Javascript must be enabled to continue!
PROSES KREATIF HUJAN KARYA DALAM KOLABORASI PERTUNJUKAN MUSIK GAMELAN: STUDI KUALITATIF PADA MAHASISWA PGSD
View through CrossRef
ABSTRACT
Music education in the Elementary School Teacher Education (PGSD) program is not only oriented toward developing students' musical competencies but also aims to foster creativity, collaborative skills, and professional competence through authentic learning experiences. This study aims to describe the creative process of PGSD students in organizing a gamelan music performance during the Hujan Karya Season 10 Performing Arts Exhibition entitled “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh.” A descriptive qualitative approach was employed, involving fourth-semester PGSD students of Universitas Muhammadiyah Kuningan from classes 4A–4F and the employee class, selected using purposive sampling. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings indicate that students' creative processes were reflected in the selection of Sundanese songs, the allocation of gamelan instruments according to individual competencies, the development of musical arrangements, and the implementation of collaborative performances. These activities contributed to improving students' creativity, musical skills, communication abilities, teamwork, self-confidence, and appreciation of local culture. The findings suggest that collaborative gamelan performances based on project-based learning provide an authentic learning model that effectively integrates local cultural preservation with the development of pedagogical, professional, social, and personal competencies among prospective elementary school teachers
ABSTRAK
Pembelajaran seni musik pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan musikal, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan kompetensi profesional calon guru melalui pengalaman belajar yang autentik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif mahasiswa PGSD dalam penyelenggaraan pertunjukan musik gamelan pada kegiatan Gelar Karya Seni Pertunjukan Hujan Karya Season 10 bertema “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa PGSD semester IV Universitas Muhammadiyah Kuningan kelas 4A–4F dan kelas karyawan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif mahasiswa tercermin dalam pemilihan lagu Sunda, pembagian instrumen gamelan sesuai kemampuan anggota, penyusunan aransemen, serta pelaksanaan pertunjukan secara kolaboratif. Kegiatan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas, keterampilan bermusik, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepercayaan diri, serta apresiasi terhadap budaya lokal. Temuan penelitian menegaskan bahwa pertunjukan musik gamelan berbasis project-based learning merupakan model pembelajaran autentik yang efektif dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: PROSES KREATIF HUJAN KARYA DALAM KOLABORASI PERTUNJUKAN MUSIK GAMELAN: STUDI KUALITATIF PADA MAHASISWA PGSD
Description:
ABSTRACT
Music education in the Elementary School Teacher Education (PGSD) program is not only oriented toward developing students' musical competencies but also aims to foster creativity, collaborative skills, and professional competence through authentic learning experiences.
This study aims to describe the creative process of PGSD students in organizing a gamelan music performance during the Hujan Karya Season 10 Performing Arts Exhibition entitled “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh.
” A descriptive qualitative approach was employed, involving fourth-semester PGSD students of Universitas Muhammadiyah Kuningan from classes 4A–4F and the employee class, selected using purposive sampling.
Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation.
The findings indicate that students' creative processes were reflected in the selection of Sundanese songs, the allocation of gamelan instruments according to individual competencies, the development of musical arrangements, and the implementation of collaborative performances.
These activities contributed to improving students' creativity, musical skills, communication abilities, teamwork, self-confidence, and appreciation of local culture.
The findings suggest that collaborative gamelan performances based on project-based learning provide an authentic learning model that effectively integrates local cultural preservation with the development of pedagogical, professional, social, and personal competencies among prospective elementary school teachers
ABSTRAK
Pembelajaran seni musik pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan musikal, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan kompetensi profesional calon guru melalui pengalaman belajar yang autentik.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif mahasiswa PGSD dalam penyelenggaraan pertunjukan musik gamelan pada kegiatan Gelar Karya Seni Pertunjukan Hujan Karya Season 10 bertema “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh”.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa PGSD semester IV Universitas Muhammadiyah Kuningan kelas 4A–4F dan kelas karyawan yang dipilih secara purposive sampling.
Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif mahasiswa tercermin dalam pemilihan lagu Sunda, pembagian instrumen gamelan sesuai kemampuan anggota, penyusunan aransemen, serta pelaksanaan pertunjukan secara kolaboratif.
Kegiatan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas, keterampilan bermusik, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepercayaan diri, serta apresiasi terhadap budaya lokal.
Temuan penelitian menegaskan bahwa pertunjukan musik gamelan berbasis project-based learning merupakan model pembelajaran autentik yang efektif dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar.
Related Results
Pelarasan Gamelan Jawa
Pelarasan Gamelan Jawa
Penelitian gamelan tuning adalah merumuskan teknik penyetelan gamelan Jawa. Gamelan pelaras. Belum ada teori atau cara kerja penyetelan gamelan, harmonisator umumnya masih menganda...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa
Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa
Onomatopoeia in Javanese is attached to the Javanese musical art activity called gamelan or Karawitan. Just as music is related to sounds, there are various gamelan terms which are...
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi musik sesungguhnya telah terjadi sejal Genre musik, Fashion dan Lifestyle Western menjadi kiblat baru. Artinya:reposisi adalah penempatan kembali ke posisi semula atau pen...
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi musik sesungguhnya telah terjadi sejal Genre musik, Fashion dan Lifestyle Western menjadi kiblat baru. Artinya:reposisi adalah penempatan kembali ke posisi semula atau pen...
Musik – Die schönste Nebensache
Musik – Die schönste Nebensache
Jugend und Musik ist ein Thema, dem sich die Medienpädagogik immer wieder von Neuem zuwenden muss. Die zentrale Position, die Musik im Fühlen, aber auch im Denken und Handeln der M...
Penerapan Terapi Musik Gamelan Jawa Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lansia Di Desa Wanarata Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang
Penerapan Terapi Musik Gamelan Jawa Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lansia Di Desa Wanarata Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang
AbstractThe elderly’s anxiety can be caused by various causes. it includes threats to physical integrity resulting in physiological inability to carry out daily activities and thre...
DIFUSI INOVASI GAMELAN VIRTUAL UNTUK PEMBELAJARAN
DIFUSI INOVASI GAMELAN VIRTUAL UNTUK PEMBELAJARAN
LLearning gamelan is starting to gain a lot of interest. It can be seen from the increasing demandfor learning gamelan in primary and secondary as well as vocational schools in the...

