Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efek Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Escherichia coli

View through CrossRef
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri masih sering ditemukan di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Pengobatan untuk penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan antibakteri yang terkandung dalam kulit buah delima (Punica granatum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah ekstrak kulit buah delima memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak tersebut serta kombinasinya terhadap Escherichia coli, dan mengidentifikasi konsentrasi efektif ekstrak kulit buah delima yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengamati pengaruh yang muncul akibat perlakuan tertentu. Pengujian dilakukan pada ekstrak kulit buah delima dengan konsentrasi 25%, 30%, 35%, 40%, serta kontrol yang diuji terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25% tidak terdapat zona hambat, yang berarti konsentrasi tersebut tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Sebaliknya, pada konsentrasi 30%, 35%, 40%, dan kontrol, terbentuk zona hambat yang menunjukkan bahwa konsentrasi tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa zona hambat terbesar ditemukan pada konsentrasi 40%, dengan ukuran zona hambat mencapai 9,41 mm.  
Title: Efek Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Escherichia coli
Description:
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri masih sering ditemukan di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.
Pengobatan untuk penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan antibakteri yang terkandung dalam kulit buah delima (Punica granatum L.
).
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah ekstrak kulit buah delima memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak tersebut serta kombinasinya terhadap Escherichia coli, dan mengidentifikasi konsentrasi efektif ekstrak kulit buah delima yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengamati pengaruh yang muncul akibat perlakuan tertentu.
Pengujian dilakukan pada ekstrak kulit buah delima dengan konsentrasi 25%, 30%, 35%, 40%, serta kontrol yang diuji terhadap bakteri Escherichia coli.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25% tidak terdapat zona hambat, yang berarti konsentrasi tersebut tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Sebaliknya, pada konsentrasi 30%, 35%, 40%, dan kontrol, terbentuk zona hambat yang menunjukkan bahwa konsentrasi tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa zona hambat terbesar ditemukan pada konsentrasi 40%, dengan ukuran zona hambat mencapai 9,41 mm.
 .

Related Results

SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DENGAN METODE UJI WARNA
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DENGAN METODE UJI WARNA
Telah dilakukan penelitian skrining fitokimia ekstrak etanol buah delima (Punica granatum L.) yang diperoleh dari Desa Ongkoe Kabupaten Wajo. Penelitian ini bertujuan untuk mengeta...
EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK
EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK
Buah Delima (Punica granatum l) termasuk famili Punicaceae yang mengandung antosianin. Warna dari buah delima disebabkan oleh flavanoid yaitu antosianin. Antosianin merupak...
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya ganggu...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Staphylococcus Epidermidis
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Staphylococcus Epidermidis
Abstrak. Pada tahun 2019, ditemukan 7,7 juta kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi bakteri juga merupakan penyakit yang serin...
NILAI SPF KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DAN NIASINAMIDA SECARA IN VITRO
NILAI SPF KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DAN NIASINAMIDA SECARA IN VITRO
Kulit buah delima (Punica granatum L.) memiliki kandungan polifenol yaitu flavonoid dan tanin terhidrolisis yang memiliki nilai SPF 16,09 termasuk kategori ultra pada konsentrasi 0...

Back to Top