Javascript must be enabled to continue!
Tingkat Resiliensi Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob di Kawasan Pesisir Eretan Kabupaten Indramayu
View through CrossRef
Abstract. The community affected by the tidal flood has started to adapt to their environment and find various ways to cope to survive in areas impacted by the tidal flood. The tidal flood disaster in the Eretan coastal area has worsened and continues to recur, causing damage not only to physical buildings and infrastructure but also impacting the social and economic activities of the community. The floods also damage access roads and several vehicles, leading the community to implement mitigation efforts by raising house foundations and building door barriers. The aim of this research is to assess the level of resilience of the community against the tidal floods in the Eretan coastal area. To assess the resilience of the community affected by the tidal floods, data sources were collected through questionnaires, document reviews, and observations. The analytical method used is Likert scale analysis with scoring and descriptive analysis. The results of the analysis indicate that the level of resilience of the community in the Eretan Coast is categorized as High at 76% and the sustainability of the lives of the coastal communities in Eretan is also high. This research recommends that the breakwater structure should be optimized and maintained properly, the rehabilitation and expansion of mangrove forests to enhance natural defenses against waves and abrasion should be undertaken, and permanent concrete river retaining walls should be constructed along riverbanks to prevent river overflow into settlements, as well as to create sustainable economic incentives.
Abstrak. Masyarakat yang terdampak banjir mulai terbiasa dengan lingkungannya dan mampu mengatasinya dengan berbagai cara untuk tetap bertahan pada kondisi wilayah yang terdampak banjir rob. Bencana banjir rob di kawasan Pesisir Eretan sudah semakin parah dan terus berulang, akibat yang ditimbulkan dari bencana banjir rob tidak hanya merusak fisik bangunan dan infrastruktur, melainkan berdampak pada kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, banjir juga merusak akses jalan dan beberapa kendaraan, serta masyarakatpun melakukan upaya mitigasi dengan meninggikan pondasi rumah dan membangun penghalang pintu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat resiliensi masyarakat terhadap banjir rob kawasan Pesisir Eretan. Untuk menilai resiliensi masyarakat yang terdampak banjir rob, sumber data dikumpulkan melalui kuesioner, telaah dokumen, dan observasi. Maka metode analisis yang digunakan yaitu analisis skala likert dengan skoring dan deskriptif analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat resiliensi masyarakat di Pesisir Eretan berada pada kategori Tinggi 76%. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar struktur breakwater/pemecah gelombang dioptimalkan dan dipelihara dengan baik, rehabilitasi dan perluasan hutan mangrove untuk meningkatkan pertahanan alami terhadap gelombang dan abrasi, dan membangun dinding penahan sungai berbahan beton permanen di bantaran sungai untuk mencegah luapan air sungai masuk ke permukiman, serta menciptakan insentif ekonomi berkelanjutan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Tingkat Resiliensi Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob di Kawasan Pesisir Eretan Kabupaten Indramayu
Description:
Abstract.
The community affected by the tidal flood has started to adapt to their environment and find various ways to cope to survive in areas impacted by the tidal flood.
The tidal flood disaster in the Eretan coastal area has worsened and continues to recur, causing damage not only to physical buildings and infrastructure but also impacting the social and economic activities of the community.
The floods also damage access roads and several vehicles, leading the community to implement mitigation efforts by raising house foundations and building door barriers.
The aim of this research is to assess the level of resilience of the community against the tidal floods in the Eretan coastal area.
To assess the resilience of the community affected by the tidal floods, data sources were collected through questionnaires, document reviews, and observations.
The analytical method used is Likert scale analysis with scoring and descriptive analysis.
The results of the analysis indicate that the level of resilience of the community in the Eretan Coast is categorized as High at 76% and the sustainability of the lives of the coastal communities in Eretan is also high.
This research recommends that the breakwater structure should be optimized and maintained properly, the rehabilitation and expansion of mangrove forests to enhance natural defenses against waves and abrasion should be undertaken, and permanent concrete river retaining walls should be constructed along riverbanks to prevent river overflow into settlements, as well as to create sustainable economic incentives.
Abstrak.
Masyarakat yang terdampak banjir mulai terbiasa dengan lingkungannya dan mampu mengatasinya dengan berbagai cara untuk tetap bertahan pada kondisi wilayah yang terdampak banjir rob.
Bencana banjir rob di kawasan Pesisir Eretan sudah semakin parah dan terus berulang, akibat yang ditimbulkan dari bencana banjir rob tidak hanya merusak fisik bangunan dan infrastruktur, melainkan berdampak pada kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, banjir juga merusak akses jalan dan beberapa kendaraan, serta masyarakatpun melakukan upaya mitigasi dengan meninggikan pondasi rumah dan membangun penghalang pintu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat resiliensi masyarakat terhadap banjir rob kawasan Pesisir Eretan.
Untuk menilai resiliensi masyarakat yang terdampak banjir rob, sumber data dikumpulkan melalui kuesioner, telaah dokumen, dan observasi.
Maka metode analisis yang digunakan yaitu analisis skala likert dengan skoring dan deskriptif analisis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat resiliensi masyarakat di Pesisir Eretan berada pada kategori Tinggi 76%.
Hasil penelitian ini merekomendasikan agar struktur breakwater/pemecah gelombang dioptimalkan dan dipelihara dengan baik, rehabilitasi dan perluasan hutan mangrove untuk meningkatkan pertahanan alami terhadap gelombang dan abrasi, dan membangun dinding penahan sungai berbahan beton permanen di bantaran sungai untuk mencegah luapan air sungai masuk ke permukiman, serta menciptakan insentif ekonomi berkelanjutan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
RELOKASI PENDUDUK TERDAMPAK BANJIR/ROB DI KOTA SEMARANG
RELOKASI PENDUDUK TERDAMPAK BANJIR/ROB DI KOTA SEMARANG
<p class="JudulABSInd"><strong>ABSTRAK</strong></p><p class="abstrak">Kota Semarang sering dilanda banjir, baik banjir harian akibat rob ataupun banji...
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja (studi kasus di Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu). Data diperoleh melalu...
Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kapasitas Mitigasi Bencana Banjir di Desa Meurandeh Aceh
Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kapasitas Mitigasi Bencana Banjir di Desa Meurandeh Aceh
Dalam rangka meningkatkan kapasitas mitigasi Bencana Banjir di Desa Meurandeh Aceh, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian edukasi dan informasi...
Resiliensi Masyarakat terhadap Banjir di Kecamatan Gedebage Kota Bandung
Resiliensi Masyarakat terhadap Banjir di Kecamatan Gedebage Kota Bandung
Abstract. Flooding has become an ongoing challenge for communities in various regions, including in Gedebage Sub-district, Bandung City. This study aims to determine the addition o...
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Batang Tambuo adalah sebuah sungai yang mengalir melewati di Kecamatan Aur Birugo, Kota Bukittinggi. Daerah Aliran Sungai Batang (DAS) Tambuo ini sering kali mengalami banjir. Musi...
Analisis Model Rendaman Rob di Desa Tambakbulusan Kabupaten Demak Sebagai Evaluasi Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Bahari
Analisis Model Rendaman Rob di Desa Tambakbulusan Kabupaten Demak Sebagai Evaluasi Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Bahari
Kabupaten Demak salah satu kawasan pesisir di utara Jawa Tengah yang sering mengalami banjir rob akibat kenaikan muka air laut dengan dampak yang siginifikan di wilayah tersebut se...

