Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sosialisasi Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks Pada Makanan Dengan Menggunakan Indikator Alami Ekstrak Kunyit dan Kulit Buah Naga di UPT SD Negeri 060883 Medan

View through CrossRef
Boraks merupakan sebuah bahan tambahan umum dalam pengawet makanan, memiliki potensi bahaya bagi kesehatan manusia dan sekarang dilarang penggunaannya oleh pemerintah. Meskipun demikian, masih ada banyak produk makanan yang mengandung boraks yang beredar dan dikonsumsi. Formaldehida, juga dikenal sebagai formalin, adalah zat kimia berbahaya yang secara tegas dilarang untuk digunakan dalam bahan makanan. Meskipun demikian, formalin tetap digunakan dalam produksi kecap untuk memperpanjang umur simpan makanan dan mencegah kerusakan. Formalin adalah zat kimia berbahaya yang tidak boleh digunakan dalam produksi makanan, namun masih banyak produsen makanan seperti bakso, nugget, sosis, batagor, tempe, tahu putih, tahu kuning, mie basah, mie lidi, mie tiau, ikan asin, ikan teri, belacan, udang kecepe, kerupuk PF, kerupuk udang, dan kerupuk merah yang menggunakan zat ini. Penggunaan formalin dalam pembuatan makanan dimaksudkan untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 sampel positif mengandung formalin dan 5 sampel positif mengandung boraks. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan berdasarkan kualitas gizi dan kebersihannya. Selain itu, masyarakat dapat menggunakan ekstrak kulit buah naga dan ekstrak kunyit sebagai alat pendeteksi informalin dan boraks dalam makanan sehari-hari Kata Kunci :Boraks; Formalin;Keamanan Pangan; Deteksi Alami; Edukasi Konsumen.
Title: Sosialisasi Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks Pada Makanan Dengan Menggunakan Indikator Alami Ekstrak Kunyit dan Kulit Buah Naga di UPT SD Negeri 060883 Medan
Description:
Boraks merupakan sebuah bahan tambahan umum dalam pengawet makanan, memiliki potensi bahaya bagi kesehatan manusia dan sekarang dilarang penggunaannya oleh pemerintah.
Meskipun demikian, masih ada banyak produk makanan yang mengandung boraks yang beredar dan dikonsumsi.
Formaldehida, juga dikenal sebagai formalin, adalah zat kimia berbahaya yang secara tegas dilarang untuk digunakan dalam bahan makanan.
Meskipun demikian, formalin tetap digunakan dalam produksi kecap untuk memperpanjang umur simpan makanan dan mencegah kerusakan.
Formalin adalah zat kimia berbahaya yang tidak boleh digunakan dalam produksi makanan, namun masih banyak produsen makanan seperti bakso, nugget, sosis, batagor, tempe, tahu putih, tahu kuning, mie basah, mie lidi, mie tiau, ikan asin, ikan teri, belacan, udang kecepe, kerupuk PF, kerupuk udang, dan kerupuk merah yang menggunakan zat ini.
Penggunaan formalin dalam pembuatan makanan dimaksudkan untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah kerusakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 sampel positif mengandung formalin dan 5 sampel positif mengandung boraks.
Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan berdasarkan kualitas gizi dan kebersihannya.
Selain itu, masyarakat dapat menggunakan ekstrak kulit buah naga dan ekstrak kunyit sebagai alat pendeteksi informalin dan boraks dalam makanan sehari-hari Kata Kunci :Boraks; Formalin;Keamanan Pangan; Deteksi Alami; Edukasi Konsumen.

Related Results

Sosialisasi Cara Mendeteksi Kandungan Boraks pada Makanan Menggunakan Bahan Dapur
Sosialisasi Cara Mendeteksi Kandungan Boraks pada Makanan Menggunakan Bahan Dapur
One of the dangerous food factors is the discovery of borax in food. Borax is a preservative that is not intended for food preservatives. Turmeric contains a curcumin compound whic...
CARA MUDAH DETEKSI BORAKS MENGGUNAKAN KERTAS SARING UBI JALAR UNGU (KESARING BIJU)
CARA MUDAH DETEKSI BORAKS MENGGUNAKAN KERTAS SARING UBI JALAR UNGU (KESARING BIJU)
Boraks atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama “bleng” (bahasa jawa) yaitu serbuk kristal lunak yang mengandung boron, berwarna putih atau transparan tidak berbau dan l...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top