Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS STILISTIKA PADA PUISI “ENGKAU SALAT DALAM HUTAN” DAN PUISI “DI PUNCAK BUKIT MANGKOSO” KARYA D. ZAWAWI IMRON

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan citraan pada puisi “Engkau Salat dalam Hutan” dan puisi “Di Puncak Bukit Mangkoso” karya D. Zawawi Imron. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan catat. Analisis data dilakukan dengan identifikasi, interpretasi, analisis, dan pemberian kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa stilistika dalam puisi “Engkau Salat dalam Hutan” dan puisi “Di Puncak Bukit Mangkoso” memiliki keunikan yang khas D. Zawawi Imrom. Hal tersebut merupakan wujud karakteristik estetis individualisasi penyair. Kekhasan tersebut antara lain ditunjukkan dalam pemakaian gaya bahasa dan citraan. Penggunaan gaya bahasa dilakukan dengan memanfaatkan bahasa figuratif atau bahasa kiasan. Penggunaan gaya bahasa tersebut menyebabkan sajak menjadi menarik perhatian, menimbulkan kesegaran, hidup, dan terutama menimbulkan kejelasan gambaran angan. Adapun bahasa figuratif yang dimanfaatkan penyair dalam puisi tersebut adalah bahasa figuratif personifikasi, anafora, simile, klimaks, dan repitisi. Penggunaan citraan yang dimanfaatkan penyair dalam puisi “Engkau Salat dalam Hutan” dan puisi “Di Puncak Bukit Mangkoso” adalah citraan penglihatan (visual), citraan pendengaran (audiovisual), dan citraan gerak. Pemanfaatan citraan dalam puisi tersebut mampu menghidupkan imaji pembaca dalam merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.The purpose of this study is to describe the style of language and imagery in the poetry poem "Engkau Salat dalam Hutan" and the poem "Di Puncak Bukit Mangkoso" by D. Zawawi Imron. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection is done by library and note techniques while data analysis is done by identifying, interpreting, analyzing, and providing conclusions. The results of the research and discussion are the stylistics in the poem "Engkau Salat dalam Hutan" and the poem "Di Puncak Bukit Mangkoso", has a unique D. Zawawi Imrom which is a form of aesthetic characteristics of the poet individualization. This particularity is shown among others in the use of language styles and images. The use of language style is done by utilizing figurative language or figurative language causing poetry to attract attention, give rise to freshness, life, and especially cause clarity of imaginary images. The figurative language used by the poet in the poetry is the figurative language of personification, anaphora, simile, climax, and repetition. The use of images used by poets in the poem "Engkau Salat dalam Hutan" and the poem "Di Puncak Bukit Mangkoso" are vision images (visual), hearing images (audiovisual), and motion images. The use of images in the poem is able to animate the reader's image in feeling what is felt by the poet. 
Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung
Title: ANALISIS STILISTIKA PADA PUISI “ENGKAU SALAT DALAM HUTAN” DAN PUISI “DI PUNCAK BUKIT MANGKOSO” KARYA D. ZAWAWI IMRON
Description:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan citraan pada puisi “Engkau Salat dalam Hutan” dan puisi “Di Puncak Bukit Mangkoso” karya D.
Zawawi Imron.
Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan catat.
Analisis data dilakukan dengan identifikasi, interpretasi, analisis, dan pemberian kesimpulan.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa stilistika dalam puisi “Engkau Salat dalam Hutan” dan puisi “Di Puncak Bukit Mangkoso” memiliki keunikan yang khas D.
Zawawi Imrom.
Hal tersebut merupakan wujud karakteristik estetis individualisasi penyair.
Kekhasan tersebut antara lain ditunjukkan dalam pemakaian gaya bahasa dan citraan.
Penggunaan gaya bahasa dilakukan dengan memanfaatkan bahasa figuratif atau bahasa kiasan.
Penggunaan gaya bahasa tersebut menyebabkan sajak menjadi menarik perhatian, menimbulkan kesegaran, hidup, dan terutama menimbulkan kejelasan gambaran angan.
Adapun bahasa figuratif yang dimanfaatkan penyair dalam puisi tersebut adalah bahasa figuratif personifikasi, anafora, simile, klimaks, dan repitisi.
Penggunaan citraan yang dimanfaatkan penyair dalam puisi “Engkau Salat dalam Hutan” dan puisi “Di Puncak Bukit Mangkoso” adalah citraan penglihatan (visual), citraan pendengaran (audiovisual), dan citraan gerak.
Pemanfaatan citraan dalam puisi tersebut mampu menghidupkan imaji pembaca dalam merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.
The purpose of this study is to describe the style of language and imagery in the poetry poem "Engkau Salat dalam Hutan" and the poem "Di Puncak Bukit Mangkoso" by D.
Zawawi Imron.
The research method used is descriptive qualitative method.
Data collection is done by library and note techniques while data analysis is done by identifying, interpreting, analyzing, and providing conclusions.
The results of the research and discussion are the stylistics in the poem "Engkau Salat dalam Hutan" and the poem "Di Puncak Bukit Mangkoso", has a unique D.
Zawawi Imrom which is a form of aesthetic characteristics of the poet individualization.
This particularity is shown among others in the use of language styles and images.
The use of language style is done by utilizing figurative language or figurative language causing poetry to attract attention, give rise to freshness, life, and especially cause clarity of imaginary images.
The figurative language used by the poet in the poetry is the figurative language of personification, anaphora, simile, climax, and repetition.
The use of images used by poets in the poem "Engkau Salat dalam Hutan" and the poem "Di Puncak Bukit Mangkoso" are vision images (visual), hearing images (audiovisual), and motion images.
The use of images in the poem is able to animate the reader's image in feeling what is felt by the poet.
 .

Related Results

Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Abstrak Salat merupakan salah satu syarat sahnya salat, karena tidak semua akhir waktu salat adalah awal waktu salat berikutnya. Sebab ada waktu dimana kita dilarang untuk melaksa...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
NILAI RELIGIUS DALAM MATA BADIK MATA PUISI KARYA D. ZAWAWI IMRON
NILAI RELIGIUS DALAM MATA BADIK MATA PUISI KARYA D. ZAWAWI IMRON
 Abstrak Buku Kumpulan Puisi Mata Badik Mata Puisi karya D. Zawawi Imron menarik diteliti karena diakui penyairnya sebagai pengalaman pribadi selama berada di Bugis-Makassar. Penel...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
Kajian Stilistika pada Buku Antologi Puisi "Kawitan" dan Implikasinya Pada Pembelajaran Sastra di Perguruan Tinggi-
Kajian Stilistika pada Buku Antologi Puisi "Kawitan" dan Implikasinya Pada Pembelajaran Sastra di Perguruan Tinggi-
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja gaya bahasa yang digunakan pada puisi yang terdapat dalam buku antalogi puisi “Kawitan” karya Ni Made Purnama Sari dan impli...

Back to Top