Javascript must be enabled to continue!
Figur Ular Pada Prasasti Telaga Batu: Upaya Pemaknaan Berdasarkan Pendekatan Semiotika Peirce
View through CrossRef
Sriwijaya adalah kerajaan yang berkembang antara abad ke-7 sampai dengan 11 M. Prasasti menjadi tinggalan arkeologis sekaligus sumber tertulis yang dapat merekonstruksikan sejarah kebudayaan Sriwijaya. Prasasti Telaga Batu menjadi berbeda dengan prasasti lainnya, karena satu-satunya yang memiliki ornamen berbentuk mahluk hidup dan isinya yang paling panjang di antara yang lain. Ornamen yang terdapat pada Prasasti Telaga Batu adalah berbentuk ular berkepala tujuh. Kajian ini berusaha untuk menjawab makna figur ular berkepala tujuh tersebut dengan metode semiotika triadik Peirce. Makna tersebut dapat merekontruksi konsep dibalik pembuatan figur ular berkepala tujuh beserta alasan mengapa perlu dibuat figur tersebut digambarkan pada Prasasti Telaga Batu. Dalam menjawab pertanyaan tersebut digunakan rangkaian tahapan penelitian arkeologi, meliputi pengumpulan data, analisis data dan interpretasi. Figur ular pada Prasasti Telaga Batu pada akhirnya dapat dimaknai sebagai perwujudan pelindung Datu dan juga wujud sang Datu sebagai Buddha.
Title: Figur Ular Pada Prasasti Telaga Batu: Upaya Pemaknaan Berdasarkan Pendekatan Semiotika Peirce
Description:
Sriwijaya adalah kerajaan yang berkembang antara abad ke-7 sampai dengan 11 M.
Prasasti menjadi tinggalan arkeologis sekaligus sumber tertulis yang dapat merekonstruksikan sejarah kebudayaan Sriwijaya.
Prasasti Telaga Batu menjadi berbeda dengan prasasti lainnya, karena satu-satunya yang memiliki ornamen berbentuk mahluk hidup dan isinya yang paling panjang di antara yang lain.
Ornamen yang terdapat pada Prasasti Telaga Batu adalah berbentuk ular berkepala tujuh.
Kajian ini berusaha untuk menjawab makna figur ular berkepala tujuh tersebut dengan metode semiotika triadik Peirce.
Makna tersebut dapat merekontruksi konsep dibalik pembuatan figur ular berkepala tujuh beserta alasan mengapa perlu dibuat figur tersebut digambarkan pada Prasasti Telaga Batu.
Dalam menjawab pertanyaan tersebut digunakan rangkaian tahapan penelitian arkeologi, meliputi pengumpulan data, analisis data dan interpretasi.
Figur ular pada Prasasti Telaga Batu pada akhirnya dapat dimaknai sebagai perwujudan pelindung Datu dan juga wujud sang Datu sebagai Buddha.
Related Results
Vegetasi Riparian Telaga Pengilon dan Gangguan Antropogenik
Vegetasi Riparian Telaga Pengilon dan Gangguan Antropogenik
Telaga Pengilon merupakan satu dari sejumlah telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Alih fungsi lahan , menjadi acaman serius bagi kelestarian Kawasan Dieng, termasuk keberadaan ...
PEMBELAJARAN TAHSIN PADA TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN (TPA) DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA: Studi Kasus pada TPA Nurul Huda Desa Padang Tanggul, TPA Nurul Iman Desa Harusan Telaga dan TPA Al-Muhibbin Desa Telaga Silaba
PEMBELAJARAN TAHSIN PADA TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN (TPA) DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA: Studi Kasus pada TPA Nurul Huda Desa Padang Tanggul, TPA Nurul Iman Desa Harusan Telaga dan TPA Al-Muhibbin Desa Telaga Silaba
Abstract:. This research is learning tahsin at the Al-Qur'an Education Park (TPA) in Amuntai Selatan District, Hulu Sungai Utara Regency. This research departs from the author's in...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...
Penemuan Prasasti Sapit sebagai Bukti Kemajuan Peradaban Literasi Masyarakat Lombok
Penemuan Prasasti Sapit sebagai Bukti Kemajuan Peradaban Literasi Masyarakat Lombok
In the province of West Nusa Tenggara, no ancient objects in the form of inscriptions have been found. This is also supported by most research results stating that no inscriptions ...
STUDI STILISTIKA TERHADAP TONGKAT NABI MUSA AS DI DALAM ALQURAN
STUDI STILISTIKA TERHADAP TONGKAT NABI MUSA AS DI DALAM ALQURAN
Al-Qur’an menggunakan tiga lafal yang berbeda dalam mengungkapkan makna ular yang terdapat dalam kisah Nabi Musa, yakni ẖayyah, tsu῾bân dan jânn. Di satu sisi al-Qur’an menjelaskan...
Kolaborasi Stakeholder dalam Tata Kelola Telaga Desa Potorono Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Kolaborasi Stakeholder dalam Tata Kelola Telaga Desa Potorono Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini membahas tentang kolaborasi stakeholder dalam tata kelola Telaga Desa Potorono. Telaga desa difungsikan sebagai sarana untuk menjaga fungsi ekologis air suatu wilaya...
Tinjauan Ulang Prasasti Yupit
Tinjauan Ulang Prasasti Yupit
Prasasti Yupit ditemukan sebanyak dua buah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan tempat dan waktu yang berbeda. Prasasti Yupit yang pertama ditemukan tahun 1989 di halaman Masji...
PRASASTI-PRASASTI SAPATHA SRIWIJAYA: KAJIAN PANOPTISISME FOUCAULT
PRASASTI-PRASASTI SAPATHA SRIWIJAYA: KAJIAN PANOPTISISME FOUCAULT
Kajian ini dilakukan guna menelaah prasasti-prasasti sapatha Sriwijaya melalui perspektif panopticon Michel Foucault. Tujuannya adalah untuk menganalisis latar belakang pencantuman...

