Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ADENOMA HIPOFISIS

View through CrossRef
AbstrakAdenoma hipofisis diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yaitu klinis dan endokrin, patologi, serta radiologi. Klasifikasi endokrin membedakan tumor sebagai fungsional dan nonfungsional, berdasarkan aktivitas sekretorinya in-vivo. Klasifikasi patologi berusaha untuk membatasi kelompok tumor heterogenus secara klinis dan patologis dengan kategori yaitu asidofilik, basofilik, dan kromofobik. Klasifikasi radiologi mengelompokkan tumor hipofisis berdasarkan ukuran dan karakteristik pertumbuhan, yang dapat ditemukan dari studi imaging. WHO membuat klasifikasi yang mencoba untuk mengintegrasikan semua klasifikasi yang ada dan menyediakan sinopsis praktis untuk aspek klinis dan patologis dari adenoma. Diagnosa adenoma hipofisis dibuat berdasarkan: gejala klinis dari gangguan hormon, adanya riwayat penyakit dahulu yang jelas, pemeriksaan fisik yang menunjang, pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan disfungsi dari hormon yang terganggu, adanya pemeriksaan penunjang yang akurat seperti CTScan, MRI-Scan. Jenis, besar dan fungsi dari tumor sangat menentukan dalam mempertimbangkan penatalaksanaan dari adenoma hipofisis. Pengobatan diindikasikan pada semua pasien dengan gejala, terutama dengan hipogonadisme. Pilihan terapi termasuk kontrol dengan obat-obatan, reseksi bedah, dan terapi radiasi.AbstractPituitary adenomas are classified according to several criteria; clinical endocrine, pathology, and radiology. Endocrine classification distinguishes tumors as functional and nonfunctional, based on in-vivo secretory activity. Pathology classification seeks to restrict clinically heterogeneous group of tumors and pathological categories namely acidophilic, basophilic, and kromofobik. Radiological classification classifies pituitary tumors by size and growth characteristics, which can be found on imaging studies. WHO made a classification that attempts to integrate all existing classifications and provide practical synopsis for the clinical and pathological aspects of adenoma. Diagnosis of pituitary adenoma is made based on: clinical symptoms of hormonal disorders, clear past medical history, clear physical examination, laboratory tests show hormonal dysfunction or disturbance, and accurate investigations such as CT scan and MRI scan. Types, large and function of the tumor is crucial in considering the management of pituitary adenomas. Treatment is indicated in all patients with symptoms, especially with hypogonadism. Therapeutic options include control with drugs, surgical resection and radiation therapy.
Title: ADENOMA HIPOFISIS
Description:
AbstrakAdenoma hipofisis diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yaitu klinis dan endokrin, patologi, serta radiologi.
Klasifikasi endokrin membedakan tumor sebagai fungsional dan nonfungsional, berdasarkan aktivitas sekretorinya in-vivo.
Klasifikasi patologi berusaha untuk membatasi kelompok tumor heterogenus secara klinis dan patologis dengan kategori yaitu asidofilik, basofilik, dan kromofobik.
Klasifikasi radiologi mengelompokkan tumor hipofisis berdasarkan ukuran dan karakteristik pertumbuhan, yang dapat ditemukan dari studi imaging.
WHO membuat klasifikasi yang mencoba untuk mengintegrasikan semua klasifikasi yang ada dan menyediakan sinopsis praktis untuk aspek klinis dan patologis dari adenoma.
Diagnosa adenoma hipofisis dibuat berdasarkan: gejala klinis dari gangguan hormon, adanya riwayat penyakit dahulu yang jelas, pemeriksaan fisik yang menunjang, pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan disfungsi dari hormon yang terganggu, adanya pemeriksaan penunjang yang akurat seperti CTScan, MRI-Scan.
Jenis, besar dan fungsi dari tumor sangat menentukan dalam mempertimbangkan penatalaksanaan dari adenoma hipofisis.
Pengobatan diindikasikan pada semua pasien dengan gejala, terutama dengan hipogonadisme.
Pilihan terapi termasuk kontrol dengan obat-obatan, reseksi bedah, dan terapi radiasi.
AbstractPituitary adenomas are classified according to several criteria; clinical endocrine, pathology, and radiology.
Endocrine classification distinguishes tumors as functional and nonfunctional, based on in-vivo secretory activity.
Pathology classification seeks to restrict clinically heterogeneous group of tumors and pathological categories namely acidophilic, basophilic, and kromofobik.
Radiological classification classifies pituitary tumors by size and growth characteristics, which can be found on imaging studies.
WHO made a classification that attempts to integrate all existing classifications and provide practical synopsis for the clinical and pathological aspects of adenoma.
Diagnosis of pituitary adenoma is made based on: clinical symptoms of hormonal disorders, clear past medical history, clear physical examination, laboratory tests show hormonal dysfunction or disturbance, and accurate investigations such as CT scan and MRI scan.
Types, large and function of the tumor is crucial in considering the management of pituitary adenomas.
Treatment is indicated in all patients with symptoms, especially with hypogonadism.
Therapeutic options include control with drugs, surgical resection and radiation therapy.

Related Results

Carcinoma ex Pleomorphic Adenoma: A Case Series and Literature Review
Carcinoma ex Pleomorphic Adenoma: A Case Series and Literature Review
Abstract Introduction Carcinoma ex pleomorphic adenoma (CXPA) is a rare malignant salivary gland tumor that can lead to severe complications and carries a risk of distant metastasi...
PASCAOPERASI ADENOMA HIPOFISIS: HUBUNGAN ANTARA DURASI AWITAN DENGAN LUARAN KLINIS VISUS DAN LAPANG PANDANG
PASCAOPERASI ADENOMA HIPOFISIS: HUBUNGAN ANTARA DURASI AWITAN DENGAN LUARAN KLINIS VISUS DAN LAPANG PANDANG
Pendahuluan: Adenoma hipofisis dapat menyebabkan penurunan visus dan penyempitan lapangan pandang. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa lama keluhan berhubungan secara signi...
Gangguan Perilaku Akut pada Adenoma Hipofise
Gangguan Perilaku Akut pada Adenoma Hipofise
Latar Belakang: Tumor hipofisis merupakan 10-15 % dari keseluruhan tumor intrakranial dengan gambaran histopatologis yang jinak namun tidak jarang memberikan gambaran klinis yang t...
Effect of Helicobacter pylori enrichment in adenoma on clinical and pathological features of colorectal adenoma
Effect of Helicobacter pylori enrichment in adenoma on clinical and pathological features of colorectal adenoma
Abstract Objective To observe the enrichment of Helicobacter pylori in adenoma tissues of patients with colorectal adenoma and analyze its effect on the clinical and pathol...
COMPARATIVE MOLECULAR CHARACTERIZATION OF PLEOMORPHIC ADENOMA AND CARCINOMA EX-PLEOMORPHIC ADENOMA
COMPARATIVE MOLECULAR CHARACTERIZATION OF PLEOMORPHIC ADENOMA AND CARCINOMA EX-PLEOMORPHIC ADENOMA
Introduction: Salivary gland tumours can be categorized as either benign or malignant based on histopathology. Benign tumors comprise about two-thirds of all neoplasms of the saliv...
Multiple, zonal and multi‐zone adenoma detection rates according to quality of cleansing during colonoscopy
Multiple, zonal and multi‐zone adenoma detection rates according to quality of cleansing during colonoscopy
BackgroundThe safety and diagnostic accuracy of colonoscopy depend on the quality of colon cleansing. The adenoma detection rate is usually used as a quality measurement score.Obje...
249 Is Stool DNA Test More Specific for Proximal or Distal Neoplasia?
249 Is Stool DNA Test More Specific for Proximal or Distal Neoplasia?
INTRODUCTION: A handful of studies evaluated stool DNA test as a screening method but there is little to no data on the location of the “positive findings” detected on ...
Normalization of the microbiota in patients after treatment for colonic lesions
Normalization of the microbiota in patients after treatment for colonic lesions
Abstract Background Colorectal cancer is a worldwide health problem. Despite growing evidence that members of the gut microbiot...

Back to Top