Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keanekaragaman laba-laba dan potensinya sebagai musuh alami hama tanaman jambu mete

View through CrossRef
Sanurus sp., Acrocercops sp. dan Helopeltis sp. merupakan hama-hama penting tanaman jambu mete yang dilaporkan di Nusa Tenggara Barat. Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hamahama tersebut ternyata kurang berhasil sehingga dicari alternatif, yaitu dengan menggunakan musuh alami. Laba-laba merupakan salah satu musuh alami yang ditemukan di perkebunan jambu mete. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan potensi pemangsaan laba-laba di perkebunan jambu mete. Penelitian dilakukan di Dusun Jugil, Desa Sambik Bangkol, Lombok Utara. Pemangsaan laba-laba diamati secara langsung selama 78 hari, mulai bulan Mei sampai Agustus 2009. Formula Edgar digunakan untuk mengetahui pemangsaan laba-laba per hari. Hasil penelitian menemukan 19 spesies dari delapan famili laba-laba. Kelimpahan Neoscona theisi lebih tinggi daripada Tetragnatha maxillosa, tetapi proporsi N. theisi dengan mangsa lebih rendah daripada T. maxillosa, sehingga kemelimpahan laba-laba pada pertanaman jambu mete belum tentu menunjukkan potensinya sebagai musuh alami. N. nautica memangsa lebih banyak dibandingkan dengan N. theisi, yaitu berturut-turut 3,84 dan 1,67 mangsa per hari. Tidak semua mangsa N. nautica merupakan hama tanaman jambu mete, sebaliknya semua mangsa N. theisi merupakan hama tanaman jambu mete. Hal ini menunjukkan bahwa, jumlah mangsa yang dimangsa laba-laba per hari tidak secara langsung menunjukkan potensinya sebagai musuh alami.
Entomological Society of Indonesia/Perhimpunan Entomologi Indonesia
Title: Keanekaragaman laba-laba dan potensinya sebagai musuh alami hama tanaman jambu mete
Description:
Sanurus sp.
, Acrocercops sp.
dan Helopeltis sp.
merupakan hama-hama penting tanaman jambu mete yang dilaporkan di Nusa Tenggara Barat.
Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hamahama tersebut ternyata kurang berhasil sehingga dicari alternatif, yaitu dengan menggunakan musuh alami.
Laba-laba merupakan salah satu musuh alami yang ditemukan di perkebunan jambu mete.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan potensi pemangsaan laba-laba di perkebunan jambu mete.
Penelitian dilakukan di Dusun Jugil, Desa Sambik Bangkol, Lombok Utara.
Pemangsaan laba-laba diamati secara langsung selama 78 hari, mulai bulan Mei sampai Agustus 2009.
Formula Edgar digunakan untuk mengetahui pemangsaan laba-laba per hari.
Hasil penelitian menemukan 19 spesies dari delapan famili laba-laba.
Kelimpahan Neoscona theisi lebih tinggi daripada Tetragnatha maxillosa, tetapi proporsi N.
theisi dengan mangsa lebih rendah daripada T.
maxillosa, sehingga kemelimpahan laba-laba pada pertanaman jambu mete belum tentu menunjukkan potensinya sebagai musuh alami.
N.
nautica memangsa lebih banyak dibandingkan dengan N.
theisi, yaitu berturut-turut 3,84 dan 1,67 mangsa per hari.
Tidak semua mangsa N.
nautica merupakan hama tanaman jambu mete, sebaliknya semua mangsa N.
theisi merupakan hama tanaman jambu mete.
Hal ini menunjukkan bahwa, jumlah mangsa yang dimangsa laba-laba per hari tidak secara langsung menunjukkan potensinya sebagai musuh alami.

Related Results

STRATEGI PENGEMBANGAN JAMBU METE UNTUK MENDUKUNG PEREKONOMIAN PETANI DI KABUPATEN MUNA
STRATEGI PENGEMBANGAN JAMBU METE UNTUK MENDUKUNG PEREKONOMIAN PETANI DI KABUPATEN MUNA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kendala dalam mengembangkan jambu mete dan  (2) strategi pengembangan jambu mete  untuk mendukung perekonomian petani di Kabupaten  Mu...
Serangga Hama Kedelai dan Musuh Alami di Lahan Pasang Surut Kalimantan Selatan
Serangga Hama Kedelai dan Musuh Alami di Lahan Pasang Surut Kalimantan Selatan
<p align="center"><strong> </strong></p><div class="page" title="Page 1"><div class="layoutArea"><div class="column"><p><span>...
PENENTUAN POLA PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI JAMBU METE
PENENTUAN POLA PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI JAMBU METE
ABSTRAK<br />Sebagai produsen mete, agroindustri mete di Indonesia masih belum<br />berkembang. Sekitar 36% produksi masih diekspor dalam bentuk<br />gelondong. P...
PENANGANAN PASCAPANEN PRODUK METE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI METE DI NUSA TENGGARA TIMUR
PENANGANAN PASCAPANEN PRODUK METE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI METE DI NUSA TENGGARA TIMUR
Berbagai perlakuan diterapkan pada komoditas pertanian setelah panen hingga sampai ke tangan konsumen sebagai bagian dari proses pascapanen, yang bertujuan untuk meningkatkan kuali...
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
<p>ABSTRACT<br />Effort has been made to improve sugarcane productivity, but it often confronted by pests. Pests in sugarcane caused a loss of about 10% sugar productio...
Serangan Hama Kelapa Promecotheca cumingii Baly
Serangan Hama Kelapa Promecotheca cumingii Baly
<p><span style="font-size: medium;">ABSTRAK </span></p><p>Ledakan populasi hama Promecotheca cumingii Baly (= nucifera Maul.) (Coleoptera : Chrysomeli...

Back to Top