Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Pemakaian KB Hormonal Terhadap Durasi Kejadian Gangguan Siklus Haid Pada Akseptor KB

View through CrossRef
ketidakteraturan siklus menstruasi memang merupakan salah satu efek samping dari kontrasepsi implan. Sering ditemukan gangguan pola haid, terutama pada 6-12 bulan pertama kemudian ada beberapa wanita mungkin akan mengalami amenorea. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa kontrasepsi hormonal dapat mempengaruhi terjadinya gangguan siklus haid. Tujuan Penulisaan : untuk Perbandingan Pemakaian KB Hormonal Terhadap Durasi Kejadian Gangguan Siklus Haid Pada Akeptor KB Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimen dengan desain quasy eksperimental pre test  dan post testdengan pendekatan kuantitatif seluruh akseptor KB pemakaian kontrasepsi hormonal. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah bersedia menjadi responden, ibu yang tidak mengalami gemuk atau obesitas, ibu yang mengalami istirahat yang cukup dan kriteria eksklusi adalah tidak bersedia menjadi responden. penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji statistik uji Tukey HSD dilakukan pada akseptor KB hormonal melalui suntik, pil dan implant di lihatt pada nilai sinificace terlihat p > 0,05 yang artinya tidak adanya perbedaan antara pemakaian kontrasepsi suntik, pil dan implant terhadap durasi kejadian durasi kejadian gangguan siklus haid. Namun dilihat antara suntik dan implant yang memiliki kesamaan durasi dalam kejadian gangguan siklus haid. Sehingga dari ketiga kb hormonal yang paling cepat durasi kejadian gangguan siklus haid terdapat pada pemakaian kontrasepsi suntik dengan nilai 3,64, kemudian implant dengan nilai 4, 67 dan pil dengan nilai 7,70, Kesimpulan dan Saran : sebagai informasi dalam memberikan tentang pemilihan pemakaian kontrasepsi, kontrasepsi hormonal yang paling cepat dalam mengalami gangguan haid terdapat pada suntik sehingga kelemahan dari kb hormonal dapat di sampaikan secara maksimal
Title: Perbandingan Pemakaian KB Hormonal Terhadap Durasi Kejadian Gangguan Siklus Haid Pada Akseptor KB
Description:
ketidakteraturan siklus menstruasi memang merupakan salah satu efek samping dari kontrasepsi implan.
Sering ditemukan gangguan pola haid, terutama pada 6-12 bulan pertama kemudian ada beberapa wanita mungkin akan mengalami amenorea.
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa kontrasepsi hormonal dapat mempengaruhi terjadinya gangguan siklus haid.
Tujuan Penulisaan : untuk Perbandingan Pemakaian KB Hormonal Terhadap Durasi Kejadian Gangguan Siklus Haid Pada Akeptor KB Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimen dengan desain quasy eksperimental pre test  dan post testdengan pendekatan kuantitatif seluruh akseptor KB pemakaian kontrasepsi hormonal.
Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah bersedia menjadi responden, ibu yang tidak mengalami gemuk atau obesitas, ibu yang mengalami istirahat yang cukup dan kriteria eksklusi adalah tidak bersedia menjadi responden.
penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling.
Berdasarkan uji statistik uji Tukey HSD dilakukan pada akseptor KB hormonal melalui suntik, pil dan implant di lihatt pada nilai sinificace terlihat p > 0,05 yang artinya tidak adanya perbedaan antara pemakaian kontrasepsi suntik, pil dan implant terhadap durasi kejadian durasi kejadian gangguan siklus haid.
Namun dilihat antara suntik dan implant yang memiliki kesamaan durasi dalam kejadian gangguan siklus haid.
Sehingga dari ketiga kb hormonal yang paling cepat durasi kejadian gangguan siklus haid terdapat pada pemakaian kontrasepsi suntik dengan nilai 3,64, kemudian implant dengan nilai 4, 67 dan pil dengan nilai 7,70, Kesimpulan dan Saran : sebagai informasi dalam memberikan tentang pemilihan pemakaian kontrasepsi, kontrasepsi hormonal yang paling cepat dalam mengalami gangguan haid terdapat pada suntik sehingga kelemahan dari kb hormonal dapat di sampaikan secara maksimal.

Related Results

ANALISIS FAKTOR PENGARUH RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG IMPLANT DI PMB SRI MULYATI, S.Keb Tahun 2023
ANALISIS FAKTOR PENGARUH RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG IMPLANT DI PMB SRI MULYATI, S.Keb Tahun 2023
Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2021 pemakaian alat kontrasepsi di Indonesia, yaitu : suntikan 66,49 % akseptor, Pil 15,55 % akseptor, Implant 8,85 % akseptor, IUD 7,08 % ...
Perbandingan Faktor-Faktor yang Menyebabkan Gangguan Pola Haid pada Remaja Putri di SMAN 1 Tasikmalaya
Perbandingan Faktor-Faktor yang Menyebabkan Gangguan Pola Haid pada Remaja Putri di SMAN 1 Tasikmalaya
Abstract. Menstrual disorders are characterized by heavy or scanty bleeding, and prolonged or irregular menstruation. Signs of distress during menstruation are also influenced by b...
Perbedaan Siklus Menstruasi Akseptor KB Pil Dan Injeksi Kombinasi
Perbedaan Siklus Menstruasi Akseptor KB Pil Dan Injeksi Kombinasi
Latar Belakang: Pemilihan kontrasepsi yang digunakan oleh wanita perlu mempertimbangkan pengaruh metode tersebut terhadap fungsi reproduksi sekaligus kesejahteraan umum. Alat kontr...
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL Lc 7e SISWA MTsN 1 ACEH BARAT
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL Lc 7e SISWA MTsN 1 ACEH BARAT
Tujuan Penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII A MTsN 1 Aceh Barat setelah menggunakan model pembelajaran Lc 7e. Pada siklus I dan s...
Pengaruh Pelayanan Reproduksi Terpadu terhadap Skrining Kanker Payudara pada Akseptor KB Hormonal
Pengaruh Pelayanan Reproduksi Terpadu terhadap Skrining Kanker Payudara pada Akseptor KB Hormonal
Latar Belakang: Pada tahun 2022, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 66.271 kasus (16,2%), data SADANIS di Kabupaten Lombok Barat tahun 2023 sebanyak 11.245 WUS dan curiga k...
Description Of The Characteristic Of Family Planning Service Users Regarding Continued Use Modern Contraceptive In Riau Province
Description Of The Characteristic Of Family Planning Service Users Regarding Continued Use Modern Contraceptive In Riau Province
Menurut BKKBN, KB aktif di antara PUS tahun 2019 sebesar 62,5%, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 63,27%. Sementara target RPJMN yang ingin dicapai tahun 2019...
Gangguan Menstruasi Pada Pengguna Kontrasepsi Hormonal Di PMB Hj Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang
Gangguan Menstruasi Pada Pengguna Kontrasepsi Hormonal Di PMB Hj Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang
Gangguan menstruasi merupakan salah satu efek samping yang sering dialami oleh pengguna kontrasepsi hormonal, khususnyasuntik, yang dapat memengaruhi kenyamanan serta kualitas hidu...
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL JENIS SUNTIK DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA AKSEPTOR KB DI PMB CHOIRUL MALA PALEMBANG
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL JENIS SUNTIK DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA AKSEPTOR KB DI PMB CHOIRUL MALA PALEMBANG
Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dan reversible untuk mencegah terjadinya konsepsi. Dalam penggunaan metode kontrasepsi hormonal mem...

Back to Top