Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKUPRESUR EFEKTIF MENGATASI DISMENOREA

View through CrossRef
ABSTRAKTujuan penelitian: untuk membandingkan efektivitas antara aromaterapi lavender dan akupresur dalam mengatasi dismenorea. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan two group pretest dan posttest design. Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang tanggal 14 Maret sampai 9 Mei 2015. Sampel sebanyak 44 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 22 orang sebagai kelompok aromaterapi lavender dan 22 orang sebagai kelompok terapi akupresur. Aromaterapi diberikan secara inhalasi selama 10 menit, dilakukan dua kali sehari selama 3 hari. Akupresur dilakukan pada LI 4 dan ST 36 selama 20 menit sebanyak dua kali sehari selama 3 hari. Instrumen untuk mengukur nyeri menggunakan numeric rating scale. Uji statistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan antara aromaterapi lavender dan terapi akupresur dalam mengatasi dismenore dengan perbedaan penurunan intensitas nyeri terapi akupresur 1,95 lebih besar daripada aromaterapi lavender 1,46 dengan nilai p= 0,002. Diskusi: Terapi akupresur dengan pemijatan atau penekanan pada titik LI 4 dan ST 36 akan meningkatkan kadar endorfin sehingga lebih cepat menurunkan rasa nyeri, sedangkan aroma yang dihirup melalui proses pernapasan baru merangsang kinerja otak dan dipengaruhi oleh dalamnya pernapasan. Kesimpulan: Terapi akupresur lebih efektif dalam mengatasi dismenorea daripada aromaterapi lavender.Kata Kunci: dismenorea, aromaterapi lavender, akupresurEFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE IN TREATING DYSMENORRHOEA ABSTRACTObjective: To compare the effectiveness of lavender aromatherapy and acupressure in treating dysmenorrhea. Methods: This study is a quasi-experiment with two group pretest and posttest design. The study was conducted at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Magelang on 14 March 2015 to 9 May 2015. Samples consisting of 44 respondents were divided into two groups, namely 22 in lavender aromatherapy group and 22 in acupressure therapy group. Aromatherapy was given through inhalation for 10 minutes, done twice a day for 3 days. Acupressure was performed on LI 4 and ST 36 for 20 minutes, twice a day for 3 days. Numerical rating scale was usedfor measuring pain. The statistical test usedMann-Whitney test. Results: There was a difference between lavender aromatherapy and acupressure therapy in treating dysmenorrhea with a decrease in the intensity ofpain of acupressure therapy by 1.95, which was greater than lavender aroma by 1.46 with p = 0.002. Discussion: Acupressure therapy with massage or pressure on the points of LI 4 and ST 36 would increase endorphin levels so that it would quickly relieve pain, while the inhaled scent through the breathing process only stimulated brain’sperformance and was affected by the depth of breathing. Conclusion: Acupressure therapy is more effective in treating dysmenorrhea than lavender aromatherapy.Keywords: dysmenorrhea, lavender aromatherapy, acupressure
Title: AKUPRESUR EFEKTIF MENGATASI DISMENOREA
Description:
ABSTRAKTujuan penelitian: untuk membandingkan efektivitas antara aromaterapi lavender dan akupresur dalam mengatasi dismenorea.
Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan two group pretest dan posttest design.
Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang tanggal 14 Maret sampai 9 Mei 2015.
Sampel sebanyak 44 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 22 orang sebagai kelompok aromaterapi lavender dan 22 orang sebagai kelompok terapi akupresur.
Aromaterapi diberikan secara inhalasi selama 10 menit, dilakukan dua kali sehari selama 3 hari.
Akupresur dilakukan pada LI 4 dan ST 36 selama 20 menit sebanyak dua kali sehari selama 3 hari.
Instrumen untuk mengukur nyeri menggunakan numeric rating scale.
Uji statistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney.
Hasil: Terdapat perbedaan antara aromaterapi lavender dan terapi akupresur dalam mengatasi dismenore dengan perbedaan penurunan intensitas nyeri terapi akupresur 1,95 lebih besar daripada aromaterapi lavender 1,46 dengan nilai p= 0,002.
Diskusi: Terapi akupresur dengan pemijatan atau penekanan pada titik LI 4 dan ST 36 akan meningkatkan kadar endorfin sehingga lebih cepat menurunkan rasa nyeri, sedangkan aroma yang dihirup melalui proses pernapasan baru merangsang kinerja otak dan dipengaruhi oleh dalamnya pernapasan.
Kesimpulan: Terapi akupresur lebih efektif dalam mengatasi dismenorea daripada aromaterapi lavender.
Kata Kunci: dismenorea, aromaterapi lavender, akupresurEFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE IN TREATING DYSMENORRHOEA ABSTRACTObjective: To compare the effectiveness of lavender aromatherapy and acupressure in treating dysmenorrhea.
Methods: This study is a quasi-experiment with two group pretest and posttest design.
The study was conducted at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Magelang on 14 March 2015 to 9 May 2015.
Samples consisting of 44 respondents were divided into two groups, namely 22 in lavender aromatherapy group and 22 in acupressure therapy group.
Aromatherapy was given through inhalation for 10 minutes, done twice a day for 3 days.
Acupressure was performed on LI 4 and ST 36 for 20 minutes, twice a day for 3 days.
Numerical rating scale was usedfor measuring pain.
The statistical test usedMann-Whitney test.
Results: There was a difference between lavender aromatherapy and acupressure therapy in treating dysmenorrhea with a decrease in the intensity ofpain of acupressure therapy by 1.
95, which was greater than lavender aroma by 1.
46 with p = 0.
002.
Discussion: Acupressure therapy with massage or pressure on the points of LI 4 and ST 36 would increase endorphin levels so that it would quickly relieve pain, while the inhaled scent through the breathing process only stimulated brain’sperformance and was affected by the depth of breathing.
Conclusion: Acupressure therapy is more effective in treating dysmenorrhea than lavender aromatherapy.
Keywords: dysmenorrhea, lavender aromatherapy, acupressure.

Related Results

Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Dismenorea dengan Perilaku Penanganan Dismenorea pada Mahasiswi FK UMI Makassar Angkatan 2013
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Dismenorea dengan Perilaku Penanganan Dismenorea pada Mahasiswi FK UMI Makassar Angkatan 2013
Dismenorea merupakan nyeri perut bagian bawah yang terkadang rasa nyeri tersebut meluas hingga ke pinggang, punggung bagian bawah dan paha. Angka kejadian dismenorea di dunia sanga...
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Dismenorea merupakan salah satu masalah menstruasi yang sering terjadi pada wanita. Dismenorea terjadi akibat kelebihan produksi prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontrakt...
RESPON NYERI DISMENOREA BERDASARKAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI
RESPON NYERI DISMENOREA BERDASARKAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI
Salah satu ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu dismenorea, dimana bisa menyebabkan penderita harus istirahat dan meninggalkan pekerjaan sehari-hari, untuk beberapa jam atau...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI DESA NGRAYUNG KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI DESA NGRAYUNG KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN
Dismenorea merupakan kram atau nyeri menstruasi yang dirasakan di bagian perut bawah atau di pinggang, dapat bersifat seperti mules-mules, ngilu, atau nyeri seperti ditusuk-tusuk. ...
Terapi Musik Mozart terhadap Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Jawa Barat
Terapi Musik Mozart terhadap Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Jawa Barat
ABSTRAKMasalah yang paling sering ditemui ketika perempuan sedang mentruasi yaitu nyeri menstruasi atau dismenorea. Dismenorea dilaporkan lebih sering terjadi pada remaja putri. Me...
Hubungan Tingkat Stres dan Status Anemia dengan Dismenorea Primer Pada Siswi Kelas XII di SMAN 1 Nganjuk
Hubungan Tingkat Stres dan Status Anemia dengan Dismenorea Primer Pada Siswi Kelas XII di SMAN 1 Nganjuk
ABSTRAKLatar belakang: Dismenorea primer banyak ditemui pada wanita usia sekitar 17-24 tahun dan masih menjadi permasalahan yang dikeluhkan bagi remaja putri karena dapat menyebabk...
Pelatihan Akupresur Mandiri Pada Ibu Hamil Trimester III
Pelatihan Akupresur Mandiri Pada Ibu Hamil Trimester III
Pada umumnya ibu hamil mengalami ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang terjadi selama kehamilan khusunya pada usia kehamilan trimester III. Ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil...

Back to Top