Javascript must be enabled to continue!
Strategi Penyiapan Materiel Satuan Kodam V/Brawijaya Dalam Pelaksanaan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua New Guinea
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif proses perencanaan, pengadaan, distribusi, serta pemeliharaan kelengkapan materiel militer di lingkungan Kodam V/Brawijaya dalam rangka meningkatkan kesiapan satuan menghadapi tugas operasi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua New Guinea (RI–PNG). Penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam sistem penyediaan materiel dan merumuskan strategi optimalisasi yang adaptif dan efektif terhadap dinamika operasi di wilayah perbatasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap unsur pelaksana logistik Kodam V/Brawijaya seperti Bekangdam, Paldam, Komlekdam, dan Slogdam, serta satuan tempur pengguna yaitu Yonif 500/Raider, Yonif 512/Quratara Yudha, dan Yonif 521/Dadaha Yudha. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem logistik materiel berperan strategis dalam menjamin kesiapan operasional satuan melalui penetapan kebutuhan operasional, sinkronisasi perencanaan operasi dengan dukungan logistik, serta pengendalian kesiapan satuan melalui pemeriksaan kesiapan operasional (Riksiapops), namun efektivitasnya masih dihadapkan pada kesenjangan antara kebutuhan ideal dan kemampuan dukungan logistik riil, keterbatasan stok dan waktu distribusi materiel, serta belum terintegrasinya sistem pendataan dan monitoring kondisi materiel. Penelitian ini didukung oleh Teori Kompleks Keamanan Kawasan, Teori Strategi, Teori Kontinjensi, Teori Manajemen Logistik Militer, dan Teori Total Quality Management. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang dapat dilaksanakan meliputi penyusunan kebutuhan operasional berbasis skenario tugas sejak tahap awal perencanaan, penguatan sinkronisasi antara staf operasi dan staf logistik, optimalisasi Riksiapops sebagai alat pengendalian kesiapan satuan secara berjenjang, pengembangan sistem pendataan dan monitoring materiel yang terintegrasi, penguatan pemeliharaan preventif, serta pelaksanaan evaluasi pasca penugasan secara sistematis guna meningkatkan kesiapan operasional Satgas Pengamanan Perbatasan secara optimal dan berkelanjutan.
Title: Strategi Penyiapan Materiel Satuan Kodam V/Brawijaya Dalam Pelaksanaan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua New Guinea
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif proses perencanaan, pengadaan, distribusi, serta pemeliharaan kelengkapan materiel militer di lingkungan Kodam V/Brawijaya dalam rangka meningkatkan kesiapan satuan menghadapi tugas operasi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua New Guinea (RI–PNG).
Penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam sistem penyediaan materiel dan merumuskan strategi optimalisasi yang adaptif dan efektif terhadap dinamika operasi di wilayah perbatasan.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap unsur pelaksana logistik Kodam V/Brawijaya seperti Bekangdam, Paldam, Komlekdam, dan Slogdam, serta satuan tempur pengguna yaitu Yonif 500/Raider, Yonif 512/Quratara Yudha, dan Yonif 521/Dadaha Yudha.
Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem logistik materiel berperan strategis dalam menjamin kesiapan operasional satuan melalui penetapan kebutuhan operasional, sinkronisasi perencanaan operasi dengan dukungan logistik, serta pengendalian kesiapan satuan melalui pemeriksaan kesiapan operasional (Riksiapops), namun efektivitasnya masih dihadapkan pada kesenjangan antara kebutuhan ideal dan kemampuan dukungan logistik riil, keterbatasan stok dan waktu distribusi materiel, serta belum terintegrasinya sistem pendataan dan monitoring kondisi materiel.
Penelitian ini didukung oleh Teori Kompleks Keamanan Kawasan, Teori Strategi, Teori Kontinjensi, Teori Manajemen Logistik Militer, dan Teori Total Quality Management.
Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang dapat dilaksanakan meliputi penyusunan kebutuhan operasional berbasis skenario tugas sejak tahap awal perencanaan, penguatan sinkronisasi antara staf operasi dan staf logistik, optimalisasi Riksiapops sebagai alat pengendalian kesiapan satuan secara berjenjang, pengembangan sistem pendataan dan monitoring materiel yang terintegrasi, penguatan pemeliharaan preventif, serta pelaksanaan evaluasi pasca penugasan secara sistematis guna meningkatkan kesiapan operasional Satgas Pengamanan Perbatasan secara optimal dan berkelanjutan.
Related Results
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Pemerintah Indonesia melakukan kembali pengembangan di wilayah perbatasan, salah satu wilayah perbatasan yang di fokuskan pengembangannya adalah Kalimantan Utara. Wilayah perbatasa...
Dinamika Dharma Santi Nyepi Di Kodam IX/Udayana
Dinamika Dharma Santi Nyepi Di Kodam IX/Udayana
<p><em>The life context of a multidimensional and multicultural society requires guidance in safeguarding the universal values of religions. Kodam IX /Udayana is one of...
Peran TNI dalam Mengamankan Wilayah Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia
Peran TNI dalam Mengamankan Wilayah Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia
Wilayah perbatasan darat Indonesia dengan Malaysia berada di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Utara. Wilayah ini sangat rawan terjadinya berbag...
Efektivitas Pemidanaan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Oleh Prajurit TNI-AD: Studi Kodam XIV Hasanuddin
Efektivitas Pemidanaan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Oleh Prajurit TNI-AD: Studi Kodam XIV Hasanuddin
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui analisis efektivitas Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika yang dilakukan oleh Tentara Indonesia di wilayah hukum Kodam XIV / Hasanuddin; 2) Un...
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Ketika daerah perbatasan belum mampu menjadi beranda dan etalase estetis bagi suatu negara, pembangunan daerah perbatasan layak menjadi sebuah isu strategis yang perlu diprioritask...
Seeking for Recovering Their Identity: The Melanesian-Papua Treading Returning Roadmap
Seeking for Recovering Their Identity: The Melanesian-Papua Treading Returning Roadmap
The study describes 5 main areas, namely, (1)"Hidden Structure" that in the Social Meaning of Melanesian-Papua Cultural highlights Papuanistiecs and Melanesianology; (2) The Presti...
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
<p>Oil palm (Elaeis guineensis) is one of the major estate crops in West Papua in terms of total area and production. Thousand hectares of oil palm plantations in Manokwari, ...
PENGUATAN STRATEGI KEAMANAN MANUSIA DI PERBATASAN MOTA AIN (INDONESIA) DENGAN BATUGADE (TIMOR LESTE)
PENGUATAN STRATEGI KEAMANAN MANUSIA DI PERBATASAN MOTA AIN (INDONESIA) DENGAN BATUGADE (TIMOR LESTE)
ABSTRAK
Pengelolaan perbatasan Indonesia –Timor Leste yang masih berorientasi pada keamanan teritorial mengindikasikan bahwa negara memandang keamanan perbatasan seba...

