Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH TKDN PADA BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK PANAS BUMI SKALA KECIL
View through CrossRef
Indonesia mempunyai potensi sumberdaya panas bumi sebesar 28.994 Mega Watt (MW) atau sekitar40% dari potensi panas bumi dunia. Namun baru 1.343,5 MW atau sekitar 4,7% dari potensi tersebutyang dimanfaatakan. Selain faktor non teknis seperti masalah status lahan dan perijinan, faktorkeekonomian merupakan salah satu kendala pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi(PLTP) di Indonesia. Guna mendorong pemanfaatan energi panas bumi secara maksimal, BadanPengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan beberapa industri manufakturkomponen pembangkit listrik berupaya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)melalui pembangunan prototipe PLTP tipe Condensing 3 MW. PLTP hasil rancangan BPPT danindustri manufaktur tersebut telah mampu meningkatkan TKDN dari 42,00% (target pemerintah)menjadi 63,15% atau meningkat sebesar 21,15%. Dengan adanya peningkatan tersebut akan dapatmenurunkan biaya investasi sebesar 8,95% dan biaya pembangkitan listrik sebesar 7,36%. Selainmenurunkan biaya investasi dan biaya pembangkitan listrik, secara tidak langsung peningkatan TKDNakan memberi multiplier efek yang besar bagi pertumbuhan industri, khususnya industri kecil danmenengah.Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), industri manufaktur, Tingkat Kandungan Dalam Neger (TKDN), biaya investasi, biaya pembangkitan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Title: PENGARUH TKDN PADA BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK PANAS BUMI SKALA KECIL
Description:
Indonesia mempunyai potensi sumberdaya panas bumi sebesar 28.
994 Mega Watt (MW) atau sekitar40% dari potensi panas bumi dunia.
Namun baru 1.
343,5 MW atau sekitar 4,7% dari potensi tersebutyang dimanfaatakan.
Selain faktor non teknis seperti masalah status lahan dan perijinan, faktorkeekonomian merupakan salah satu kendala pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi(PLTP) di Indonesia.
Guna mendorong pemanfaatan energi panas bumi secara maksimal, BadanPengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan beberapa industri manufakturkomponen pembangkit listrik berupaya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)melalui pembangunan prototipe PLTP tipe Condensing 3 MW.
PLTP hasil rancangan BPPT danindustri manufaktur tersebut telah mampu meningkatkan TKDN dari 42,00% (target pemerintah)menjadi 63,15% atau meningkat sebesar 21,15%.
Dengan adanya peningkatan tersebut akan dapatmenurunkan biaya investasi sebesar 8,95% dan biaya pembangkitan listrik sebesar 7,36%.
Selainmenurunkan biaya investasi dan biaya pembangkitan listrik, secara tidak langsung peningkatan TKDNakan memberi multiplier efek yang besar bagi pertumbuhan industri, khususnya industri kecil danmenengah.
Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), industri manufaktur, Tingkat Kandungan Dalam Neger (TKDN), biaya investasi, biaya pembangkitan.
Related Results
SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
Pengembangan panas bumi di Indonesia masih didominasi pada sistem panas bumi vulkanik yang digunakan sebagai pemanfaatan tidak langsung (listrik), padahal sekitar 70% dari 357 loka...
Implementasi Kebijakan Tingkat Kandungan dalam Negeri (TKDN) pada Proyek Konstruksi Jalan di Kota Denpasar
Implementasi Kebijakan Tingkat Kandungan dalam Negeri (TKDN) pada Proyek Konstruksi Jalan di Kota Denpasar
Penelitian ini menganalisis implementasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek pembangunan dan perbaikan jalan di Jalan Gunung Mas dan Jalan Gunung Patas, Denpasar Bar...
Analisis Potensi Panas Bumi sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Kabupaten Sumbawa
Analisis Potensi Panas Bumi sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Kabupaten Sumbawa
Sumbawa memiliki potensi panas bumi yang belum dimanfaatkan, khususnya potensi sebagai energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi panas bumi di Sumbawa seb...
Model Simulasi Sistem Dinamik Estimasi Potensi Energi Panas Bumi Metode Volumetrik Studi Kasus Gunung X
Model Simulasi Sistem Dinamik Estimasi Potensi Energi Panas Bumi Metode Volumetrik Studi Kasus Gunung X
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model estimasi potensi energi panas bumi menggunakan kerangka kerja Sistem Dinamik. Perhitungan estimasi potensi energi panas bumi y...
Eksplorasi Panas Bumi Dengan Metode Geolistrik
Eksplorasi Panas Bumi Dengan Metode Geolistrik
Energi panas bumi merupakan sumber daya alam yang terbarukan dan ramah lingkungan.Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 40% cadangan panas bumi dunia, setara dengansekitar 28.000...
Komparasi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus Diesel dengan Bus Listrik (Studi Kasus : Koridor Lapangan Merdeka-Tembung)
Komparasi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus Diesel dengan Bus Listrik (Studi Kasus : Koridor Lapangan Merdeka-Tembung)
Perbandingan biaya operasional antara bus diesel dan bus listrik dalam sistem transportasi umum perkotaan menjadi penting untuk evaluasi keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Korid...
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan...
PRAKIRAAN POTENSI DAN UTILISASI ENERGI PANAS BUMI UNTUK PEMANFAATAN LANGSUNG DI PROSPEK LELES, CIANJUR, JAWA BARAT
PRAKIRAAN POTENSI DAN UTILISASI ENERGI PANAS BUMI UNTUK PEMANFAATAN LANGSUNG DI PROSPEK LELES, CIANJUR, JAWA BARAT
Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan potensi dan utilisasi energi panas bumi untuk pemanfaatan langsung di Prospek Leles, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini sekaligus...

