Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbedaan Perubahan Intensitas Disminorea antara Kompres Hangat dan Kompres Dingin pada Siswi Kelas VII dan VIII SMP

View through CrossRef
Di Indonesia sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenorea primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenorea sekunder. Dampak dari dismenorea pada remaja yaitu dapat mengganggu aktivitas belajar dan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan intensitas disminorea antara kompres hangat dan kompres dingin pada siswi SMP Baiturrahmah Padang. Jenis Penelitian menggunakan kuantitatif yaitu Quasi experimental dengan rancangan one group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel dengan purpossive sampling. besar sampel 18 responden dan data yang di peroleh di olah secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil variabel multivariat uji Manova dengan taraf signifikan α < 0,05 menunjukkan bahwa uji f memiliki nilai signifikasi 0,000 < α 0,05. Dapat diketahui uji f semuanya signifikan. Angka signifikasi uji Levene menunjukkan bahwa kedua variabel pada skala dismenorea pre test nilai f = 6.790 dengan signifikasi 0,005 <0,05. Sedangkan pada skala dismenorea post test nilai f = 5.237 dengan signifikasi 0,013 < 0,05. Maka yang dilihat yaitu dengan uji Games- Howell. Dari uji post hoc test dapat diketahui selisih antara kompres hangat dan kompres dingin, kompres hangat 1,22, sedangkan kompres dingin 0,89. kesimpulan penelitian, adanya perbedaan yang signifikan dengan pemberian kompres hangat dan kompres dingin terhadap penurunan intensitas disminorea pada siswi SMP Baiturrahmah padang bahwa kompres hangat lebih efektif menurunkan dismenorea dari pada kompres dingin.   KataKunci: Disminorea; Kompres Hangat; Kompres Dingin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Pendidikan Amanah Kesehatan Padang
Title: Perbedaan Perubahan Intensitas Disminorea antara Kompres Hangat dan Kompres Dingin pada Siswi Kelas VII dan VIII SMP
Description:
Di Indonesia sebesar 107.
673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.
671 jiwa (54,89%) mengalami dismenorea primer dan 9.
496 jiwa (9,36%) mengalami dismenorea sekunder.
Dampak dari dismenorea pada remaja yaitu dapat mengganggu aktivitas belajar dan aktivitas sehari-hari.
Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan intensitas disminorea antara kompres hangat dan kompres dingin pada siswi SMP Baiturrahmah Padang.
Jenis Penelitian menggunakan kuantitatif yaitu Quasi experimental dengan rancangan one group pretest posttest design.
Teknik pengambilan sampel dengan purpossive sampling.
besar sampel 18 responden dan data yang di peroleh di olah secara univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil variabel multivariat uji Manova dengan taraf signifikan α < 0,05 menunjukkan bahwa uji f memiliki nilai signifikasi 0,000 < α 0,05.
Dapat diketahui uji f semuanya signifikan.
Angka signifikasi uji Levene menunjukkan bahwa kedua variabel pada skala dismenorea pre test nilai f = 6.
790 dengan signifikasi 0,005 <0,05.
Sedangkan pada skala dismenorea post test nilai f = 5.
237 dengan signifikasi 0,013 < 0,05.
Maka yang dilihat yaitu dengan uji Games- Howell.
Dari uji post hoc test dapat diketahui selisih antara kompres hangat dan kompres dingin, kompres hangat 1,22, sedangkan kompres dingin 0,89.
kesimpulan penelitian, adanya perbedaan yang signifikan dengan pemberian kompres hangat dan kompres dingin terhadap penurunan intensitas disminorea pada siswi SMP Baiturrahmah padang bahwa kompres hangat lebih efektif menurunkan dismenorea dari pada kompres dingin.
  KataKunci: Disminorea; Kompres Hangat; Kompres Dingin.

Related Results

EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 03 LANGGAM KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN
EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 03 LANGGAM KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN
Dysmenorrhea is pain experienced during menstruation caused by increased prostaglandin production, which leads to excessive uterine contractions. Dysmenorrhea pain can interfere wi...
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
Pendahuluan: Rematik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia. Rematik menyerang anggota tubuh yang bergerak, yaitu bagian tubuh yang berhubungan...
Penerapan Kompres Hangat Terhadap Nyeri Dismenore Pada Siswi Kelas VII Dan VIII SMP
Penerapan Kompres Hangat Terhadap Nyeri Dismenore Pada Siswi Kelas VII Dan VIII SMP
Berdasarkan wawancara survei awal yang dilakukan tanggal 10 April 2023, yang dilakukan pada 10 siswi SMP Baiturrahmah Padang, terdapat 5 diantaranya mengatakan bahwa mengalami dism...
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT WARM WATER ZAK (WWZ) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT WARM WATER ZAK (WWZ) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA
Pendahuluan : Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% mengalami dismenore primer dan 9,36%  mengalami dismenore sekunder. Terapi non farmakol...
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara CWT dengan kompres dingin terhadap derajat phlebitis pada pasien yang terpasang infus di RS. Dustira...
PENGARUH AIR KELAPA HIJAU TERHADAP DISMINOREA PADA MAHASISWI ASRAMA IKesT MUHAMMADIYAH PALEMBANG
PENGARUH AIR KELAPA HIJAU TERHADAP DISMINOREA PADA MAHASISWI ASRAMA IKesT MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Latar Belakang: Masa remaja ditandai dengan munculnya perubahan fisiologi salah satunya menstruasi Adapun sebagian wanita mengalami gangguan menstruasi yang disebabkan oleh faktor ...

Back to Top