaran jangka panjang menjadi lebih baik.
Title: Defek septum ventrikel dengan komplikasi pneumonia dan gagal tumbuh pada bayi usia 4 bulan di RSUD Wangaya: sebuah laporan kasus
Description:
Introduction: Children with left to right shunt congenital heart disease has a strong correlation with respiratory tract infection events.
Congenital heart disease might be the cause of pneumonia then it could make the congenital heart disease conditions more severe.
Mortality of congenital heart disease increased due to the pneumonia infection.
An increase in the metabolic rate of congenital heart disease patients with pneumonia is one reason for patient’s failure to thrive.
Case : 4 month boy suffered a weight faltering and severe pneumonia with severe heart failure that showed a better outcome after therapy.
Dyspnea was getting more severe 1 day before hospitalization.
Chest wall retraction, rales on both lung, systolic grade II murmurs on parasternal line ICS 4th were found on physical examination.
Patient’s weight increment was located below percentile 5 depending on WHO weight increment table.
Complete blood count showed an increase of leukocyte 19,58 x 103/ uL, normal haemoglobin 10,3 g/dL, normal hematocrit 32,2%, normal platelet 691x103/uL.
Pneumonia was found on a chest x-ray examination.
Echocardiography examination showed a ventricular septal defect perimembranous left to right shunt, mild tricuspid regurgitation.
Low birth weight milk, intravenous antibiotic, nebulization, vasodilator and diuretic oral medication was given as a treatment.
Patient condition was better on the 8th day of hospitalization.
Congenital heart disease symptom and growth increment was monitored through outpatient care programs.
Referral was done especially due to the congenital heart disease condition.
Conclusion : a generalized and systematic examination is required due to the broad spectrum of congenital heart disease manifestation.
Relapse of pneumonia and weight faltering could be prevented through an early finding of congenital heart disease sign in result for a better long term outcome gained.
Latar belakang: Anak dengan penyakit jantung bawaan left to right shunt salah satunya defek septum ventrikel (DSV) berhubungan erat dengan kejadian infeksi saluran pernapasan, salah satunya pneumonia.
Penyakit jantung bawaan dapat menjadi penyebab dasar dari pneumonia dan dapat memperberat kondisi pasien.
Pneumonia dapat meningkatkan mortalitas dari penyakit jantung bawaan.
Peningkatan laju metabolik pada pasien PJB yang mengalami pneumonia menjadi salah satu faktor penyebab gangguan pertumbuhan pada pasien PJB.
Kasus: Bayi laki-laki didapatkan gagal tumbuh dan pneumonia berat dengan gagal jantung berat yang membaik setelah terapi gagal jantung.
Pemeriksaan fisis toraks ditemukan retraksi dinding dada, ronki pada kedua lapang paru, murmur sistolik grade II pada regio PSL sinistra ICS 4.
Weight increment pasien terletak di bawah persentil ke-5.
Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan leukosit 19,58 x 103/ uL, hemoglobin 10,3 g/dL, hematokrit 32,2%, platelet 691x103/uL.
Foto thoraks kesan pneumonia.
Ekokardiografi kesan defek septum ventrikel perimembran left to right shunt, mild tricuspid regurgitation.
Pasien mendapatkan tatalaksana berupa pemberian susu khusus BBLR, antibiotik intravena, nebulisasi, kombinasi diuretik oral dan vasodilator oral.
Setelah perawatan 8 hari, klinis membaik, pasien menjalani pemantauan mengenai kondisi PJB dan status gizi selama rawat jalan.
Khusus kondisi PJB pasien dilakukan rujukan ke rumah sakit tipe A guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kesimpulan: Penyakit jantung bawaan pada bayi memiliki spektrum klinis yang luas dan hal tersebut memerlukan pemeriksaan yang sistematis dan menyeluruh.
Komplikasi seperti pneumonia berulang dan gagal tumbuh bisa dicegah dengan penemuan dini tanda-tanda PJB sehingga luaran jangka panjang menjadi lebih baik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
Karakteristik pasien kebidanan dengan infeksi COVID-19 di Ruang Praja RSUD Wangaya Bali periode Mei - Desember 2020
Karakteristik pasien kebidanan dengan infeksi COVID-19 di Ruang Praja RSUD Wangaya Bali periode Mei - Desember 2020
Background: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a highly contagious disease caused by the SARS-COV2 virus. Pregnant women are important because pregnant women are more susceptib...
Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Pemberian Mpasi Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Maria Utara Wilayah Kerja Puskesmas Wawo Tahun 2023
Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Pemberian Mpasi Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Maria Utara Wilayah Kerja Puskesmas Wawo Tahun 2023
Latar belakang : Pemberian MP-ASI secara dini yang sering dapat memberikan dampak secara langsung pada bayi, diantaranya adalah gangguan pencernaan seperti diare, sulit BAB, muntah...
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggii karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonat...
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN DI DESA MANDALA MEKAR KECAMATAN CIMENYAN
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN DI DESA MANDALA MEKAR KECAMATAN CIMENYAN
Tidur merupakan prioritas utama bagi bayi, di Indonesia cukup banyak bayi yang mengalami masalah tidur yaitu 44% bayi mengalami gangguan tidur seperti terbangun dimalam hari. Namu...
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY T DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ERIKA SEPTI WAHYUNINGRUM S,ST. KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN AJARAN 2021
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY T DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ERIKA SEPTI WAHYUNINGRUM S,ST. KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN AJARAN 2021
Faktor resiko tinggi pada kehamilan merupakan keaadan kehamilan yang menyimpang dari keadaan normal. Salah satu faktor terjadinya resiko tinggi adalah usia hamil tua (>35 tahun...

