Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

View through CrossRef
Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan yang mencakup  aspek ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan untuk mewujudkan mayarakat yang berkualitas. Peta ketahanan dan kerentanan pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas  (FSVA) 2015 yang dihasilkan oleh Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan menyatakan bahwa Kabupaten Banjar berstatus sedang (agak rawan pangan) prioritas 4. Kondisi agak rawan pangan menunujukkan bahwa Kabuapten Banjar menghadapi ancaman rawan pangan berdasarkan aspek ketahanan pangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode analisis data sekunder. Metode analisis data sekunder terdiri atas metode pengumpulan data, metode pengolahan data, dan metode analisis data yang meliputi analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan bervariasi terhadap sembilan indikator ketahanan pangan yang digunakan. Variasi tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Banjar terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu prioritas 2,  prioritas 4, prioritas 5, dan prioritas 6. Prioritas 2 terdapat satu  Kecamatan, prioritas 4 terdapat 4 Kecamatan, prioritas 5 terdapat 13 Kecamatan, dan Prioritas 6 terdapat satu Kecamatan. 
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Description:
Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan yang mencakup  aspek ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan untuk mewujudkan mayarakat yang berkualitas.
Peta ketahanan dan kerentanan pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas  (FSVA) 2015 yang dihasilkan oleh Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan menyatakan bahwa Kabupaten Banjar berstatus sedang (agak rawan pangan) prioritas 4.
Kondisi agak rawan pangan menunujukkan bahwa Kabuapten Banjar menghadapi ancaman rawan pangan berdasarkan aspek ketahanan pangan.
Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode analisis data sekunder.
Metode analisis data sekunder terdiri atas metode pengumpulan data, metode pengolahan data, dan metode analisis data yang meliputi analisis deskriptif kuantitatif.
Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan bervariasi terhadap sembilan indikator ketahanan pangan yang digunakan.
Variasi tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Banjar terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu prioritas 2,  prioritas 4, prioritas 5, dan prioritas 6.
Prioritas 2 terdapat satu  Kecamatan, prioritas 4 terdapat 4 Kecamatan, prioritas 5 terdapat 13 Kecamatan, dan Prioritas 6 terdapat satu Kecamatan.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT
Ketahanan pangan bagi suatu negara merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi negara yang mempunyai penduduk sangat banyak seperti Indonesia.  Menurut Peta Ketahanan dan Kere...
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan keluarga penerima manfaat bantuan sosial pangan di Kabupaten Batang Hari, dan untuk mengetahui ting...
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tahun 2019, Kabupaten Kerinci memiliki indeks ketahanan yang baik, akan tetapi persebaran tingkat  ketahanan pangan untuk setiap kecamatann...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
ABSTRACT This research examines the Banjar people's habit of believing in pamali and kapuhunan. As indigenous Banjar people, most of them strongly believe in pamali and kapuhunan,...

Back to Top