Javascript must be enabled to continue!
KABA BONSU PINANG SIBARIBUIK: FUNGSI PELAKU YANG CUKUP LENGKAP DENGAN PENYIGIAN MORFOLOGI VLADIMIR PROPP The Narratives of Folktale Bonsu Pinang Sibaribuik: Almost Complete in Number of its Function of Action According to Vladimir Propps’s Narratology
View through CrossRef
AbstrakArtikel ini menganalisis genre sastra tradisional Minangkabau, Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik (KBPS), dengan menggunakan pendekatan naratologi morfologi Valdimir Propp. Dengan menggunakan metode kualitatif dan teori fungsi pelaku morfologi cerita rakyat dari Propp, penelitan ini membuktikan bahwa fungsi pelaku dalam kaba ini sangat relevan dengan teori Propp. Terdapat sebanyak 29 fungsi dalam kaba KBPS dari 31 yang dikemukakan Propp, dengan tiga pergerakan cerita atau tiga pengulangan pola fungsi tindakan pelaku, dengan tujuh persebaran fungsi pelaku yang sesuai/lengkap dengan Propp (lingkungan aksi: penjarah; pemberi (donor); pembantu/penolong; seorang putri (yang dicari) dan ayahnya; perantara/utusan; pahlawan/wira; dan pahlawan palsu. Narasi kaba ini membuktian relevasi dan equivalensi struktur kesejagadannya dengan pola-pola cerita peri Rusia yang diteliti Propp. Fungsi-fungsi tindakan dikemukakan Propp itu pada kaba KBPS bukan semata sebuah hasil rekayasa dan kejeniusan tukang cerita, hal itu juga keajaiban universalitasnya dalam penciptaan struktur naratif tradisional yang unik.Kata-kata kunci: Bonsu Pinang Sibaribuik, fungsi, morfologi cerita rakyat, struktur naratif, universal, Vladimir Propp AbstractThis article analyses a traditional Minangkabau epic narrative entitled Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik (KBPS) by using Vladimir Propp’s morphology of folktale. By using qualitative method and the theory of the function of action in Propp’s theory, this research proves that the function of action of the narrative is very relevant to the Propp’s pattern. From the analysis it was found that there are 29 functions (act of actions) in the narrative compared with 31 functions stated by Propp, with three movements of the story or three repetition of the functions of action with seven extent of function of acts that are fit to Propp invented (the circle of action: villain; donor; helper; a princess and her father; dispatcher; hero; and false hero). This narrative has proved its pattern has a universal structure as the pattern of fairy tales studied by Propp. The function of action proposed by Propp as revealed in the narrative of BPS is not a mere story telling intelligence, it is also as wonderful of the universality pattern in the making of unique traditional narrative structure.Keywords: Bonsu Pinang Sibaribuik; function, morphology of folktale, narrative structure; universal, Vladimir Propp.
Title: KABA BONSU PINANG SIBARIBUIK: FUNGSI PELAKU YANG CUKUP LENGKAP DENGAN PENYIGIAN MORFOLOGI VLADIMIR PROPP The Narratives of Folktale Bonsu Pinang Sibaribuik: Almost Complete in Number of its Function of Action According to Vladimir Propps’s Narratology
Description:
AbstrakArtikel ini menganalisis genre sastra tradisional Minangkabau, Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik (KBPS), dengan menggunakan pendekatan naratologi morfologi Valdimir Propp.
Dengan menggunakan metode kualitatif dan teori fungsi pelaku morfologi cerita rakyat dari Propp, penelitan ini membuktikan bahwa fungsi pelaku dalam kaba ini sangat relevan dengan teori Propp.
Terdapat sebanyak 29 fungsi dalam kaba KBPS dari 31 yang dikemukakan Propp, dengan tiga pergerakan cerita atau tiga pengulangan pola fungsi tindakan pelaku, dengan tujuh persebaran fungsi pelaku yang sesuai/lengkap dengan Propp (lingkungan aksi: penjarah; pemberi (donor); pembantu/penolong; seorang putri (yang dicari) dan ayahnya; perantara/utusan; pahlawan/wira; dan pahlawan palsu.
Narasi kaba ini membuktian relevasi dan equivalensi struktur kesejagadannya dengan pola-pola cerita peri Rusia yang diteliti Propp.
Fungsi-fungsi tindakan dikemukakan Propp itu pada kaba KBPS bukan semata sebuah hasil rekayasa dan kejeniusan tukang cerita, hal itu juga keajaiban universalitasnya dalam penciptaan struktur naratif tradisional yang unik.
Kata-kata kunci: Bonsu Pinang Sibaribuik, fungsi, morfologi cerita rakyat, struktur naratif, universal, Vladimir Propp AbstractThis article analyses a traditional Minangkabau epic narrative entitled Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik (KBPS) by using Vladimir Propp’s morphology of folktale.
By using qualitative method and the theory of the function of action in Propp’s theory, this research proves that the function of action of the narrative is very relevant to the Propp’s pattern.
From the analysis it was found that there are 29 functions (act of actions) in the narrative compared with 31 functions stated by Propp, with three movements of the story or three repetition of the functions of action with seven extent of function of acts that are fit to Propp invented (the circle of action: villain; donor; helper; a princess and her father; dispatcher; hero; and false hero).
This narrative has proved its pattern has a universal structure as the pattern of fairy tales studied by Propp.
The function of action proposed by Propp as revealed in the narrative of BPS is not a mere story telling intelligence, it is also as wonderful of the universality pattern in the making of unique traditional narrative structure.
Keywords: Bonsu Pinang Sibaribuik; function, morphology of folktale, narrative structure; universal, Vladimir Propp.
Related Results
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menguraikan kondisi dan keadaan dari identifikasi aspek-aspek fungsi pelaku, dan lingkungan tindakan yang terdapat pada...
STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP (TINJAUAN KONSEPTUAL)
STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP (TINJAUAN KONSEPTUAL)
Artikel ini bertujuan menguraikan pokok pemikiran konseptual teori struktur naratif Vladimir Propp. Pokok pemikiran Propp dituangkan dalam bukunya yang berjudul Morfology of the Fo...
PENERAPAN TEORI VLADIMIR PROPP PADA CERITA RAKYAT IKAN LOMPA [The Application of Vladimir Propp Theory in Ikan Lompa Folktale]
PENERAPAN TEORI VLADIMIR PROPP PADA CERITA RAKYAT IKAN LOMPA [The Application of Vladimir Propp Theory in Ikan Lompa Folktale]
This research discusses about morphology of Ikan Lompa folktale based on Propp theory. Ikan Lompa folktale was the famous folktale in Haruku’s people. It has the unique structure...
Morfologi Kisah Negreri Jambi (Putri Pinang Masak): Model Analisis Vladimir Propp
Morfologi Kisah Negreri Jambi (Putri Pinang Masak): Model Analisis Vladimir Propp
MORFOLOGI KISAH Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis morfologi cerita rakyat Jambi Putri Pinang Masak. Ada berbagai versi Putri Pinang Masak yang dikenal di Riau, Jambi, ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MORFOLOGI KABA PUTI NILAM CAYO (Morphology of Kaba Puti Nilam Cayo)
MORFOLOGI KABA PUTI NILAM CAYO (Morphology of Kaba Puti Nilam Cayo)
Makalah ini bertujuan untuk mengkaji morfologi kaba Puti Nilam Cayo dengan menerapkan teori morfologi cerita rakyat Vladimir Propp. Apa yang telah ditelaah oleh Propp atas cerita r...
Pengelolaan Desa Wisata Kaba – Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan
Pengelolaan Desa Wisata Kaba – Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan
The tourism village is one alternative tourism that is currently growing in the Bali tourism industry, and one of them is the Kaba - Kaba Tourism Village. Kaba...

